Showing posts with label Jawa Timur. Show all posts
Showing posts with label Jawa Timur. Show all posts

Saturday, January 19, 2019

Kerajinan Decoupage Karya Warga Desa Alasnyiur, Probolinggo

Sejak dirintis sejak awal 2018 lalu, ribuan produk decoupage berhasil terjual. Melalui bazaar, pameran, via media sosial, hingga dipasarkan manual di toko asesoris milik pengrajin. Harga produk decoupage berkisar antara 25 ribu rupiah hingga Rp 125 ribu, tergantung jenis ukuran dan tingkat kesulitan.
Kerajinan Decoupage Karya Warga Desa Alasnyiur, Probolinggo

Warga Desa Alasnyiur, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur berhasil merubah sampah botol, sisa kecap ataupun sirup minuman menjadi barang yang bernilai jual. Kerajinan ini merupakan seni mendekorasi objek dengan menempelkan potongan kertas berwarna ke dalam kombinasi dengan efek cat khusus dan elemen dekoratif lainnya.

Ada 5 (lima) tahap yang dilalui perajin, yakni dekorasi dasar, pengeringan, penempelan kertas warna, pengeringan tahap akhir, lalu finishing. Ide dasar decoupage berawal dari maraknya botol bekas yang tak terpakai di desanya.

Thursday, January 17, 2019

Nina Yaroh Mengkreasikan Decoupage Bermodalkan Peralatan Dapur

Meski terlihat mudah, namun untuk membuat decoupage ini memerlukan keahlian dan ketelatenan tinggi.
Nina Yaroh Mengkreasikan Decoupage Bermodalkan Peralatan
Dapur

Ini masih di Jawa Timur pemirsa. Nah jika biasanya talenan dan centong digunakan sebagai alat-alat dapur. Namun siapa sangka ?? Di tangan seorang warga Kota Blitar, talenan dan centong ini bisa di sulap bim salabim menjadi aneka hiasan decopatch atau seni tempel yang bernilai ekonomis. Bahkan barang-barang kerajinan yang berasal dari alat-alat dapur ini sudah tembus pasar luar Jawa.

Inilah aneka hiasan decopatch atau seni tempel yang unik dan indah. Namun siapa sangka aneka hiasan tersebut berasal dari telenan dan centong yang biasa digunakan untuk keperluan dapur. Aneka telenan dan centong ini di sulap oleh Nina Yaroh, warga Jalan Kelud, kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar. Decoupage hasil kreasi Nina Yaroh ini memiliki motif bermacam-macam, seperti: pemandangan alam, ikon-ikon luar negeri, kaligrafi, motif bunga, hingga motif hewan.

Hasil Karya Decoupage Ibunda Retno Sarilita Itu Bagus, Halus, dan Murah

Butuh ketelatenan saat memotong dan menempelkan tisu bermotif ini ke media yang hendak digunakan. Selama ini Retno mengaplikasikan seni decoupage ke berbagai barang kebutuhan sehari-hari, terutama perlengkapan wanita seperti: tas, dompet, dan sendal.
Hasil Karya Decoupage Ibunda Retno Sarilita Itu Bagus, Halus,
dan Murah

Masih dari Jawa Timur. Seni memotong dan menempel atau decoupage bila ditekuni bisa mendatangkan rezeki. Seorang ibu rumah tangga di Tulungagung, Jawa Timur membuat berbagai barang kerajinan dengan teknik ini.

Berawal dari kegemarannya menekuni seni memotong dan menempel atau decoupage, Retno Sarilita warga Kelurahan Kepatihan, Tulungagung ini sekarang menerima pesanan barang kerajinan. Dari sekedar coba-coba, kerajinan karyanya yang kemudian ia foto dan unggah ke media sosial, ternyata mendapat respon positif.

Kertas Tisu Bagi Ibunda Malahayati Dapat Menghasilkan Seni Decoupage Nan Menawan

Seni decoupage berasal dari bahasa Perancis. Decoupe yang artinya memotong. Kesenian asal Tiongkok yang justru berkembang di Eropa ini banyak menggunakan teknik memotong bahan seperti kertas, kemudian menempelkannya pada objek apa saja, seperti: tas, pigura, talenan, jam dinding, bahkan lilin.
Kertas Tisu Bagi Ibunda Malahayati Dapat Menghasilkan Seni
Decoupage Nan Menawan

Saudara, sibuk berkarir bukan berarti mengesampingkan hobi. Inilah landasan kuat seorang apoteker asal Kediri yang mengisi waktu luangnya dengan menggeluti seni decoupage. Ketelitian dan kesabaran dalam mengkreasikan tisu decoupage membuatnya mampu menghasilkan karya yang digemari oleh konsumen.

Seperti apa kreasi tisu decoupage tersebut ?? Berikut liputannya . . . .

Tuesday, January 15, 2019

Omset Stephanie Susi Hingga Belasan Juta Rupiah Tiap Bulan, Berkat Decoupage

Tekniknya disebut decoupage atau seni menghias suatu objek dengan menempelkan kertas. Kesenian decoupage ini cukup populer di Eropa. Tidak hanya sekedar seni menghias dengan menempel, tetapi juga dengan teknik melukis.
Omset Stephanie Susi Hingga Belasan Juta Rupiah Tiap Bulan,
Berkat Decoupage

Iya, dengan mengkreasikan barang-barang bekas dengan teknik menempel dan melukis atau decoupage, seorang ibu rumah tangga asal Surabaya mampu menghasilkan omset jutaan rupiah tiap harinya. Seperti apa seni decoupage ini ?? Berikut liputannya.

Barang bekas yang tidak terpakai di dalam rumah bisa diolah menjadi barang yang memiliki nilai jual tinggi. Seperti yang dilakukan seorang ibu rumah tangga atau Surabaya, Stephanie Susi yang membuat barang tidak terpakai menjadi dekorasi interior yang apik.

Friday, November 30, 2018

Imam Syafi'i Mengkreasikan Pesawat Berbahan Gabus Eletronik

Meski tradisional, pesawat ini sudah melanglang buana ke berbagai penjuru nusantara.
Imam Syafi'i Mengkreasikan Pesawat Berbahan Gabus Eletronik

Putar baling-balingnya dan terbang yeee e e e. Inilah pesawat bertenaga karet kreasi Imam Syafi'i, warga Kelurahan Ngaglik, Kota Batu, Jawa Timur. Kalau biasanya pesawat miniatur bertenaga bahan bakar minyak atau baterai, pesawat yang ini terbang hanya dengan tenaga kinetik dari putaran karet gelang.

“Awalnya main pesawat tenaga karet itu saya sendiri dari hobi. Jadi dulu mainnya bangsal, kayu bangsal khusus memang itu air modeling. Lama-lama baru setahun ini saya main di Vom atau gabus, gabus bekas elektronik. Jadi kadang ke tempat pembuangan sampah itu ngecek ngecek gabus elektronik, bekas-bekas pembungkus elektronik yang ada itu saya pakai, saya ambil. Kemudian kalau untuk baling-baling saya buat dari coffe cup.”

Wednesday, September 26, 2018

Jamawi, pembuat motor kayu asal Ngawi

Bagi Jamawi bagian tersulit dalam membuat spare part motor berbahan dasar kayu ini adalah pada saat proses pemahatan. Jika tak berhati-hati, maka kayu akan pecah sehingga dirinya harus membuat ulang kembali. Untuk satu 1 unit motor, biasanya ia mampu selesaikan dalam waktu 2 bulan.
Jamawi, pembuat motor kayu asal Ngawi

Sepintas, motor yang terpajang di halaman rumah ini nampak seperti miniatur mainan. Namun jika dilihat lebih dekat lagi, anda akan takjub dengan motor kayu yang dibuat oleh Jamawi, warga desa Sendongrejo, kecamatan Kendal, Ngawi.

Di bengkel kayu, 4 x 6 meter ini lah Jawawi setiap hari menghabiskan waktu untuk merangkai kayu buatannya. Dengan menggunakan alat perkakas seadanya, kayu-kayu tersebut dipola lantas dibentuk hingga menjadi sepeda motor.

Thursday, September 13, 2018

Winarso, perajin miniatur berbahan bambu asal Kediri, Jawa Timur

Proses pengerjaan yang tampak sederhana ini ternyata memiliki detail yang rinci. Bambu yang digunakan terbatas, hanya bambu jenis apus dan ori
Winarso, perajin miniatur berbahan bambu asal Kediri, Jawa Timur

Kembali ke zona bisnis. Pemirsa, ada seorang pemuda di kabupaten Kediri, Jawa Timur yang memanfaatkan bambu sebagai bisnis yang cukup menjanjikan. Hasil karya seni yang mempunyai nilai tambah ini pun telah dipasarkan hingga ke Bali.

Peluang bisnis ternyata bisa berasal dari mana saja. Termasuk dari pohon bambu. Winarso, warga desa kulungrejo, kecataman pare, kabupaten Kediri, Jawa Timur mencoba memanfaatkan banyaknya pohon bambu di sekitar wilayahnya sebagai peluang untuk menambah pundi-pundi rupiah. Yaitu dengan membuat kerajinan miniatur berbahan dasar bambu.

Ahmad Munirul Huda, perajin kaligrafi berbahan bambu asal Tulungagung

Dikerjakan seorang diri, di teras depan rumahnya. Ahmad Munirul Huda, pengrajin kaligrafi asal desa Mergayu, kecamatan Bandung, TulungAgung, Jawa Timur ini mengerjakan pesanan kaligrafi dari bambu.
Ahmad Munirul Huda, perajin kaligrafi berbahan bambu
asal Tulungagung

Ya, pemirsa. Barang bekas atau limbah, ini tidak selamanya harus menjadi sampah. Ya ditangan seorang pengrajin kaligrafi di TulungAgung, Jawa Timur, limbah bambu wulung yang didapat dari pengrajin mebel dimanfaatkan menjadi kaligrafi bambu 3 dimensi, yang unik dan juga artistik.

Dikerjakan seorang diri, di teras depan rumahnya. Ahmad Munirul Huda, pengrajin kaligrafi asal desa Mergayu, kecamatan Bandung, TulungAgung, Jawa Timur ini mengerjakan pesanan kaligrafi dari bambu.

Sunday, August 26, 2018

Agus Effendi membuat Pot Bunga Hias berbahan Handuk Bekas

Agus Effendi membuat Pot Bunga Hias berbahan Handuk Bekas

Akhir pemirsa. Terkait dengan kerajinan tangan, yang satu ini tak kalah menarik nih. Di tangan Agus Effendi, warga desa Rejosari, kecamatan Gondang, Tulung Agung, Jawa Timur, handuk bekas maupun karung goni bekas ini dapat dimanfaatkan untuk membuat pot bunga hias yang unik dan artistik, serta mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

Sunday, August 12, 2018

Ityatmi telah 45 tahun bekerja sebagai penenun Sarung Goyor

Dibandingkan dulu, industri sarung goyor sambirembe mengalami perkembangan signifikan. Ityatmi menjelaskan kelebihan sarung goyor yakni nyaman dipakai dalam berbagai suasana.
Ityatmi telah 45 tahun bekerja sebagai penenun Sarung Goyor

Suara gemeretak alat tenun bukan mesin atau ATBM sahut menyahut dari sebuah ruang rumah Ny Kardi, warga Wonosari, Sambirembe, Kalijambe, Sragen, Minggu 29 Juni. 8 perempuan serius mengoperasikan alat yang tersusun dari batang-batangan kayu. Sebagian diantara mereka adalah perempuan lanjut usia.

Friday, August 10, 2018

Eko Karyanto pemilik galeri Sarung Goyor di Kediri

Hingga saat ini saja ia sudah menerima pesanan lebih dari 160 potong sarung dari sejumlah toko di kota Kediri hingga Madura untuk Ramadhan nanti. Jumlah ini mengalami peningkatan dari hari biasanya yang mencapai 150 persen dan diprediksi akan terus mengalami penambahan.
Eko Karyanto pemilik galeri Sarung Goyor di Kediri

Para pengrajin di sentra tenun ikat bandar kota Kediri saat ini telah disibukkan dengan pemenuhan pesanan sarung goyor khas kota Kediri untuk momen lebaran dan idul fitri. Seperti yang terlihat di galeri milik Eko Karyanto, AAM Putra ini.

Hingga saat ini saja ia sudah menerima pesanan lebih dari 160 potong sarung dari sejumlah toko di kota Kediri hingga Madura untuk Ramadhan nanti. Jumlah ini mengalami peningkatan dari hari biasanya yang mencapai 150 persen dan diprediksi akan terus mengalami penambahan. Kini ia ada 15 karyawannya terus meningkatkan jumlah produksi dengan penambahan jam kerja hingga pukul 8 malam. Dalam sehari galerinya mampu menghasilkan 15 potong sarung.

Thursday, August 9, 2018

Ciri khas Sarung Goyor di Desa Wonosari terbilang lembut dan dingin saat dipakai

Kain ini tergolong mahal lantaran pengrajinnya masih menggunakan alat tenun bukan mesin atau ATBM dan prosesnya rumit.
Ciri khas Sarung Goyor di Desa Wonosari terbilang lembut dan
dingin saat dipakai
Desa Wonosari di Sambirombo merupakan satu-satunya sentra produksi sarung goyor di Sragen. Disitu berupa usaha rumahan, sarung goyor buatan ibu-ibu ini mampu menembus pasar internasional. Sebut saja: Mesir, Somalia, dan Arab Saudi.

Di pasaran lokal harga sarung goyor di kisaran 300 hingga 500 ribu. Sementara di luar negeri harganya mencapai 2 juta rupiah tergantung tingkat kerapatan benang. Kain ini tergolong mahal lantaran pengrajinnya masih menggunakan alat tenun bukan mesin atau ATBM dan prosesnya rumit.

Monday, August 6, 2018

Miftahul Rizky pembuat Sepeda Kayu lulusan ITS

Untuk alternatifnya kenapa saya memilih bambu ??  Karena bambu lebih cepat tumbuhnya. Terus dia ditanam dimanapun juga bisa. Dari situ kan kita bisa mengurangi penggunaan kayu untuk penggundulan hutan dan merusak ekologi.
Miftahul Rizky pembuat Sepeda Kayu lulusan ITS

Desain sepeda premium eco-friendly berbahan bambu laminai oleh Miftahul Rizky

Latar Belakang
Untuk ini latar belakangnya kan ini lagi ngetrend sepeda. Sepeda fixy di kota-kota. Ya kita lihat sepeda fixy itu kan sepedanya berbahan dari, semuanya itu kan bangkai besi, alumunium, semuanya kan mengeluarkan emisi. Demi mencegah global warning, kita menggunakan material yang eco friendly, yang ramah lingkungan seperti bambu dan kayu.

Tuesday, July 17, 2018

Susilowati Menjadi miliader melalui penangkaran burung

Uniknya semula ia sangat membenci burung. Namun karena kesibukan sang suami yang bekerja sebagai PNS, Susilowati akhirnya terpaksa merawat dan memberi makan burung-burung suaminya ini.
Susilowati Menjadi miliader melalui penangkaran burung

Nama Susilowati, Ibu Rumah Tangga asal Desa Kudu, Nganjuk, Jawa Timur, mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan pecinta burung. Selama 15 tahun sudah Ibu tiga anak itu sukses menjadi penangkar burung Jalak Bali.

Uniknya, semula Ia sangat membenci burung. Namun, karena kesibukan sang suami yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Susilowati akhirnya terpaksa merawat dan memberi makan burung-burung milik suami tercintanya.

Monday, July 16, 2018

Berkat beternak burung, Ibunda Susilowati dapat membantu ekonomi keluarga

Keuntungan melimpah akan dirasakan bila burung berhasil bertelur dan menetaskan anak. Untuk anak burung Jalak Bali yang baru berumur 1 bulan, dibanderol harga 12 juta rupiah sepasang. Sedangkan burung cucak rowo dihargai 4 juta rupiah sepasang.
Berkat beternak burung, Ibunda Susilowati dapat membantu
ekonomi keluarga

Susilowati, seorang ibu rumah tangga warga desa Kudu, kecamatan Kertosono, Nganjuk, sukses menggeluti bisnis beternak burung di rumahnya. Berbekal ketelatenan dan modal seadanya, kini usaha yang umumnya digeluti kaum laki-laki ini telah menghasilkan keuntungan rata-rata 25 juta rupiah untuk tiap bulan.

Jenis burung yang dipilih untuk ditangkar juga tak main-main. Yakni burung langka dan dilindungi, seperti Jalak Bali dan Cucak Rowo. Di rumahnya yang asri, Susilowati memiliki 40 kandang yang sebagian besar telah produktif.

Friday, July 6, 2018

M. Sabar, pembuat sepeda asal Pasuruan

Ide pembuatan sepeda berawal dari banyaknya pohon bambu di desanya. Namun M. Sabar terkendala modal untuk pembuatannya.
M. Sabar, pembuat sepeda asal Pasuruan

Nah yang satu ini kira-kira, pohon bambu ini bisa diolah menjadi apa saja. Kalau bambu sih mungkin banyak kegunaannya, bisa menjadi tongkat sampai beraneka kerajinan. Nah betul, satu lagi nih, bambu bisa disulap juga jadi sebuah sepeda ternyata. Di Jawa Timur, seorang pemulung kreatif menciptakan sepeda yang terbuat dari bambu.

Bambu yang lazim digunakan sebagai gedek atau dinding rumah, kini disulap menjadi karya seni yang unik. Yah, hasil kreatifitas Sabar, warga kecamatan Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, mampu merangkai bilah-bilah bambu ini menjadi sepeda. Mulai dari setir, sadel, pedal, bahkan sock breaker, semuanya terbuah dari bambu.

Tuesday, June 26, 2018

Bustami, pengrajin kaligrafi berbahan bambu dari Jombang

Dengan bambu, para pengusaha kreatif ini mampu mengubah bambu menjadi hasil karya kaligrafi, kursi, perabot rumah tangga, souvenir dan lain sebagainya. Penjualannya bahkan mampu menembus pasar internasional. Published on Jul 2, 2016
Bustami, pengrajin kaligrafi berbahan bambu dari Jombang

Seni kaligrafi berbahan dasar bambu, serta kulit pisang ini dikembangkan oleh mustanil. Warga desa Grogol, Jombang, Jawa Timur. Beberapa huruf terlihat memiliki ciri khas tersendiri, karena memiliki sudut kemiringan hingga 90 derajat. Bahkan kaligrafi yang seluruhnya terbuat dari bambu runcing ini tampak seperti huruf 3 dimensi.

Ilmu Bustami dalam membuat kaligrafi bambu ini berawal saat dirinya membuat mainan bagi anaknya yang terbuat dari batang pepaya. Kemudian hal tersebut menginspirasinya dalam membuat kaligrafi bambu. Baik kaligrafi bahasa Arab, maupun bahasa China. Mustanil bahkan bisa membuat aneka ukuran kaligrafi hingga bernilai puluhan juta rupiah.

Joko Saputro, pengrajin akar bambu asal Malang

Akar bamboo, yang selama ini hanya sebatas limbah, dan kurang dimanfaatkan, ternyata mempunyai nilai ekonomis tinggi. Ditangan pengerajin bertalenta, asal Solo, yang kini tinggal di Malang, yaitu joko, akar bambu bisa disulap, menjadi karya ukir yang beraneka ragam. Kerajinan ini pun, tak hanya kebanjiran pesanan dari dalam negeri, namun juga dari kolektor-kolektor Negara Eropa. Published on Oct 5, 2015(Antara).
Joko Saputro, pengrajin akar bambu asal Malang

Dibantu 4 orang karyawannya, Joko memanfaatkan limbah akar bambu untuk dijadikan berbagai ukiran di bengkel usahanya yang ada di jalan raya kebon agung kota Malang, Jawa Timur.


Bermodalkan kemampuannya, beraneka motif ukir dihasilkan, seperti kepala manusia, hewan, tempat tisu, tempat minum dan lain-lain. Akar bambu yang akan dijadikan ukiran dipotong menggunakan mesin. Sesuai motif yang diinginkan. Diperlukan kejelian yang cukup tinggi untuk membuat 1 jenis kerajinan. Seperti halnya untuk bagian mata, hidung, dan telinga.

Sunday, June 24, 2018

Linda Dwisaptaning Tyas, pemilik motor modifikasi asal Ponorogo

Ratusan motor modifikasi diikutkan pada kontes di Mayong, Jepara. Menariknya lagi, sepeda motor ini milik seorang gadis asal Ponorogo, Jawa Timur.
Linda Dwisaptaning Tyas, pemilik motor modifikasi asal Ponorogo

Pemirsa. Beragam jenis sepeda motor dengan variasi modifikasi yang menarik tampil dalam sebuah kontes di Mayong, Jepara. Salah satunya sepeda motor tahun 1970 an yang tampil dengan balutan ukir dari kuningan alumunium di hampir seluruh bagian kendaraan.

Sepeda motor tua keluaran 1970-an ini menarik perhatian. Dengan balutan ukir di seluruh bagian kendaraan. Menariknya lagi, sepeda motor ini milik seorang gadis asal Ponorogo, Jawa Timur. ialah Indah Dwi Saptaning Tyas pemilik sepeda motor ini. Gadis berusia 28 tahun ini merupakan penggembar modifikasi sepeda motor, meski harus menghabiskan kocek hingga puluhan juta rupiah.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Labels

Acara Masak Memasak (2) Adang Muhidin (8) Aeromodelling (1) Afrika (1) Agristream TV (1) AGTV News (1) Ahmad Fajri (1) Air Terjun (1) Akar (4) Akar Bambu (5) Aksesoris (4) Alat Musik (15) Anggur (1) Angklung (10) Antara News (11) AnTV (3) Anyer Bakery (1) AR Channel (1) Arab Saudi (1) Asep Sancang (2) Bajaj (1) Bali (12) Balik Papan (3) Bambang Sudarsono (4) Bambootronic (1) Bambu (35) Ban Bekas (2) Bandung (17) Banten (3) Banyuasin (1) Banyuwangi (2) Batik (2) Batu (1) Batu Bara (1) Bawang (2) Beijing (2) Bejo Wage Suu (3) Bekas (2) Belajar (1) Belfast (1) Belgia (1) Berita Satu (5) Berlin (2) Biola (1) Blitar (2) Blogspot (3) Blora (1) Bogor (2) Boneka (3) Boneka Telur (1) Bonggol Bambu (1) Boyolali (1) Brussel (1) Buah dan Sayuran (2) Budaya (2) Burung (6) Bus (1) Busana dan Pakaian (3) Cangkang Telur (8) Ciamis (5) Cina (4) Cirebon (2) Cismi Cikwati (2) Clay (1) CNN Indonesia (4) Daai TV (1) Dandung Santoso (1) Daniel Vogel Essex (1) Dapur (1) Daun (4) Deli Serdang (1) Den Pasar (3) Depok (3) Desa Setulang (1) Detik News (1) Dewi Kocu (3) Didi Diarsa Adiana (4) Dokter (1) Dokter Gigi (1) Dot Art (1) Drum (1) Eceng Gondok (2) Eropa Tengah (1) Erosiska Cantika (2) Es Krim (12) Es Krim Buah (4) Es Krim Sayur (9) Facebook (10) Fajrin Aziz (2) Festival (1) Filipina (1) Flora dan Fauna (3) Florenzia Zea (2) Forklift (1) Froz Banana (1) FruChips (1) Fruit Carving (16) Gabus (1) Gadjah Mada (1) Game (1) Ganda Suganda (1) Ganda Suhanda (2) GeoLive (1) Ghana (1) Gianyar (1) Giasa Lutfiah (1) Gilang Mobyar (2) Gitar (4) Gitar Batik (1) Gorontalo (1) Gratis (1) Gresik (1) Gunung Kidul (1) Guru (1) Handphone (1) Helm (1) Herman (1) Hidroponik (3) HOw to (4) Ice Carving (1) Indonesia Morning Show (2) Indosiar (3) Indramayu (1) iNews TV (1) Instagram (4) IPB (Institut Pertanian Bogor) (1) ITS (1) Jagung (1) Jakarta (8) Jakarta Timur (2) Jakarta Utara (1) Jam Tangan (3) Jambu Kulon (1) Jasa Sewa (1) Jatnika Nangga Mihardja (2) Jatnika Nangga Miharja (5) Jawa Barat (28) Jawa Pos TV (1) Jawa Tengah (16) Jawa Timur (40) Jelekong (8) Jember (6) Jepang (2) Jepara (1) Jerman (2) Jombang (2) Kabar Kampus (1) Kain (2) Kaleng (7) Kaligrafi (3) Kalimantan (6) Kalimantan Barat (1) Kalimantan Timur (3) Kalimantan Utara (2) Kanada (1) Kapal Laut (1) Kardus (1) Karung (5) Karung Goni (11) Kayu (14) Kebumen (1) Kedai (1) Kediri (4) Kelapa (11) Kelapa Gading (1) Kelinci (2) Kenari (1) Kendaraan (5) Kendaraan Listrik (2) Kerajinan (35) Kerajinan Tangan (12) Kerang (5) Kerikil (1) Keripik (1) Kertas (2) Klaten (1) Koki (1) Kompas TV (13) Kompetisi (8) Komputer (1) Kontes (1) Kopi (2) Korek Gas (1) Kue Cubit (1) Kulit Telur (1) Kulit Ular (1) Kulon Progo (1) Kursi (1) Kusnudin (2) Kuta (1) Kutai (1) Lamongan (2) Lampion (1) Lampu Hias (5) Lampung (5) Lego (1) Lembaga sosial (1) Lilin (1) Limbah (5) Liputan 6 (5) Liputan Kota (1) Lius Kasdianto (1) Lomba (1) Lukis Telur (2) Lukisan Kaleng (2) Madiun (1) Madrasah (1) Magelang (3) Mahasiswa (1) Mainan (1) Makanan dan Minuman (4) Makassar (1) Malang (1) Malinau (1) Maluku (1) Mandau (1) Masbash (4) Medan (6) Meksiko (1) Merajut (3) Mesin Cuci (1) Mesir (1) Metro TV (37) Miniatur (15) Minuman Teh (1) MNC TV (2) Mobiloo (1) Modifikasi (1) Molis (1) Motor (3) Motor Gede (1) Motor Listrik (3) Muklis Abdul Kholik (5) Museum (1) NDtv (1) Net TV (55) Nganjuk (2) Ngawen (1) Ngawi (2) Ngemplak (1) Novie Simon (4) Oey Min Lan (1) Pacitan (1) Padang (3) Padang Sarai (1) Pagi Pagi (1) Palembang (2) Panjalu (1) Pantai (1) Paper Cutting (3) Papitakidsnews (1) Paskah (1) Pasuruan (2) Penangkaran Burung (3) Pendidikan (4) Penenun (2) Pengrajin (2) Pensil (1) Penyiar (5) Pepaya (1) Perancis (1) Perpustakaan (1) Pertanian dan Perkebunan (1) Pesawat (1) Peternakan (2) Pikiran Rakyat (1) Pinrang (1) Pipa (1) Pirografi (2) Pisang (1) Pluit (1) Pointilisme (1) Ponorogo (1) Pot Hias (2) Praha (1) Pringsewu (1) Probolinggo (1) Pulang Kampung (1) Pulau (1) Pulau Buton (1) Pulau Morotai (1) Purbalingga (2) Purwakarta (2) Pustaka Gerobak Sapi (1) Radar TV News (1) RCTI (2) Robot (2) Rohimat Hermawan (1) Rotan (8) Rotan Karakter (6) Rumah (5) Rumah Bambu (5) Rumah Kayu (1) Rumah Tangga (5) Sakti TV (1) Salak (2) Salatiga (3) Sampah (1) Sandal (1) Sapa Indonesia (5) Sarung (9) Sarung Goyor (11) Sarwidiyanto (3) Sawah Lunto (1) Sedotan (1) Sejarah (2) Sekolah (3) Selis (2) Semarang (3) Seni Decoupage (9) Seni Lukis (27) Seni Pahat (4) Seni Tari (1) Seni Ukir (12) Sepatu (1) Sepeda (17) Sepeda Bambu (10) Sepeda Kayu (5) Sepeda Listrik (17) Seputar Indonesia (1) Serbuk (1) Shanghai (1) Siluet Art (2) Sindhu Prasastyo (3) Sindo News (4) Singgih S Kartono (2) Singkong (1) Siswa (1) Skuter (1) Sleman (1) SMA (1) Snack (1) Solo (12) Solo Pos TV (6) Somalia (1) Songket (1) Sragen (2) Sri Sulastri (3) Sri Wahyuni Handayani (2) Sriwijaya TV (1) Sukabumi (2) Sukoharjo (7) Suku Dayak (6) Sulawesi (3) Sulawesi Selatan (4) Sulawesi Tengah (1) Sulawesi Tenggara (1) Suling (1) Sumatera (2) Sumatera Barat (3) Sumatera Selatan (3) Sumatera Utara (6) Sumbawa (1) Surabaya (6) Surabaya TV (1) Surf (1) Susilowati (3) Sutrisno (1) Swiss (1) Taiwan (1) Tampaksiring (1) Tangerang (2) Tato (1) Taufik Kurohman (1) Tawang Sari (2) Tebet (1) Teguh Joko Dwiyono (2) Teknologi (3) Telepon (1) Teluk Naga (1) Telur (9) Telur Paskah (1) Temanggung (3) Tempo TV (2) Tenaga Surya (1) Timlo TV (1) Tiongkok (1) Tips & Trik (1) Tonight Show (1) Tradisional (1) Trans 7 (10) Transportasi (2) Tuban (1) Tulung Agung (4) TV Bisnis (2) TV One (1) Twitter (2) Ukir Telur (1) Ukiran (5) Ukraina (1) Unik & Lucu (2) Universitas (3) Unyil (4) Vancouver (1) Video 02 (17) Video 04 (3) Video 05 (16) Viva News (1) Wahyu Kristanto (1) Wajo (1) Wawancara (4) Way Haru (1) Wayang (1) Website (4) Wetz Shinoda (1) Winarto (3) Winawan Mardi (2) Wine (2) Yaman (1) Yogyakarta (11) You Tube (5)