Showing posts with label Jawa Tengah. Show all posts
Showing posts with label Jawa Tengah. Show all posts

Saturday, January 19, 2019

Decoupage Gaya Baru. Yakni Perpaduannya Dengan Seni 3 Dimensi

Sebenarnya tas pandan ini kalau kita lihat di pasaran, dia kan harganya, meskipun pembuatannya rumit kan orang selalu lempar dengan harga yang murah. Saya pikir ini kok sayang sekali, karena ini kan juga sebuah karya seni juga yah. Saya pengen ngangkat yang sekiranya kelihatannya biasa aja menjadi luar biasa. Artinya setelah diberikan aplikasi, si daya jual tas pandan ini sendiri jadi lebih berkali lipat. Paling enggak sampai 500 % bisa.
Decoupage Gaya Baru. Yakni Perpaduannya Dengan Seni 3
Dimensi

Yang satu ini di Jawa Tengah dan perempuan pasti suka. Tas pandan, kini mulai banyak diminati masyarakat di Kota Semarang. Ada kreasi unik yang memadupadankan tas pandan dan seni decoupage 3 dimensi.

Seperti apa ya ? Monica Ayu akan mengajak kita melihat seberapa unik decoupage 3 dimensi ini. Jadi Monica, seberapa unik dan apa bedanya decopatch 3 dimensi dengan decoupage pada umumnya ??

Sunday, December 16, 2018

Putut Agus, pelukis berbahan batu krikil asal Kebumen

Dipilih batu berwarna putih agar goresan tinta warna-warni terlihat semakin indah. Berbagai ornamen, aneka karakter hewan, potret wajah, hingga berbagai lukisan sesuai dengan permintaan pelanggan, bisa dilukis diatas permukaan batu. Keindahan dan keunikan karya seni yang satu ini berhasil memikat pelanggan dari berbagai daerah.
Putut Agus, pelukis berbahan batu krikil asal Kebumen

Berbeda medianya, berbeda pula aktivitasnya. Jika di Wonogiri menggunakan bambu, kali ini di tangan seorang seniman kebumen, batu kerikil berhasil dimanfaatkan sebagai asesoris fashion, hiasan bros, hiasan ruang tamu, hingga asesoris liontin kalung. Diciptakan dari batu kerikil, hingga diburu konsumen dari berbagai daerah.

Batu kerikil umumnya digunakan sebagai campuran bahan bangunan. Namun ditangan seorang seniman dari kelurahan Pencer, Kebumen, Jawa Tengah, batu-batu ini disulap menjadi kanvas lukisan yang mengagumkan.

Wednesday, September 5, 2018

Kusnodin memanfaatkan limbah kaleng jadi Burung Merak

Mantan Sopir angkut di seputaran daerah Magelang, Jawa Tengah. Ia pensiun dari pekerjaan itu sejak tahun 1987. Ketika itu pula ia tertarik untuk menggeluti pekerjaan barunya sebagai pembuat replika binatang berbahan kaleng bekas. (5 Agustus 2015).
Kusnodin memanfaatkan limbah kaleng jadi Burung Merak

Limbah kaleng bagi banyak orang, ini mungkin tak bermanfaat. Namun di tangan Kusnudin, warga Magelang, Jawa Tengah, kaleng bekas sisa kemasan berbagai produk ini dimanfaatkan menjadi baik dan berbagai macam kerajinan seperti berbagai hewan yang unik dan cantik, sehingga memiliki ekonomis yang tinggi. Dan informasi ini sekaligus mengakhiri perjumpaan kita dalam wajah Indonesia edisi pagi ini. Sesaat lagi akan kami hadirkan tekno update, program yang menyajikan liputan dari dunia teknologi akan dibawakan rekan saja Fandi Hazard. Akhir kata, saya rizka amalia undur diri. Terima kasih, selamat beraktifitas. Kita jumpa lagi . . . . Adios, sampai jumpa.

Wednesday, August 29, 2018

Mujito, pembuat kerajinan berbahan limbah kaleng asal Semarang

Dengan memanfaatkan prinsip 3 M atau mengurangi, memanfaatkan dan mendaur ulang, seorang pria di Semarang, berhasil meraup untung dari hasil meluangkan ide kreatif membuat beragam kerajinan dari kaleng cat bekas.
Mujito, pembuat kerajinan berbahan limbah kaleng asal Semarang

Ok, meningkatnya sampah yang menghasilkan jenis limbah rumah tangga membuat sebagian kalangan berpikir untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi dari hasil memanfaatkan limbah atau sampah demi menstabilkan lingkungan hidup atau sering kita sebut Go Green.

Seperti yang dilakukan seorang Mujito, pria asal Semarang yang berhasil meraup rupiah dari hasil daur ulang kaleng bekas yang disulapnya menjadi beragam kerajinan unik yang inspiratif.

Sunday, August 12, 2018

Djadi Rahardjo, pengusaha sarung tenun goyor atas Desa Pojok

Dengan manajemen produksi partisipasi warga, Jadi Raharjo mampu memenuhi permintaan marketing untuk dikirim ke sejumlah negara.
Djadi Rahardjo, pengusaha sarung tenun goyor atas Desa Pojok

Sarung goyor tenun menjadi salah satu andalan produk industri perumahan di Sukoharjo. Sarung di rumah-rumah produksi kenteng, Desa Pojok, Tawangsari, Sukoharjo ini telah menembus pasar Afrika dan Timur Tengah.

Adalah Jadi Raharjo, warga sekaligus pelaku produksi sarung tenun ini boleh dibilang menjadi pioner pembukaan pasar manca negara itu. Dengan manajemen produksi partisipasi warga, Jadi mampu memenuhi permintaan marketing untuk dikirim ke sejumlah negara.

Masalah Regenerasi Bagi Pengrajin Sarung Goyor di Tawangsari

Bisnis yang ia jalankan dengan adiknya setiap bulan mengirim 20 kodi sarung goyor ke luar negeri dengan harga 6 juta rupiah setiap kodi. Namun saat ini pengrajin di Tawang Sari ini sedang mengalami kendala, yaitu regenerasi.
Masalah Regenerasi Bagi Pengrajin Sarung Goyor di Tawangsari

Masyarakat Indonesia tentunya mengenal sarung sebagai busana yang dikenakan sehari-hari atau menjadi padanan pakaian dalam acara tertentu. Sarung di produksi di banyak tempat dan masing-masing wilayah memiliki ciri khas sarung sendiri-sendiri. Begitu juga dengan sarung khas Sukoharjo, Jawa Tengah yang disebut sarung goyor.

Friday, August 10, 2018

Ada 13 proses kerja untuk pembuatan Sarung Goyor. Dan 2 macam benang

Pembuatan sarung yang secara manual dan memiliki corak yang berbeda ini membutuhkan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran untuk sampai menjadi selebar kain sarung yang layak jual.
Ada 13 proses kerja untuk pembuatan Sarung Goyor. Dan 2
macam benang

Putri Patricia, host
Salah satu produk hasil kerajinan tangan warisan budaya nusantara yang menjadi favorit saya adalah kain tenun. Karena kain tenun itu bisa dijadikan pakaian, selendang sampai dengan taplak meja, bahkan bisa dijadikan sarung yang dinamakan sarung goyor. Lalu seperti apa ?? Ikuti kami terus di cultural with bank bukopin.

Di tanah Jawa, kain sarung goyor banyak sekali diproduksi di daerah-daerah seperti: Solo, Jepara, Tegal, Pemalang, serta Magelang. Sarung goyor sangat terkenal dan cukup diminati oleh kalangan menengah atas.

Thursday, August 9, 2018

Sarung Goyor produksi Boyolali sudah ada sejak 1970’an

Setiap tenaga kerja mampu memproduksi sekitar 4 hingga 5 meter kain tenun sarung goyor per hari. Sementara itu jumlah pengrajin tenun sarung goyor di desa ini ada sekitar 100 orang.
Sarung Goyor produksi Boyolali sudah ada sejak 1970’an

17 Juni 2015 (Antara). Kerajinan tenun sarung goyor yang pengerjaannya dengan alat manual atau tradisional. Memiliki kualitas lebih halus. Pembuatan sarung goyor secara manual banyak dijumpai di wilayah Ngemplak, Boyolali.

Hutami, salah seorang pengrajinnya bertempat di TegalRejo, desa GiriRoto, kecamatan Ngemplak, kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sarung goyor ini diproduksi sudah sejak 1970’an, sebelum ada sarung buatan pabrik di Indonesia.

Sulit Dibuat, Namun Kain Goyor Laris Manis Saat Hari Raya

Meski masih mempertahankan pembuatan secara manual. Namun dari segi kualitas, sarung goyor tak kalah dengan sarung pabrikan. Dibanderol lebih mahal dibanding sarung pabrikan.
Sulit Dibuat, Namun Kain Goyor Laris Manis Saat Hari Raya

Permintaan sarung goyor khas Sidoarjo, 2 pekan jelang lebaran mengalami peningkatan hingga 2x lipat. Penuhi permintaan, pengrajin sarung goyor pun tingkatkan kapasitas produksi. Kondisi ini dialami pemilik usaha sarung goyor Botol Dunia, Bambang Suroso yang berdomisili di desa Pojok, Tawang Sari, Sukoharjo, Jawa Tengah.

“Ya dalam puasa ini kenaikan permintaan ada Pak. Kurang lebih 10 sampai 15 persen. Untuk bulan Ramadhan saya bisa mengirim kurang lebih 1 minggunya itu 10 kodi. Sebelumnya paling ya sekitar 7,5 sampai 8 kodi per minggunya.”

Saturday, June 30, 2018

Toni Yugo Pamungkas, perajin berbahan pipa bekas asal Semarang

Merasa prihatin akan adanya banyak sampah sekitar lingkungan rumah saya. Maka saya dengan inisiatif untuk mengubah sampah menjadi rupiah
Toni Yugo Pamungkas, perajin berbahan pipa bekas asal Semarang

Terima kasih anda masih bersama kami di News Week Nusantara. Wujud kreatifitas anak negeri ini di berbagai daerah di Nusantara memang tidak usah diragukan lagi. Salah satunya hadir dari pria asal Semarang, Jawa Tengah yang mengolah api di pipa bekas yang biasanya hanya menjadi limbah, kemudian menjadi kerajinan yang menarik dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Friday, June 15, 2018

Edi Zaky, perajin akar bambu asal Purbalingga

Berbekal ketelatenan dan keuletan merupa wajah karakter pada akar bambu, Edi Sahrotin (29) warga Kelurahan Purbalingga Kidul, Kota Purbalingga, Jawa Tengah berhasil membuka peluang usaha baru yang menjanjikan. "Dengan berjualan langsung dan sistim online, kini pembeli sudah sampai ke Malaysia dan Singapura dan untuk pasar lokal seperti Semarang, Jakarta, Surabaya, Denpasar/Bali, Sumatra dan Kalimantan. Mereka membeli untuk di pajang dirumah, café, restoran, galery atau  untuk dijual kembali,” tuturnya.
Edi Zaky, perajin akar bambu asal Purbalingga

Ukiran-ukiran wajah ini karya Edi Zaky, warga Purbalingga, Jawa Tengah. Karya seni yang satu ini bukan terbuat dari kayu. Edi memanfaatkan akar bambu untuk membuat patung wajah. Ide awalnya datang saat dia melihat limbah bambu yang banyak di sekitar lingkungan rumah.

Kemudian Edi mulai mengumpulkan dan memanfaatkannya jadi bentuk wajah. Bentuk wajah ia sesuaikan dengan bentuk bambu yang dia dapat. Bagian akar biasanya ia biarkan terurai menjadi aksen jenggot.

Sunday, June 10, 2018

Kerajinan Limbah Ban Bekas asal Salatiga mampu menembus Pasar Eropa

Setelah melewati banyak eksperimen akhirnya pada tahun 2010 Sindhu Prasastyo berhasil mengubah ban dalam bekas tersebut menjadi berbagai barang kerajinan unik. Dia menyebut pembuatan kerajinan tersebut sebagai up cycle yaitu proses mengubah barang bekas menjadi barang baru yang berguna atau memiliki nilai lingkungan yang lebih baik. Yang menarik, pria asal Salatiga berhasil memperluas pangsa pasarnya ke luar negeri dalam kurun waktu 5 tahun saja.

Kerajinan Limbah Ban Bekas asal Salatiga mampu menembus
Pasar Eropa

Inilah produk karya kreatif sejumlah pemuda yang tergabung dalam komunitas 1 di desa Tetap Gambir, Salatiga. Jika diamati sekilas, produk aksesoris seperti dompet, tas, serta gelang ini terlihat cukup mewah dan menawan hati. Namun siapa sangka, produk berlabel satu ini dibuat dari ban truk bekas.

Dengan membawa konsep upcycle, para pemuda ini menyulap ban bekas truk menjadi barang berguna. Bahkan berbagai macam produk yang sudah dirintis sejak tahun 2009 ini telah diakui dan dipasarkan ke pangsa pasar dunia. Seperti ke negara-negara besar di Eropa, Australia, dan Amerika.

Saturday, February 24, 2018

Wahyu Kristanto, pelukis Pyrography asal Ngawi


Kerajinan Tangan
Banyak cara dilakukan seniman untuk menuangkan ide dari hasil karya seninya. Salah satunya dilakukan Wahyu Kristianto, 28 tahun, warga dusun Krajan Kulon, Desa Kecamatan Sine, kabupaten Ngawi.

Bapak 1 anak ini punya cara unik dalam melukis. Yakni menggunakan alat solder listrik yang dipanaskan. Untuk medianya, wahyu menggunakan papan kayu bekas, yakni jati, mahoni, dan nangka.

Wednesday, February 14, 2018

Singgih S Kartono, pencipta sepeda berbahan bambu atau Spedagi


Jika umumnya sepeda dibuat dari rangka besi, di Temanggung, Jawa Tengah, pohon bambu ternyata dapat dibentuk dan dirancang menjadi sebuah rangka sepeda. Terciptanya produk lokal ini pun mencetuskan gerakan bersepeda pagi. Berikut liputannya.

Berawal dari kegiatan bersepeda bersama keluarga di jalan pedesaan, Singgih S Kartono, warga desa Kandangan, kabupaten Jawa Tengah mendesain sepeda bambu. Sepeda bambu ini telah mencetuskan gerakan bersepeda pagi.

Sunday, February 4, 2018

Sarwidianto pendiri usaha Sentir Sumunar di Sukoharjo


Mungkin kalau saya tidak tahu itu dari kain perca. Tapi saya bisa tertipu kalau lihatnya seperti kain lukisan dari cat. Ternyata adalah kain perca. Ternyata memang banyak yah, lukisan-lukisan yang terbuat dari macam-macam. Ada yang dari biji kopi, ada yang dari kulit telur. Terus yang tadi itu kain perca.

Cantik-cantik yah. Kalau tadi itu kan produk dari limbah kain. Nah di tempat lain Zain, seperti di Solo. Ini ada produk daur ulang yang cantik juga, tapi berbentuk lampu hias.

Monday, January 29, 2018

Erosiska Cantika dan Florenzia Zea, anak SD pembuat es krim sayur asal Temanggung


Anak-anak pasti suka es krim. Tapi kalau sayuran belum tentu semua suka. Nah bagi anda ini pemirsa, kini ada cara untuk menyiasati anak yang tidak suka makan sayuran. Ide ini berasal dari 2 bocah cantik. Erosiska Cantika dan Florenzia Zea. Keduanya ini masih duduk di kelas 5 sekolah dasar loh, tapi dasar kecil-kecil cabe rawit, keduanya bisa membuat es krim dari sayuran jenis sawi bercita rasa alpukat. Wah, gimana yah caranya ??
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Labels

Acara Masak Memasak (2) Adang Muhidin (8) Aeromodelling (1) Afrika (1) Agristream TV (1) AGTV News (1) Ahmad Fajri (1) Air Terjun (1) Akar (4) Akar Bambu (5) Aksesoris (4) Alat Musik (15) Anggur (1) Angklung (10) Antara News (11) AnTV (3) Anyer Bakery (1) AR Channel (1) Arab Saudi (1) Asep Sancang (2) Bajaj (1) Bali (12) Balik Papan (3) Bambang Sudarsono (4) Bambootronic (1) Bambu (35) Ban Bekas (2) Bandung (17) Banten (3) Banyuasin (1) Banyuwangi (2) Batik (2) Batu (1) Batu Bara (1) Bawang (2) Beijing (2) Bejo Wage Suu (3) Bekas (2) Belajar (1) Belfast (1) Belgia (1) Berita Satu (5) Berlin (2) Biola (1) Blitar (2) Blogspot (3) Blora (1) Bogor (2) Boneka (3) Boneka Telur (1) Bonggol Bambu (1) Boyolali (1) Brussel (1) Buah dan Sayuran (2) Budaya (2) Burung (6) Bus (1) Busana dan Pakaian (3) Cangkang Telur (8) Ciamis (5) Cina (4) Cirebon (2) Cismi Cikwati (2) Clay (1) CNN Indonesia (4) Daai TV (1) Dandung Santoso (1) Daniel Vogel Essex (1) Dapur (1) Daun (4) Deli Serdang (1) Den Pasar (3) Depok (3) Desa Setulang (1) Detik News (1) Dewi Kocu (3) Didi Diarsa Adiana (4) Dokter (1) Dokter Gigi (1) Dot Art (1) Drum (1) Eceng Gondok (2) Eropa Tengah (1) Erosiska Cantika (2) Es Krim (12) Es Krim Buah (4) Es Krim Sayur (9) Facebook (10) Fajrin Aziz (2) Festival (1) Filipina (1) Flora dan Fauna (3) Florenzia Zea (2) Forklift (1) Froz Banana (1) FruChips (1) Fruit Carving (16) Gabus (1) Gadjah Mada (1) Game (1) Ganda Suganda (1) Ganda Suhanda (2) GeoLive (1) Ghana (1) Gianyar (1) Giasa Lutfiah (1) Gilang Mobyar (2) Gitar (4) Gitar Batik (1) Gorontalo (1) Gratis (1) Gresik (1) Gunung Kidul (1) Guru (1) Handphone (1) Helm (1) Herman (1) Hidroponik (3) HOw to (4) Ice Carving (1) Indonesia Morning Show (2) Indosiar (3) Indramayu (1) iNews TV (1) Instagram (4) IPB (Institut Pertanian Bogor) (1) ITS (1) Jagung (1) Jakarta (8) Jakarta Timur (2) Jakarta Utara (1) Jam Tangan (3) Jambu Kulon (1) Jasa Sewa (1) Jatnika Nangga Mihardja (2) Jatnika Nangga Miharja (5) Jawa Barat (28) Jawa Pos TV (1) Jawa Tengah (16) Jawa Timur (40) Jelekong (8) Jember (6) Jepang (2) Jepara (1) Jerman (2) Jombang (2) Kabar Kampus (1) Kain (2) Kaleng (7) Kaligrafi (3) Kalimantan (6) Kalimantan Barat (1) Kalimantan Timur (3) Kalimantan Utara (2) Kanada (1) Kapal Laut (1) Kardus (1) Karung (5) Karung Goni (11) Kayu (14) Kebumen (1) Kedai (1) Kediri (4) Kelapa (11) Kelapa Gading (1) Kelinci (2) Kenari (1) Kendaraan (5) Kendaraan Listrik (2) Kerajinan (35) Kerajinan Tangan (12) Kerang (5) Kerikil (1) Keripik (1) Kertas (2) Klaten (1) Koki (1) Kompas TV (13) Kompetisi (8) Komputer (1) Kontes (1) Kopi (2) Korek Gas (1) Kue Cubit (1) Kulit Telur (1) Kulit Ular (1) Kulon Progo (1) Kursi (1) Kusnudin (2) Kuta (1) Kutai (1) Lamongan (2) Lampion (1) Lampu Hias (5) Lampung (5) Lego (1) Lembaga sosial (1) Lilin (1) Limbah (5) Liputan 6 (5) Liputan Kota (1) Lius Kasdianto (1) Lomba (1) Lukis Telur (2) Lukisan Kaleng (2) Madiun (1) Madrasah (1) Magelang (3) Mahasiswa (1) Mainan (1) Makanan dan Minuman (4) Makassar (1) Malang (1) Malinau (1) Maluku (1) Mandau (1) Masbash (4) Medan (6) Meksiko (1) Merajut (3) Mesin Cuci (1) Mesir (1) Metro TV (37) Miniatur (15) Minuman Teh (1) MNC TV (2) Mobiloo (1) Modifikasi (1) Molis (1) Motor (3) Motor Gede (1) Motor Listrik (3) Muklis Abdul Kholik (5) Museum (1) NDtv (1) Net TV (55) Nganjuk (2) Ngawen (1) Ngawi (2) Ngemplak (1) Novie Simon (4) Oey Min Lan (1) Pacitan (1) Padang (3) Padang Sarai (1) Pagi Pagi (1) Palembang (2) Panjalu (1) Pantai (1) Paper Cutting (3) Papitakidsnews (1) Paskah (1) Pasuruan (2) Penangkaran Burung (3) Pendidikan (4) Penenun (2) Pengrajin (2) Pensil (1) Penyiar (5) Pepaya (1) Perancis (1) Perpustakaan (1) Pertanian dan Perkebunan (1) Pesawat (1) Peternakan (2) Pikiran Rakyat (1) Pinrang (1) Pipa (1) Pirografi (2) Pisang (1) Pluit (1) Pointilisme (1) Ponorogo (1) Pot Hias (2) Praha (1) Pringsewu (1) Probolinggo (1) Pulang Kampung (1) Pulau (1) Pulau Buton (1) Pulau Morotai (1) Purbalingga (2) Purwakarta (2) Pustaka Gerobak Sapi (1) Radar TV News (1) RCTI (2) Robot (2) Rohimat Hermawan (1) Rotan (8) Rotan Karakter (6) Rumah (5) Rumah Bambu (5) Rumah Kayu (1) Rumah Tangga (5) Sakti TV (1) Salak (2) Salatiga (3) Sampah (1) Sandal (1) Sapa Indonesia (5) Sarung (9) Sarung Goyor (11) Sarwidiyanto (3) Sawah Lunto (1) Sedotan (1) Sejarah (2) Sekolah (3) Selis (2) Semarang (3) Seni Decoupage (9) Seni Lukis (27) Seni Pahat (4) Seni Tari (1) Seni Ukir (12) Sepatu (1) Sepeda (17) Sepeda Bambu (10) Sepeda Kayu (5) Sepeda Listrik (17) Seputar Indonesia (1) Serbuk (1) Shanghai (1) Siluet Art (2) Sindhu Prasastyo (3) Sindo News (4) Singgih S Kartono (2) Singkong (1) Siswa (1) Skuter (1) Sleman (1) SMA (1) Snack (1) Solo (12) Solo Pos TV (6) Somalia (1) Songket (1) Sragen (2) Sri Sulastri (3) Sri Wahyuni Handayani (2) Sriwijaya TV (1) Sukabumi (2) Sukoharjo (7) Suku Dayak (6) Sulawesi (3) Sulawesi Selatan (4) Sulawesi Tengah (1) Sulawesi Tenggara (1) Suling (1) Sumatera (2) Sumatera Barat (3) Sumatera Selatan (3) Sumatera Utara (6) Sumbawa (1) Surabaya (6) Surabaya TV (1) Surf (1) Susilowati (3) Sutrisno (1) Swiss (1) Taiwan (1) Tampaksiring (1) Tangerang (2) Tato (1) Taufik Kurohman (1) Tawang Sari (2) Tebet (1) Teguh Joko Dwiyono (2) Teknologi (3) Telepon (1) Teluk Naga (1) Telur (9) Telur Paskah (1) Temanggung (3) Tempo TV (2) Tenaga Surya (1) Timlo TV (1) Tiongkok (1) Tips & Trik (1) Tonight Show (1) Tradisional (1) Trans 7 (10) Transportasi (2) Tuban (1) Tulung Agung (4) TV Bisnis (2) TV One (1) Twitter (2) Ukir Telur (1) Ukiran (5) Ukraina (1) Unik & Lucu (2) Universitas (3) Unyil (4) Vancouver (1) Video 02 (17) Video 04 (3) Video 05 (16) Viva News (1) Wahyu Kristanto (1) Wajo (1) Wawancara (4) Way Haru (1) Wayang (1) Website (4) Wetz Shinoda (1) Winarto (3) Winawan Mardi (2) Wine (2) Yaman (1) Yogyakarta (11) You Tube (5)