Saturday, July 7, 2018

Budaya Sepeda Bambu bagi Masyarakat di Beijing

Disini para orang-orang terdidik dapat menyusun sendiri bahan-bahan bambu untuk dijadikan bingkai sepeda buatannya sendiri. Produk ini bukan hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga jauh lebih ringan, tangkas dan lebih beredam kejut dibandingkan sepeda-sepeda lainnya.
Budaya Sepeda Bambu bagi Masyarakat di Beijing

Tidak lebih dari 10 tahun yang lalu jalanan di Beijing penuh dengan jutaan sepeda dan hanya beberapa mobil yang terlihat di jalanan. Sekarang ibu kota Tiongkok telah menjadi kuburan bagi sepeda-sepeda karatan. Sepeda yang sekarang digunakan harus bersaing dengan ribuan sepeda dan mobil listrik yang juga menggunakan jalur sepeda.

Didirikan pada tahun 2013, sepeda bambu Beijing adalah bengkel yang berusaha untuk memperbaharui ketertarikan pada sepeda tradisional Beijing. Loka karya tersebut terletak di gang tradisional Beijing yang dikenal sebagai hutong. Menawarkan kesempatan kepada peserta untuk menyusun sendiri sepeda berbingkai bambu dari bambu mentah.

Produk ini bukan hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga jauh lebih ringan, tangkas dan lebih beredam kejut dibandingkan sepeda-sepeda lainnya. Steve Ngo, koordinator sepeda bambu Beijing dan instruktur bengkel berkata bahwa loka karya ini dimulai kecil, tetapi secara perlahan telah menarik minat.

Steve Ngo, instruktur Loka Karya, “Orang-orang memiliki ide bahwa membuat sepeda bambu lebih ramah lingkungan. Kedua, kerajinan tangan adalah sesuatu yang mereka buat sendiri dengan tangan mereka. Lainnya sebagian orang menyukai sepeda. Ada yang hanya memiliki sebuah sepeda bambu, ada yang hanya tertarik untuk memiliki sesuatu yang tidak pernah dimiliki oleh orang lain.”

Para pelanggan dapat menyusun bingkai bambu mereka sendiri hanya dalam 2 hari dengan harga sekitar 4,2 juta rupiah. Roda, stang, dan tempat duduk termasuk dalam biaya tambahan.

Gabrielle Liu, seorang anak SMA berusia 17 tahun menghabiskan beberapa hari di bengkel dengan sebuah sepeda untuk orang tuanya.

Gabrielle Liu, penduduk Beijing, “Mengendarai sepeda bukan hanya cara transportasi, tapi juga sebuah kebudayaan karena seperti saat orang tua saya masih kecil di Beijing, mereka semua mengendarai sepeda dan pada saat itu, sepeda adalah sebuah barang mewah. Jika anda memiliki sepeda di rumah anda, itu benar-benar mengagumkan.”

Davir Wang, pendiri sepeda bambu Beijing berkata, selain menawarkan kesempatan untuk menyusun sebuah sepeda dengan unik dan menghidupkan kembali ide bersepeda di kota, ia berharap untuk mendirikan sebuah komunitas untuk komuter di Beijing.

David Wang, pendiri sepeda bambu Beijing, “Saya pikir hal terbesar ialah kita ingin mengubah sikap terhadap mobilitas. Salah satu hal saat kami sebelumnya melakukan penelitian adalah mengenai bagaimana bahwa mobil pribadi sangat penting. Ia memberikan status sosial tertentu. Dengan menciptakan suatu komunitas yang menghargai bentuk-bentuk mobilitas, ia membuatnya jauh lebih mudah untuk mengatakan OK. Saya ingin naik sepeda untuk bekerja. Saya ingin naik sepeda ke sekolah, karena ini merupakan ekspresi saya, menggambarkan saya sebagai seseorang. Saya rasa ini sangat penting.”

Menurut Wang, bengkel ini telah menarik ratusan peserta yang sebagian besar mereka adalah orang-orang Tionghoa.


Video:



Foto:

 
Disini para orang-orang terdidik dapat menyusun sendiri bahan-bahan bambu untuk dijadikan bingkai sepeda buatannya sendiri. Produk ini bukan hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga jauh lebih ringan, tangkas dan lebih beredam kejut dibandingkan sepeda-sepeda lainnya.
Budaya Sepeda Bambu bagi Masyarakat di Beijing

 
Disini para orang-orang terdidik dapat menyusun sendiri bahan-bahan bambu untuk dijadikan bingkai sepeda buatannya sendiri. Produk ini bukan hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga jauh lebih ringan, tangkas dan lebih beredam kejut dibandingkan sepeda-sepeda lainnya.
Budaya Sepeda Bambu bagi Masyarakat di Beijing

 
Disini para orang-orang terdidik dapat menyusun sendiri bahan-bahan bambu untuk dijadikan bingkai sepeda buatannya sendiri. Produk ini bukan hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga jauh lebih ringan, tangkas dan lebih beredam kejut dibandingkan sepeda-sepeda lainnya.Disini para orang-orang terdidik dapat menyusun sendiri bahan-bahan bambu untuk dijadikan bingkai sepeda buatannya sendiri. Produk ini bukan hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga jauh lebih ringan, tangkas dan lebih beredam kejut dibandingkan sepeda-sepeda lainnya.
Budaya Sepeda Bambu bagi Masyarakat di Beijing

 
Disini para orang-orang terdidik dapat menyusun sendiri bahan-bahan bambu untuk dijadikan bingkai sepeda buatannya sendiri. Produk ini bukan hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga jauh lebih ringan, tangkas dan lebih beredam kejut dibandingkan sepeda-sepeda lainnya.
Budaya Sepeda Bambu bagi Masyarakat di Beijing




4 comments:

  1. Sepeda dari bambu gitu kira-kira tahan nggak dengan jalan pedesaan Indonesia? hehehe, tetapi inspiratif kalau sekrang masih ada yang memelihara tradisi untuk bersepeda di beijing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut informasi yang telah saya dapatkan. . . .
      Tahan, karena sepeda bambu mampu menahan berat beban sebesar 120 kg.

      Delete

Komentar adalah segalanya bagi penulis. Deretan susunan kalimat, entah itu pro atau pun kontra. Interaksi tersebut, bagaimanapun juga bertujuan menciptakan diskusi yang membangun. Dan saya, Clenoro Suharto, merasakan manfaat itu. Terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan komentar pada blog https://rakyatjelataindonesiarajin.blogspot.com/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Labels

Acara Masak Memasak (2) Adang Muhidin (8) Aeromodelling (1) Afrika (1) Agristream TV (1) AGTV News (1) Ahmad Fajri (1) Air Terjun (1) Akar (4) Akar Bambu (5) Aksesoris (4) Alat Musik (15) Anggur (1) Angklung (10) Antara News (11) AnTV (3) Anyer Bakery (1) AR Channel (1) Arab Saudi (1) Asep Sancang (2) Bajaj (1) Bali (12) Balik Papan (3) Bambang Sudarsono (4) Bambootronic (1) Bambu (35) Ban Bekas (2) Bandung (17) Banten (3) Banyuasin (1) Banyuwangi (2) Batik (2) Batu (1) Batu Bara (1) Bawang (2) Beijing (2) Bejo Wage Suu (3) Bekas (2) Belajar (1) Belfast (1) Belgia (1) Berita Satu (5) Berlin (2) Biola (1) Blitar (2) Blogspot (3) Blora (1) Bogor (2) Boneka (3) Boneka Telur (1) Bonggol Bambu (1) Boyolali (1) Brussel (1) Buah dan Sayuran (2) Budaya (2) Burung (6) Bus (1) Busana dan Pakaian (3) Cangkang Telur (8) Ciamis (5) Cina (4) Cirebon (2) Cismi Cikwati (2) Clay (1) CNN Indonesia (4) Daai TV (1) Dandung Santoso (1) Daniel Vogel Essex (1) Dapur (1) Daun (4) Deli Serdang (1) Den Pasar (3) Depok (3) Desa Setulang (1) Detik News (1) Dewi Kocu (3) Didi Diarsa Adiana (4) Dokter (1) Dokter Gigi (1) Dot Art (1) Drum (1) Eceng Gondok (2) Eropa Tengah (1) Erosiska Cantika (2) Es Krim (12) Es Krim Buah (4) Es Krim Sayur (9) Facebook (10) Fajrin Aziz (2) Festival (1) Filipina (1) Flora dan Fauna (3) Florenzia Zea (2) Forklift (1) Froz Banana (1) FruChips (1) Fruit Carving (16) Gabus (1) Gadjah Mada (1) Game (1) Ganda Suganda (1) Ganda Suhanda (2) GeoLive (1) Ghana (1) Gianyar (1) Giasa Lutfiah (1) Gilang Mobyar (2) Gitar (4) Gitar Batik (1) Gorontalo (1) Gratis (1) Gresik (1) Gunung Kidul (1) Guru (1) Handphone (1) Helm (1) Herman (1) Hidroponik (3) HOw to (4) Ice Carving (1) Indonesia Morning Show (2) Indosiar (3) Indramayu (1) iNews TV (1) Instagram (4) IPB (Institut Pertanian Bogor) (1) ITS (1) Jagung (1) Jakarta (8) Jakarta Timur (2) Jakarta Utara (1) Jam Tangan (3) Jambu Kulon (1) Jasa Sewa (1) Jatnika Nangga Mihardja (2) Jatnika Nangga Miharja (5) Jawa Barat (28) Jawa Pos TV (1) Jawa Tengah (16) Jawa Timur (40) Jelekong (8) Jember (6) Jepang (2) Jepara (1) Jerman (2) Jombang (2) Kabar Kampus (1) Kain (2) Kaleng (7) Kaligrafi (3) Kalimantan (6) Kalimantan Barat (1) Kalimantan Timur (3) Kalimantan Utara (2) Kanada (1) Kapal Laut (1) Kardus (1) Karung (5) Karung Goni (11) Kayu (14) Kebumen (1) Kedai (1) Kediri (4) Kelapa (11) Kelapa Gading (1) Kelinci (2) Kenari (1) Kendaraan (5) Kendaraan Listrik (2) Kerajinan (35) Kerajinan Tangan (12) Kerang (5) Kerikil (1) Keripik (1) Kertas (2) Klaten (1) Koki (1) Kompas TV (13) Kompetisi (8) Komputer (1) Kontes (1) Kopi (2) Korek Gas (1) Kue Cubit (1) Kulit Telur (1) Kulit Ular (1) Kulon Progo (1) Kursi (1) Kusnudin (2) Kuta (1) Kutai (1) Lamongan (2) Lampion (1) Lampu Hias (5) Lampung (5) Lego (1) Lembaga sosial (1) Lilin (1) Limbah (5) Liputan 6 (5) Liputan Kota (1) Lius Kasdianto (1) Lomba (1) Lukis Telur (2) Lukisan Kaleng (2) Madiun (1) Madrasah (1) Magelang (3) Mahasiswa (1) Mainan (1) Makanan dan Minuman (4) Makassar (1) Malang (1) Malinau (1) Maluku (1) Mandau (1) Masbash (4) Medan (6) Meksiko (1) Merajut (3) Mesin Cuci (1) Mesir (1) Metro TV (37) Miniatur (15) Minuman Teh (1) MNC TV (2) Mobiloo (1) Modifikasi (1) Molis (1) Motor (3) Motor Gede (1) Motor Listrik (3) Muklis Abdul Kholik (5) Museum (1) NDtv (1) Net TV (55) Nganjuk (2) Ngawen (1) Ngawi (2) Ngemplak (1) Novie Simon (4) Oey Min Lan (1) Pacitan (1) Padang (3) Padang Sarai (1) Pagi Pagi (1) Palembang (2) Panjalu (1) Pantai (1) Paper Cutting (3) Papitakidsnews (1) Paskah (1) Pasuruan (2) Penangkaran Burung (3) Pendidikan (4) Penenun (2) Pengrajin (2) Pensil (1) Penyiar (5) Pepaya (1) Perancis (1) Perpustakaan (1) Pertanian dan Perkebunan (1) Pesawat (1) Peternakan (2) Pikiran Rakyat (1) Pinrang (1) Pipa (1) Pirografi (2) Pisang (1) Pluit (1) Pointilisme (1) Ponorogo (1) Pot Hias (2) Praha (1) Pringsewu (1) Probolinggo (1) Pulang Kampung (1) Pulau (1) Pulau Buton (1) Pulau Morotai (1) Purbalingga (2) Purwakarta (2) Pustaka Gerobak Sapi (1) Radar TV News (1) RCTI (2) Robot (2) Rohimat Hermawan (1) Rotan (8) Rotan Karakter (6) Rumah (5) Rumah Bambu (5) Rumah Kayu (1) Rumah Tangga (5) Sakti TV (1) Salak (2) Salatiga (3) Sampah (1) Sandal (1) Sapa Indonesia (5) Sarung (9) Sarung Goyor (11) Sarwidiyanto (3) Sawah Lunto (1) Sedotan (1) Sejarah (2) Sekolah (3) Selis (2) Semarang (3) Seni Decoupage (9) Seni Lukis (27) Seni Pahat (4) Seni Tari (1) Seni Ukir (12) Sepatu (1) Sepeda (17) Sepeda Bambu (10) Sepeda Kayu (5) Sepeda Listrik (17) Seputar Indonesia (1) Serbuk (1) Shanghai (1) Siluet Art (2) Sindhu Prasastyo (3) Sindo News (4) Singgih S Kartono (2) Singkong (1) Siswa (1) Skuter (1) Sleman (1) SMA (1) Snack (1) Solo (12) Solo Pos TV (6) Somalia (1) Songket (1) Sragen (2) Sri Sulastri (3) Sri Wahyuni Handayani (2) Sriwijaya TV (1) Sukabumi (2) Sukoharjo (7) Suku Dayak (6) Sulawesi (3) Sulawesi Selatan (4) Sulawesi Tengah (1) Sulawesi Tenggara (1) Suling (1) Sumatera (2) Sumatera Barat (3) Sumatera Selatan (3) Sumatera Utara (6) Sumbawa (1) Surabaya (6) Surabaya TV (1) Surf (1) Susilowati (3) Sutrisno (1) Swiss (1) Taiwan (1) Tampaksiring (1) Tangerang (2) Tato (1) Taufik Kurohman (1) Tawang Sari (2) Tebet (1) Teguh Joko Dwiyono (2) Teknologi (3) Telepon (1) Teluk Naga (1) Telur (9) Telur Paskah (1) Temanggung (3) Tempo TV (2) Tenaga Surya (1) Timlo TV (1) Tiongkok (1) Tips & Trik (1) Tonight Show (1) Tradisional (1) Trans 7 (10) Transportasi (2) Tuban (1) Tulung Agung (4) TV Bisnis (2) TV One (1) Twitter (2) Ukir Telur (1) Ukiran (5) Ukraina (1) Unik & Lucu (2) Universitas (3) Unyil (4) Vancouver (1) Video 02 (17) Video 04 (3) Video 05 (16) Viva News (1) Wahyu Kristanto (1) Wajo (1) Wawancara (4) Way Haru (1) Wayang (1) Website (4) Wetz Shinoda (1) Winarto (3) Winawan Mardi (2) Wine (2) Yaman (1) Yogyakarta (11) You Tube (5)