Friday, August 10, 2018

Eko Karyanto pemilik galeri Sarung Goyor di Kediri

Hingga saat ini saja ia sudah menerima pesanan lebih dari 160 potong sarung dari sejumlah toko di kota Kediri hingga Madura untuk Ramadhan nanti. Jumlah ini mengalami peningkatan dari hari biasanya yang mencapai 150 persen dan diprediksi akan terus mengalami penambahan.
Eko Karyanto pemilik galeri Sarung Goyor di Kediri

Para pengrajin di sentra tenun ikat bandar kota Kediri saat ini telah disibukkan dengan pemenuhan pesanan sarung goyor khas kota Kediri untuk momen lebaran dan idul fitri. Seperti yang terlihat di galeri milik Eko Karyanto, AAM Putra ini.

Hingga saat ini saja ia sudah menerima pesanan lebih dari 160 potong sarung dari sejumlah toko di kota Kediri hingga Madura untuk Ramadhan nanti. Jumlah ini mengalami peningkatan dari hari biasanya yang mencapai 150 persen dan diprediksi akan terus mengalami penambahan. Kini ia ada 15 karyawannya terus meningkatkan jumlah produksi dengan penambahan jam kerja hingga pukul 8 malam. Dalam sehari galerinya mampu menghasilkan 15 potong sarung.

Bambang Sudarsono selaku pembuat Sarung Goyor menuturkan keunikannya

Semua proses pembuatan tenun sarung goyor ini tidak ada yang menggunakan mesin atau masih full manual. Mulai dari pembuatan motif, pewarnaan, sampai sarung jadi, semua menggunakan tangan manusia.
Bambang Sudarsono selaku pembuat Sarung Goyor menuturkan
keunikannya

Sarung tenun goyor masih menjadi andalan pengrajin di desa Keden, Dalangan, Tawangsari, Sukoharjo. Produsen sarung disini menggunakan bahan baku benang rayon sebagai pembeda produk sarung goyor lainnya. Bahan baku ini dinilai lebih halus dipakai dibanding bahan baku benang sintetis atau katun.

Bahan ini diyakini tak kaku saat dipakai dan lebih nyaman dikenakan. Semua proses pembuatan tenun sarung goyor ini tidak ada yang menggunakan mesin atau masih full manual. Mulai dari pembuatan motif, pewarnaan, sampai sarung jadi, semua menggunakan tangan manusia. Bambang Sudarsono selaku pembuat sarung goyor menuturkan keunikan lain yang dimiliki sarung tenun goyor ini adalah akan terasa dingin jika dipakai saat musim panas dan akan terasa hangat jika dipakai saat musim hujan.

Ada 13 proses kerja untuk pembuatan Sarung Goyor. Dan 2 macam benang

Pembuatan sarung yang secara manual dan memiliki corak yang berbeda ini membutuhkan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran untuk sampai menjadi selebar kain sarung yang layak jual.
Ada 13 proses kerja untuk pembuatan Sarung Goyor. Dan 2
macam benang

Putri Patricia, host
Salah satu produk hasil kerajinan tangan warisan budaya nusantara yang menjadi favorit saya adalah kain tenun. Karena kain tenun itu bisa dijadikan pakaian, selendang sampai dengan taplak meja, bahkan bisa dijadikan sarung yang dinamakan sarung goyor. Lalu seperti apa ?? Ikuti kami terus di cultural with bank bukopin.

Di tanah Jawa, kain sarung goyor banyak sekali diproduksi di daerah-daerah seperti: Solo, Jepara, Tegal, Pemalang, serta Magelang. Sarung goyor sangat terkenal dan cukup diminati oleh kalangan menengah atas.

Thursday, August 9, 2018

Sarung Goyor berkembang pertama kali pada tahun 1950-an dari wilayah Solo

Ada 15 pengrajin sarung goyor di Tawang Sari. Salah satu dari beberapa pengrajin sarung goyor di Lupuk Keden, desa Dalangan, kecamatan Tawang Sari yang sukses memperkenalkan sarung goyor hingga ke manca Negara.
Sarung Goyor berkembang pertama kali pada tahun 1950-an
dari wilayah Solo

Kerajinan tenun tradisional sarung goyor asal TawangSari, Sukoharjo kini telah menembus pasar ekspor timur tengah. Dengan bahan dasar benang rayon, sarung goyor memiliki keunikan, yakni mampu menyesuaikan dengan suhu lingkungan sekitar.

Sepintas sarung goyor khas Sukoharjo tidak jauh beda dengan sarung tenun yang diproduksi di sejumlah tempat lainnya di Indonesia. Namun kekhasan corak dan kualitas bahan menjadikan sarung goyor Sukoharjo tetap diminati dan bahkan mampu menembus pasar ekspor di tengah gempuran kain pabrikan.

Sarung Goyor produksi Boyolali sudah ada sejak 1970’an

Setiap tenaga kerja mampu memproduksi sekitar 4 hingga 5 meter kain tenun sarung goyor per hari. Sementara itu jumlah pengrajin tenun sarung goyor di desa ini ada sekitar 100 orang.
Sarung Goyor produksi Boyolali sudah ada sejak 1970’an

17 Juni 2015 (Antara). Kerajinan tenun sarung goyor yang pengerjaannya dengan alat manual atau tradisional. Memiliki kualitas lebih halus. Pembuatan sarung goyor secara manual banyak dijumpai di wilayah Ngemplak, Boyolali.

Hutami, salah seorang pengrajinnya bertempat di TegalRejo, desa GiriRoto, kecamatan Ngemplak, kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sarung goyor ini diproduksi sudah sejak 1970’an, sebelum ada sarung buatan pabrik di Indonesia.

Sulit Dibuat, Namun Kain Goyor Laris Manis Saat Hari Raya

Meski masih mempertahankan pembuatan secara manual. Namun dari segi kualitas, sarung goyor tak kalah dengan sarung pabrikan. Dibanderol lebih mahal dibanding sarung pabrikan.
Sulit Dibuat, Namun Kain Goyor Laris Manis Saat Hari Raya

Permintaan sarung goyor khas Sidoarjo, 2 pekan jelang lebaran mengalami peningkatan hingga 2x lipat. Penuhi permintaan, pengrajin sarung goyor pun tingkatkan kapasitas produksi. Kondisi ini dialami pemilik usaha sarung goyor Botol Dunia, Bambang Suroso yang berdomisili di desa Pojok, Tawang Sari, Sukoharjo, Jawa Tengah.

“Ya dalam puasa ini kenaikan permintaan ada Pak. Kurang lebih 10 sampai 15 persen. Untuk bulan Ramadhan saya bisa mengirim kurang lebih 1 minggunya itu 10 kodi. Sebelumnya paling ya sekitar 7,5 sampai 8 kodi per minggunya.”

Ciri khas Sarung Goyor di Desa Wonosari terbilang lembut dan dingin saat dipakai

Kain ini tergolong mahal lantaran pengrajinnya masih menggunakan alat tenun bukan mesin atau ATBM dan prosesnya rumit.
Ciri khas Sarung Goyor di Desa Wonosari terbilang lembut dan
dingin saat dipakai
Desa Wonosari di Sambirombo merupakan satu-satunya sentra produksi sarung goyor di Sragen. Disitu berupa usaha rumahan, sarung goyor buatan ibu-ibu ini mampu menembus pasar internasional. Sebut saja: Mesir, Somalia, dan Arab Saudi.

Di pasaran lokal harga sarung goyor di kisaran 300 hingga 500 ribu. Sementara di luar negeri harganya mencapai 2 juta rupiah tergantung tingkat kerapatan benang. Kain ini tergolong mahal lantaran pengrajinnya masih menggunakan alat tenun bukan mesin atau ATBM dan prosesnya rumit.

Tuesday, August 7, 2018

Ariska, pengrajin kain songket khas dayak

Dalam membuat kain songket khas dayak, rizka tidak menemukan kendala yang berarti, tapi mahasiswa IKIP PGRI Malang ini mengaku kesulitan memasarkan hasil karya kerajinannya, terlebih untuk menembus pasar moderen.
Ariska, pengrajin kain songket khas dayak

Secara singkat, tari songket ini telah ada sejak dahulu. Sementara songket sendiri telah dilestarikan sejak zaman kerajaan, tepatnya di propinsi Sumatera Selatan. Di kalimantan barat sendiri, kain songket sudah ada sejak dahulu. Namun kain dengan bahan dasar benang yang ditemui oleh pengrajin daerah Putus Sibau  ini menenun kain songket dengan motif khas dayak.

Adalah Ariska salah satu pengrajin kain songket asal kabupaten Kapuas Hulu yang menggeluti usahanya ini sejak dia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Ketertarikannya melestarikan budaya leluhur agar tidak tergerus jaman, Rizka membuat kain songket berbahan dasar motif kebaya moderen. Sehingga peminat di kalangan muda juga dapat melestarikan budaya tersebut.

Julius Pandan, pengrajin Mandau asal Mantarang, Kalimantan

Menurut Julius Pandan, dalam sebulan ia hanya bisa menyelesaikan 2 buah falazap dan kebanyakan untuk dikirim ke negeri tetangga, Malaysia.
Julius Pandan, pengrajin Mandau asal Mantarang, Kalimantan

Julius Pandan sudah dikenal sebagai pandai besi di kalangan suku dayak di daerah Mantarang. Mandau jenis falazap, salah satu senjata tradisional suku Dayak di Kalimantan.

Proses penepaan dan pengukuran falazap itu rumit dan membutuhkan waktu lama. Menurut Julius Pandan, dalam sebulan ia hanya bisa menyelesaikan 2 buah falazap dan kebanyakan untuk dikirim ke negeri tetangga, Malaysia. Pembuatan Falazap tidaklah mudah. Memerlukan keahlian tersendiri. Itulah mengapa pembuat falazap jarang ditemukan.

Sepeda bambu di Ghana

She has already trained and employed more than 35 young people. Some of them disabled.  The income is not only benefiting her employees. She’s donating bikes to the local community.
Sepeda bambu di Ghana

Bernice Dapaah is changing the face of transport in Ghana.
By making bikes out of bamboo.
The frame I completely recyclable. And for each bamboo plant used the team plants ten more. Bernice is making a green form of transport even more eco-friendly.
She has already trained and employed more than 35 young people. Some of them disabled.
The income is not only benefiting her employees. She’s donating bikes to the local community.
Bamboo bikes are now ridden not only in Ghana, but all over the world.

Monday, August 6, 2018

Miftahul Rizky pembuat Sepeda Kayu lulusan ITS

Untuk alternatifnya kenapa saya memilih bambu ??  Karena bambu lebih cepat tumbuhnya. Terus dia ditanam dimanapun juga bisa. Dari situ kan kita bisa mengurangi penggunaan kayu untuk penggundulan hutan dan merusak ekologi.
Miftahul Rizky pembuat Sepeda Kayu lulusan ITS

Desain sepeda premium eco-friendly berbahan bambu laminai oleh Miftahul Rizky

Latar Belakang
Untuk ini latar belakangnya kan ini lagi ngetrend sepeda. Sepeda fixy di kota-kota. Ya kita lihat sepeda fixy itu kan sepedanya berbahan dari, semuanya itu kan bangkai besi, alumunium, semuanya kan mengeluarkan emisi. Demi mencegah global warning, kita menggunakan material yang eco friendly, yang ramah lingkungan seperti bambu dan kayu.

Pustaka Gerobak Sapi di Way Haru, Lampung

Seperti ditayangkan Fokus Sore Indosiar, Selasa (20/2/2018), gerobak berisi ratusan buku bacaan diserbu anak-anak sekolah yang antusias ingin membaca buku dan menambah pengetahuan. Sulitnya akses menuju desa yang berjarak 250 kilometer dari pusat kota Kabupaten Pesisir Barat, membuat warga tak mudah untuk mendapatkan pasokan buku.
Pustaka Gerobak Sapi di Way Haru, Lampung

Kita beralih ke informasi lain pemirsa.
Guna menumbuhkan minat baca anak, sebuah gerobak sapi disulap menjadi perpustakaan berjalan di Waiharu, kabupaten pesisir barat Lampung. Lokasi yang sulit terjangkau membuat anak-anak Waiharu kekurangan pasokan buku bacaan hingga mereka pun tak menyia-nyiakan kesempatan membaca saat pustaka gerobak sapi tiba.

Pelan. . . .pelan. . . pelan
Para siswa ini berlarian ketika pedati tiba di waiharu, kabupaten pesisir barat Lampung. Bukan sembako yang mereka perebutkan, namun buku bacaan.

Surono Sulistyo, Pemilik Motor Kayu asal Solo

Gimana ya, saya cuman coba-coba awalnya. Tahun 2001 itu saya coba-coba bikin sepeda kok enak. Terus . . . . . .
Surono Sulistyo, Pemilik Motor Kayu asal Solo

Surono Sulistyo, Pemilik Motor Kayu
Oh ini motor Kawasaki. Ya sudah lewat umur, terus saya bikin kayak gini. Spontanitas yah dek yah. Ya dikarenakan saya supir PT Panca Darma, selagi enggak ada pekerjaan seusia saya ini daripada pikiran kemana-mana. Selagi proyek enggak ada, pekerjaan saya kan kosong terus saya larikan bikin-bikin sepeda. Ya kemudian bikin sepeda motor begini.

Saya bikin sepeda ini tahun 2001 sampai saat ini. Kuat, itu pelituran ya juga dari dulu sampai sekarang belum saya rubah. Kan kalau dari daun, itu dari tahun 2001 sampai sekarang.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Labels

Acara Masak Memasak (2) Adang Muhidin (8) Aeromodelling (1) Afrika (1) Agristream TV (1) AGTV News (1) Ahmad Fajri (1) Air Terjun (1) Akar (4) Akar Bambu (5) Aksesoris (4) Alat Musik (15) Anggur (1) Angklung (10) Antara News (11) AnTV (3) Anyer Bakery (1) AR Channel (1) Arab Saudi (1) Asep Sancang (2) Bajaj (1) Bali (12) Balik Papan (3) Bambang Sudarsono (4) Bambootronic (1) Bambu (35) Ban Bekas (2) Bandung (17) Banten (3) Banyuasin (1) Banyuwangi (2) Batik (2) Batu (1) Batu Bara (1) Bawang (2) Beijing (2) Bejo Wage Suu (3) Bekas (2) Belajar (1) Belfast (1) Belgia (1) Berita Satu (5) Berlin (2) Biola (1) Blitar (2) Blogspot (3) Blora (1) Bogor (2) Boneka (3) Boneka Telur (1) Bonggol Bambu (1) Boyolali (1) Brussel (1) Buah dan Sayuran (2) Budaya (2) Burung (6) Bus (1) Busana dan Pakaian (3) Cangkang Telur (8) Ciamis (5) Cina (4) Cirebon (2) Cismi Cikwati (2) Clay (1) CNN Indonesia (4) Daai TV (1) Dandung Santoso (1) Daniel Vogel Essex (1) Dapur (1) Daun (4) Deli Serdang (1) Den Pasar (3) Depok (3) Desa Setulang (1) Detik News (1) Dewi Kocu (3) Didi Diarsa Adiana (4) Dokter (1) Dokter Gigi (1) Dot Art (1) Drum (1) Eceng Gondok (2) Eropa Tengah (1) Erosiska Cantika (2) Es Krim (12) Es Krim Buah (4) Es Krim Sayur (9) Facebook (10) Fajrin Aziz (2) Festival (1) Filipina (1) Flora dan Fauna (3) Florenzia Zea (2) Forklift (1) Froz Banana (1) FruChips (1) Fruit Carving (16) Gabus (1) Gadjah Mada (1) Game (1) Ganda Suganda (1) Ganda Suhanda (2) GeoLive (1) Ghana (1) Gianyar (1) Giasa Lutfiah (1) Gilang Mobyar (2) Gitar (4) Gitar Batik (1) Gorontalo (1) Gratis (1) Gresik (1) Gunung Kidul (1) Guru (1) Handphone (1) Helm (1) Herman (1) Hidroponik (3) HOw to (4) Ice Carving (1) Indonesia Morning Show (2) Indosiar (3) Indramayu (1) iNews TV (1) Instagram (4) IPB (Institut Pertanian Bogor) (1) ITS (1) Jagung (1) Jakarta (8) Jakarta Timur (2) Jakarta Utara (1) Jam Tangan (3) Jambu Kulon (1) Jasa Sewa (1) Jatnika Nangga Mihardja (2) Jatnika Nangga Miharja (5) Jawa Barat (28) Jawa Pos TV (1) Jawa Tengah (16) Jawa Timur (40) Jelekong (8) Jember (6) Jepang (2) Jepara (1) Jerman (2) Jombang (2) Kabar Kampus (1) Kain (2) Kaleng (7) Kaligrafi (3) Kalimantan (6) Kalimantan Barat (1) Kalimantan Timur (3) Kalimantan Utara (2) Kanada (1) Kapal Laut (1) Kardus (1) Karung (5) Karung Goni (11) Kayu (14) Kebumen (1) Kedai (1) Kediri (4) Kelapa (11) Kelapa Gading (1) Kelinci (2) Kenari (1) Kendaraan (5) Kendaraan Listrik (2) Kerajinan (35) Kerajinan Tangan (12) Kerang (5) Kerikil (1) Keripik (1) Kertas (2) Klaten (1) Koki (1) Kompas TV (13) Kompetisi (8) Komputer (1) Kontes (1) Kopi (2) Korek Gas (1) Kue Cubit (1) Kulit Telur (1) Kulit Ular (1) Kulon Progo (1) Kursi (1) Kusnudin (2) Kuta (1) Kutai (1) Lamongan (2) Lampion (1) Lampu Hias (5) Lampung (5) Lego (1) Lembaga sosial (1) Lilin (1) Limbah (5) Liputan 6 (5) Liputan Kota (1) Lius Kasdianto (1) Lomba (1) Lukis Telur (2) Lukisan Kaleng (2) Madiun (1) Madrasah (1) Magelang (3) Mahasiswa (1) Mainan (1) Makanan dan Minuman (4) Makassar (1) Malang (1) Malinau (1) Maluku (1) Mandau (1) Masbash (4) Medan (6) Meksiko (1) Merajut (3) Mesin Cuci (1) Mesir (1) Metro TV (37) Miniatur (15) Minuman Teh (1) MNC TV (2) Mobiloo (1) Modifikasi (1) Molis (1) Motor (3) Motor Gede (1) Motor Listrik (3) Muklis Abdul Kholik (5) Museum (1) NDtv (1) Net TV (55) Nganjuk (2) Ngawen (1) Ngawi (2) Ngemplak (1) Novie Simon (4) Oey Min Lan (1) Pacitan (1) Padang (3) Padang Sarai (1) Pagi Pagi (1) Palembang (2) Panjalu (1) Pantai (1) Paper Cutting (3) Papitakidsnews (1) Paskah (1) Pasuruan (2) Penangkaran Burung (3) Pendidikan (4) Penenun (2) Pengrajin (2) Pensil (1) Penyiar (5) Pepaya (1) Perancis (1) Perpustakaan (1) Pertanian dan Perkebunan (1) Pesawat (1) Peternakan (2) Pikiran Rakyat (1) Pinrang (1) Pipa (1) Pirografi (2) Pisang (1) Pluit (1) Pointilisme (1) Ponorogo (1) Pot Hias (2) Praha (1) Pringsewu (1) Probolinggo (1) Pulang Kampung (1) Pulau (1) Pulau Buton (1) Pulau Morotai (1) Purbalingga (2) Purwakarta (2) Pustaka Gerobak Sapi (1) Radar TV News (1) RCTI (2) Robot (2) Rohimat Hermawan (1) Rotan (8) Rotan Karakter (6) Rumah (5) Rumah Bambu (5) Rumah Kayu (1) Rumah Tangga (5) Sakti TV (1) Salak (2) Salatiga (3) Sampah (1) Sandal (1) Sapa Indonesia (5) Sarung (9) Sarung Goyor (11) Sarwidiyanto (3) Sawah Lunto (1) Sedotan (1) Sejarah (2) Sekolah (3) Selis (2) Semarang (3) Seni Decoupage (9) Seni Lukis (27) Seni Pahat (4) Seni Tari (1) Seni Ukir (12) Sepatu (1) Sepeda (17) Sepeda Bambu (10) Sepeda Kayu (5) Sepeda Listrik (17) Seputar Indonesia (1) Serbuk (1) Shanghai (1) Siluet Art (2) Sindhu Prasastyo (3) Sindo News (4) Singgih S Kartono (2) Singkong (1) Siswa (1) Skuter (1) Sleman (1) SMA (1) Snack (1) Solo (12) Solo Pos TV (6) Somalia (1) Songket (1) Sragen (2) Sri Sulastri (3) Sri Wahyuni Handayani (2) Sriwijaya TV (1) Sukabumi (2) Sukoharjo (7) Suku Dayak (6) Sulawesi (3) Sulawesi Selatan (4) Sulawesi Tengah (1) Sulawesi Tenggara (1) Suling (1) Sumatera (2) Sumatera Barat (3) Sumatera Selatan (3) Sumatera Utara (6) Sumbawa (1) Surabaya (6) Surabaya TV (1) Surf (1) Susilowati (3) Sutrisno (1) Swiss (1) Taiwan (1) Tampaksiring (1) Tangerang (2) Tato (1) Taufik Kurohman (1) Tawang Sari (2) Tebet (1) Teguh Joko Dwiyono (2) Teknologi (3) Telepon (1) Teluk Naga (1) Telur (9) Telur Paskah (1) Temanggung (3) Tempo TV (2) Tenaga Surya (1) Timlo TV (1) Tiongkok (1) Tips & Trik (1) Tonight Show (1) Tradisional (1) Trans 7 (10) Transportasi (2) Tuban (1) Tulung Agung (4) TV Bisnis (2) TV One (1) Twitter (2) Ukir Telur (1) Ukiran (5) Ukraina (1) Unik & Lucu (2) Universitas (3) Unyil (4) Vancouver (1) Video 02 (17) Video 04 (3) Video 05 (16) Viva News (1) Wahyu Kristanto (1) Wajo (1) Wawancara (4) Way Haru (1) Wayang (1) Website (4) Wetz Shinoda (1) Winarto (3) Winawan Mardi (2) Wine (2) Yaman (1) Yogyakarta (11) You Tube (5)