Seni tato dayak hingga kini masih dipertahankan oleh warga di Balikpapan, Kalimantan Timur. Tato khas Dayak biasa dipergunakan menggunakan alat tradisional, berupa 2 bilah kayu ulin yang diukir.
Meski prosesnya tampak ekstrim, karena alat tato dipukulkan pada kulit tetapi inilah yang menjadi daya tarik sebagian pecinta tato. Proses ini dikatakan tidak sakit jika menggunakan tato mesin. Namun proses penyembuhan memakan waktu yang lebih lama.
