Pemuda yang tergabung dalam organisasi pemuda perduli lingkungan Sukabumi, PPLS di Puri Ciberem Sukabumi, Jawa Barat, berhasil mengolah limbah aluminium bekas. Mereka mengubah kaleng menjadi sebuah karya lukis bernilai seni hanya dengan menggunakan alat sederhana, seperti paku, pulpen, penggaris, cutter, dan palu.
Lukisan kaleng bahkan bisa dijadikan hiasan rumah, hadiah, bahkan plakat untuk sebuah perusahaan. 1 lukisan ini dihargai 250 ribu hingga 500 ribu rupiah. Untuk lukisan dengan tingkat kesulitan rumit, harganya bahkan mencapai jutaan rupiah.
Ide membuat lukisan kaleng muncul dari kecintaan terhadap lingkungan hidup. Kaleng alumunium bekas yang sering kali terlihat di tempat sampah memunculkan ide kreatif. Lukisan kaleng pun dibuat dengan tema cinta lingkungan.
Taufik Kurohman, pembuat lukisan kaleng bekas, “Seperti kaleng-kaleng ini kita bikinin dengan konsep sama. Kita tetap ke daur ulang limbah, dengan gambarnya disini gambar timbul dan semua lukisan kami disini, ada yang namanya pesan moral kami yang buat belinya nanti, maupun yang melihatnya. Tetap pesan ini untuk lingkungan. Seperti ini yah, “Stop Bakar Hutan.”
Kini lukisan kaleng bekas telah memiliki pangsa pasar yang cukup luas. Pesanan lukisan kaleng bekas sudah merambah ke daerah lain di pulau Jawa. Terlebih untuk daerah wisata. Tidak hanya itu, keindahan lukisan lingkungan juga diburu oleh banyak perusahaan, karena bentuknya yang unik dan kreatif.
Video:
Foto: