Beginilah komunitas anak pecinta angklung asal Tasikmalaya mengisi hari terakhir liburan panjang. Mereka berlatih angklung di saung angklung milik Mumu Alimudin, warga kampung Nempel, Pangiciran, Ciamis, Jawa Barat. Mereka sangat antusias bermain angklung.
Isran, pelajar, “Tokecan, sotawar, munajat cinta, ada apa dengan mu. . . .udah itu aja.”
Lembaga permasyarakatan kelas 2B Ciamis membuka pelatihan alat musik tradisiona, Angklung bagi warga binaannya. Diharapkan warga binaan memperoleh ilmu dan keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah selesai menyelesaikan masa di tahanan.
Inilah aktivitas terbaru dari warna binaan Lapas kelas 2 B, Ciamis. Membuat alat musik tradisional khas Jawa Barat, angklung. Belasan warga binaan ini dilatih cara mengolah bambu menjadi sebuah alat musik. Tak mudah memang untuk membuat alat musik dari bambu ini. Selain harus mempunyai keterampilan tangan dalam mengolah bambu, warga binaan pun dilatih menyesuaikan bila ada bilah bambu. Dibimbing pengrajin sekaligus penggagas angklung di Ciamis, pelatihan ini diharapkan menjadi bekal ilmu para warga binaan saat kembali ke lingkungan masyarakat.
Foto-foto siluet ini cukup berbeda dari biasanya. Dengan menggunakan material kayu, siluet wajah ini dibentuk dengan cara di gergaji. Ini merupakan produk kreatifitas sejumlah pemuda di desa Pabuaran, Panjalu, Ciamis, Jawa Barat. Mereka tergabung dalam komunitas Anak Ibu.
Usaha kerajinan tangan ini dirintis sejak 2014 lalu. Proses pembuatannya tak jauh berbeda dengan foto siluet biasanya. Pertama adalah sesi pemotretan, editing, kemudian sketsa ditempel di atas kayu. Yang berbeda, sketsa tersebut di bor dan digergaji untuk mendapatkan dimensi siluet. Langkah selanjutnya adalah penghalusan. Kemudian diberi pigura. Foto siluet kayu ini siap untuk dibawa pulang.
Inilah siluet kayu karikatur. Kreasi kayu terbaru dari komunitas anak ibu, asal Panjalu, Ciamis, Jawa Barat. Sudah 3 tahun terakhir sekelompok pemuda di Panjalu, Ciamis ini membuat terobosan baru dengan siluet sketsa wajah berbentuk karikatur.
Karya warga Ciamis ini ternyata mendapat respon positif dan mengundang banyak peminat dari berbagai kalangan, termasuk pejabat negara dan selebritis. Dalam sehari, komunitas anak ibu ini pun mampu memproduksi 20 hingga 30 siluet kayu karikatur.
Limbah kayu yang sering ditemukan di sekitar kita, ternyata bisa disulap menjadi hasil karya seni bernilai jual tinggi. Di tangan Ganda Suganda, seniman asal Panjalu, Kabupaten Ciamis, limbah kayu disulap menjadi media pembuatan foto pribadi atau foto pasangan.
Idenya sangat sederhana. Selain menyukai seni ukir, dirinya ingin memanfaatkan limbah kayu yang banyak ditemukan di sekitar rumah jadi pemicunya. Ya, namanya foto siluet kayu, serta foto karikatur kayu yang unik dan bernilai seni tinggi.