Showing posts with label Sarung Goyor. Show all posts
Showing posts with label Sarung Goyor. Show all posts

Sunday, August 12, 2018

Ityatmi telah 45 tahun bekerja sebagai penenun Sarung Goyor

Dibandingkan dulu, industri sarung goyor sambirembe mengalami perkembangan signifikan. Ityatmi menjelaskan kelebihan sarung goyor yakni nyaman dipakai dalam berbagai suasana.
Ityatmi telah 45 tahun bekerja sebagai penenun Sarung Goyor

Suara gemeretak alat tenun bukan mesin atau ATBM sahut menyahut dari sebuah ruang rumah Ny Kardi, warga Wonosari, Sambirembe, Kalijambe, Sragen, Minggu 29 Juni. 8 perempuan serius mengoperasikan alat yang tersusun dari batang-batangan kayu. Sebagian diantara mereka adalah perempuan lanjut usia.

Djadi Rahardjo, pengusaha sarung tenun goyor atas Desa Pojok

Dengan manajemen produksi partisipasi warga, Jadi Raharjo mampu memenuhi permintaan marketing untuk dikirim ke sejumlah negara.
Djadi Rahardjo, pengusaha sarung tenun goyor atas Desa Pojok

Sarung goyor tenun menjadi salah satu andalan produk industri perumahan di Sukoharjo. Sarung di rumah-rumah produksi kenteng, Desa Pojok, Tawangsari, Sukoharjo ini telah menembus pasar Afrika dan Timur Tengah.

Adalah Jadi Raharjo, warga sekaligus pelaku produksi sarung tenun ini boleh dibilang menjadi pioner pembukaan pasar manca negara itu. Dengan manajemen produksi partisipasi warga, Jadi mampu memenuhi permintaan marketing untuk dikirim ke sejumlah negara.

Bhayu Cahya Pratama, pengrajin sarung goyor asal Sukoharjo

Pengrajin sarung goyor 1 harga itu yang 300 ribu rupiah. Yang kasar itu sekitar 200-an. Penjualan itu yang lokalan sama ekspor.
Bahyu Cahya Pratama, pengrajin sarung goyor asal Sukoharjo

Bahyu Cahya Pratama, pengrajin sarung goyor
Terus proses dari pertamanya, kita ada proses pemutihan. Jadi dari benang, dari pabrikan itu kita proses supaya hasilnya lebih putih, lebih cerah daripada dari pabrikan.
Terus kemudian kita, proses yang kedua yaitu adalah kita close, yaitu dari benang yang sudah kita cuci kita masuk, kita gulung lagi ke kletek-kletek itu.

Masalah Regenerasi Bagi Pengrajin Sarung Goyor di Tawangsari

Bisnis yang ia jalankan dengan adiknya setiap bulan mengirim 20 kodi sarung goyor ke luar negeri dengan harga 6 juta rupiah setiap kodi. Namun saat ini pengrajin di Tawang Sari ini sedang mengalami kendala, yaitu regenerasi.
Masalah Regenerasi Bagi Pengrajin Sarung Goyor di Tawangsari

Masyarakat Indonesia tentunya mengenal sarung sebagai busana yang dikenakan sehari-hari atau menjadi padanan pakaian dalam acara tertentu. Sarung di produksi di banyak tempat dan masing-masing wilayah memiliki ciri khas sarung sendiri-sendiri. Begitu juga dengan sarung khas Sukoharjo, Jawa Tengah yang disebut sarung goyor.

Friday, August 10, 2018

Eko Karyanto pemilik galeri Sarung Goyor di Kediri

Hingga saat ini saja ia sudah menerima pesanan lebih dari 160 potong sarung dari sejumlah toko di kota Kediri hingga Madura untuk Ramadhan nanti. Jumlah ini mengalami peningkatan dari hari biasanya yang mencapai 150 persen dan diprediksi akan terus mengalami penambahan.
Eko Karyanto pemilik galeri Sarung Goyor di Kediri

Para pengrajin di sentra tenun ikat bandar kota Kediri saat ini telah disibukkan dengan pemenuhan pesanan sarung goyor khas kota Kediri untuk momen lebaran dan idul fitri. Seperti yang terlihat di galeri milik Eko Karyanto, AAM Putra ini.

Hingga saat ini saja ia sudah menerima pesanan lebih dari 160 potong sarung dari sejumlah toko di kota Kediri hingga Madura untuk Ramadhan nanti. Jumlah ini mengalami peningkatan dari hari biasanya yang mencapai 150 persen dan diprediksi akan terus mengalami penambahan. Kini ia ada 15 karyawannya terus meningkatkan jumlah produksi dengan penambahan jam kerja hingga pukul 8 malam. Dalam sehari galerinya mampu menghasilkan 15 potong sarung.

Bambang Sudarsono selaku pembuat Sarung Goyor menuturkan keunikannya

Semua proses pembuatan tenun sarung goyor ini tidak ada yang menggunakan mesin atau masih full manual. Mulai dari pembuatan motif, pewarnaan, sampai sarung jadi, semua menggunakan tangan manusia.
Bambang Sudarsono selaku pembuat Sarung Goyor menuturkan
keunikannya

Sarung tenun goyor masih menjadi andalan pengrajin di desa Keden, Dalangan, Tawangsari, Sukoharjo. Produsen sarung disini menggunakan bahan baku benang rayon sebagai pembeda produk sarung goyor lainnya. Bahan baku ini dinilai lebih halus dipakai dibanding bahan baku benang sintetis atau katun.

Bahan ini diyakini tak kaku saat dipakai dan lebih nyaman dikenakan. Semua proses pembuatan tenun sarung goyor ini tidak ada yang menggunakan mesin atau masih full manual. Mulai dari pembuatan motif, pewarnaan, sampai sarung jadi, semua menggunakan tangan manusia. Bambang Sudarsono selaku pembuat sarung goyor menuturkan keunikan lain yang dimiliki sarung tenun goyor ini adalah akan terasa dingin jika dipakai saat musim panas dan akan terasa hangat jika dipakai saat musim hujan.

Ada 13 proses kerja untuk pembuatan Sarung Goyor. Dan 2 macam benang

Pembuatan sarung yang secara manual dan memiliki corak yang berbeda ini membutuhkan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran untuk sampai menjadi selebar kain sarung yang layak jual.
Ada 13 proses kerja untuk pembuatan Sarung Goyor. Dan 2
macam benang

Putri Patricia, host
Salah satu produk hasil kerajinan tangan warisan budaya nusantara yang menjadi favorit saya adalah kain tenun. Karena kain tenun itu bisa dijadikan pakaian, selendang sampai dengan taplak meja, bahkan bisa dijadikan sarung yang dinamakan sarung goyor. Lalu seperti apa ?? Ikuti kami terus di cultural with bank bukopin.

Di tanah Jawa, kain sarung goyor banyak sekali diproduksi di daerah-daerah seperti: Solo, Jepara, Tegal, Pemalang, serta Magelang. Sarung goyor sangat terkenal dan cukup diminati oleh kalangan menengah atas.

Thursday, August 9, 2018

Sarung Goyor berkembang pertama kali pada tahun 1950-an dari wilayah Solo

Ada 15 pengrajin sarung goyor di Tawang Sari. Salah satu dari beberapa pengrajin sarung goyor di Lupuk Keden, desa Dalangan, kecamatan Tawang Sari yang sukses memperkenalkan sarung goyor hingga ke manca Negara.
Sarung Goyor berkembang pertama kali pada tahun 1950-an
dari wilayah Solo

Kerajinan tenun tradisional sarung goyor asal TawangSari, Sukoharjo kini telah menembus pasar ekspor timur tengah. Dengan bahan dasar benang rayon, sarung goyor memiliki keunikan, yakni mampu menyesuaikan dengan suhu lingkungan sekitar.

Sepintas sarung goyor khas Sukoharjo tidak jauh beda dengan sarung tenun yang diproduksi di sejumlah tempat lainnya di Indonesia. Namun kekhasan corak dan kualitas bahan menjadikan sarung goyor Sukoharjo tetap diminati dan bahkan mampu menembus pasar ekspor di tengah gempuran kain pabrikan.

Sarung Goyor produksi Boyolali sudah ada sejak 1970’an

Setiap tenaga kerja mampu memproduksi sekitar 4 hingga 5 meter kain tenun sarung goyor per hari. Sementara itu jumlah pengrajin tenun sarung goyor di desa ini ada sekitar 100 orang.
Sarung Goyor produksi Boyolali sudah ada sejak 1970’an

17 Juni 2015 (Antara). Kerajinan tenun sarung goyor yang pengerjaannya dengan alat manual atau tradisional. Memiliki kualitas lebih halus. Pembuatan sarung goyor secara manual banyak dijumpai di wilayah Ngemplak, Boyolali.

Hutami, salah seorang pengrajinnya bertempat di TegalRejo, desa GiriRoto, kecamatan Ngemplak, kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sarung goyor ini diproduksi sudah sejak 1970’an, sebelum ada sarung buatan pabrik di Indonesia.

Sulit Dibuat, Namun Kain Goyor Laris Manis Saat Hari Raya

Meski masih mempertahankan pembuatan secara manual. Namun dari segi kualitas, sarung goyor tak kalah dengan sarung pabrikan. Dibanderol lebih mahal dibanding sarung pabrikan.
Sulit Dibuat, Namun Kain Goyor Laris Manis Saat Hari Raya

Permintaan sarung goyor khas Sidoarjo, 2 pekan jelang lebaran mengalami peningkatan hingga 2x lipat. Penuhi permintaan, pengrajin sarung goyor pun tingkatkan kapasitas produksi. Kondisi ini dialami pemilik usaha sarung goyor Botol Dunia, Bambang Suroso yang berdomisili di desa Pojok, Tawang Sari, Sukoharjo, Jawa Tengah.

“Ya dalam puasa ini kenaikan permintaan ada Pak. Kurang lebih 10 sampai 15 persen. Untuk bulan Ramadhan saya bisa mengirim kurang lebih 1 minggunya itu 10 kodi. Sebelumnya paling ya sekitar 7,5 sampai 8 kodi per minggunya.”

Ciri khas Sarung Goyor di Desa Wonosari terbilang lembut dan dingin saat dipakai

Kain ini tergolong mahal lantaran pengrajinnya masih menggunakan alat tenun bukan mesin atau ATBM dan prosesnya rumit.
Ciri khas Sarung Goyor di Desa Wonosari terbilang lembut dan
dingin saat dipakai
Desa Wonosari di Sambirombo merupakan satu-satunya sentra produksi sarung goyor di Sragen. Disitu berupa usaha rumahan, sarung goyor buatan ibu-ibu ini mampu menembus pasar internasional. Sebut saja: Mesir, Somalia, dan Arab Saudi.

Di pasaran lokal harga sarung goyor di kisaran 300 hingga 500 ribu. Sementara di luar negeri harganya mencapai 2 juta rupiah tergantung tingkat kerapatan benang. Kain ini tergolong mahal lantaran pengrajinnya masih menggunakan alat tenun bukan mesin atau ATBM dan prosesnya rumit.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Labels

Acara Masak Memasak (2) Adang Muhidin (8) Aeromodelling (1) Afrika (1) Agristream TV (1) AGTV News (1) Ahmad Fajri (1) Air Terjun (1) Akar (4) Akar Bambu (5) Aksesoris (4) Alat Musik (15) Anggur (1) Angklung (10) Antara News (11) AnTV (3) Anyer Bakery (1) AR Channel (1) Arab Saudi (1) Asep Sancang (2) Bajaj (1) Bali (12) Balik Papan (3) Bambang Sudarsono (4) Bambootronic (1) Bambu (35) Ban Bekas (2) Bandung (17) Banten (3) Banyuasin (1) Banyuwangi (2) Batik (2) Batu (1) Batu Bara (1) Bawang (2) Beijing (2) Bejo Wage Suu (3) Bekas (2) Belajar (1) Belfast (1) Belgia (1) Berita Satu (5) Berlin (2) Biola (1) Blitar (2) Blogspot (3) Blora (1) Bogor (2) Boneka (3) Boneka Telur (1) Bonggol Bambu (1) Boyolali (1) Brussel (1) Buah dan Sayuran (2) Budaya (2) Burung (6) Bus (1) Busana dan Pakaian (3) Cangkang Telur (8) Ciamis (5) Cina (4) Cirebon (2) Cismi Cikwati (2) Clay (1) CNN Indonesia (4) Daai TV (1) Dandung Santoso (1) Daniel Vogel Essex (1) Dapur (1) Daun (4) Deli Serdang (1) Den Pasar (3) Depok (3) Desa Setulang (1) Detik News (1) Dewi Kocu (3) Didi Diarsa Adiana (4) Dokter (1) Dokter Gigi (1) Dot Art (1) Drum (1) Eceng Gondok (2) Eropa Tengah (1) Erosiska Cantika (2) Es Krim (12) Es Krim Buah (4) Es Krim Sayur (9) Facebook (10) Fajrin Aziz (2) Festival (1) Filipina (1) Flora dan Fauna (3) Florenzia Zea (2) Forklift (1) Froz Banana (1) FruChips (1) Fruit Carving (16) Gabus (1) Gadjah Mada (1) Game (1) Ganda Suganda (1) Ganda Suhanda (2) GeoLive (1) Ghana (1) Gianyar (1) Giasa Lutfiah (1) Gilang Mobyar (2) Gitar (4) Gitar Batik (1) Gorontalo (1) Gratis (1) Gresik (1) Gunung Kidul (1) Guru (1) Handphone (1) Helm (1) Herman (1) Hidroponik (3) HOw to (4) Ice Carving (1) Indonesia Morning Show (2) Indosiar (3) Indramayu (1) iNews TV (1) Instagram (4) IPB (Institut Pertanian Bogor) (1) ITS (1) Jagung (1) Jakarta (8) Jakarta Timur (2) Jakarta Utara (1) Jam Tangan (3) Jambu Kulon (1) Jasa Sewa (1) Jatnika Nangga Mihardja (2) Jatnika Nangga Miharja (5) Jawa Barat (28) Jawa Pos TV (1) Jawa Tengah (16) Jawa Timur (40) Jelekong (8) Jember (6) Jepang (2) Jepara (1) Jerman (2) Jombang (2) Kabar Kampus (1) Kain (2) Kaleng (7) Kaligrafi (3) Kalimantan (6) Kalimantan Barat (1) Kalimantan Timur (3) Kalimantan Utara (2) Kanada (1) Kapal Laut (1) Kardus (1) Karung (5) Karung Goni (11) Kayu (14) Kebumen (1) Kedai (1) Kediri (4) Kelapa (11) Kelapa Gading (1) Kelinci (2) Kenari (1) Kendaraan (5) Kendaraan Listrik (2) Kerajinan (35) Kerajinan Tangan (12) Kerang (5) Kerikil (1) Keripik (1) Kertas (2) Klaten (1) Koki (1) Kompas TV (13) Kompetisi (8) Komputer (1) Kontes (1) Kopi (2) Korek Gas (1) Kue Cubit (1) Kulit Telur (1) Kulit Ular (1) Kulon Progo (1) Kursi (1) Kusnudin (2) Kuta (1) Kutai (1) Lamongan (2) Lampion (1) Lampu Hias (5) Lampung (5) Lego (1) Lembaga sosial (1) Lilin (1) Limbah (5) Liputan 6 (5) Liputan Kota (1) Lius Kasdianto (1) Lomba (1) Lukis Telur (2) Lukisan Kaleng (2) Madiun (1) Madrasah (1) Magelang (3) Mahasiswa (1) Mainan (1) Makanan dan Minuman (4) Makassar (1) Malang (1) Malinau (1) Maluku (1) Mandau (1) Masbash (4) Medan (6) Meksiko (1) Merajut (3) Mesin Cuci (1) Mesir (1) Metro TV (37) Miniatur (15) Minuman Teh (1) MNC TV (2) Mobiloo (1) Modifikasi (1) Molis (1) Motor (3) Motor Gede (1) Motor Listrik (3) Muklis Abdul Kholik (5) Museum (1) NDtv (1) Net TV (55) Nganjuk (2) Ngawen (1) Ngawi (2) Ngemplak (1) Novie Simon (4) Oey Min Lan (1) Pacitan (1) Padang (3) Padang Sarai (1) Pagi Pagi (1) Palembang (2) Panjalu (1) Pantai (1) Paper Cutting (3) Papitakidsnews (1) Paskah (1) Pasuruan (2) Penangkaran Burung (3) Pendidikan (4) Penenun (2) Pengrajin (2) Pensil (1) Penyiar (5) Pepaya (1) Perancis (1) Perpustakaan (1) Pertanian dan Perkebunan (1) Pesawat (1) Peternakan (2) Pikiran Rakyat (1) Pinrang (1) Pipa (1) Pirografi (2) Pisang (1) Pluit (1) Pointilisme (1) Ponorogo (1) Pot Hias (2) Praha (1) Pringsewu (1) Probolinggo (1) Pulang Kampung (1) Pulau (1) Pulau Buton (1) Pulau Morotai (1) Purbalingga (2) Purwakarta (2) Pustaka Gerobak Sapi (1) Radar TV News (1) RCTI (2) Robot (2) Rohimat Hermawan (1) Rotan (8) Rotan Karakter (6) Rumah (5) Rumah Bambu (5) Rumah Kayu (1) Rumah Tangga (5) Sakti TV (1) Salak (2) Salatiga (3) Sampah (1) Sandal (1) Sapa Indonesia (5) Sarung (9) Sarung Goyor (11) Sarwidiyanto (3) Sawah Lunto (1) Sedotan (1) Sejarah (2) Sekolah (3) Selis (2) Semarang (3) Seni Decoupage (9) Seni Lukis (27) Seni Pahat (4) Seni Tari (1) Seni Ukir (12) Sepatu (1) Sepeda (17) Sepeda Bambu (10) Sepeda Kayu (5) Sepeda Listrik (17) Seputar Indonesia (1) Serbuk (1) Shanghai (1) Siluet Art (2) Sindhu Prasastyo (3) Sindo News (4) Singgih S Kartono (2) Singkong (1) Siswa (1) Skuter (1) Sleman (1) SMA (1) Snack (1) Solo (12) Solo Pos TV (6) Somalia (1) Songket (1) Sragen (2) Sri Sulastri (3) Sri Wahyuni Handayani (2) Sriwijaya TV (1) Sukabumi (2) Sukoharjo (7) Suku Dayak (6) Sulawesi (3) Sulawesi Selatan (4) Sulawesi Tengah (1) Sulawesi Tenggara (1) Suling (1) Sumatera (2) Sumatera Barat (3) Sumatera Selatan (3) Sumatera Utara (6) Sumbawa (1) Surabaya (6) Surabaya TV (1) Surf (1) Susilowati (3) Sutrisno (1) Swiss (1) Taiwan (1) Tampaksiring (1) Tangerang (2) Tato (1) Taufik Kurohman (1) Tawang Sari (2) Tebet (1) Teguh Joko Dwiyono (2) Teknologi (3) Telepon (1) Teluk Naga (1) Telur (9) Telur Paskah (1) Temanggung (3) Tempo TV (2) Tenaga Surya (1) Timlo TV (1) Tiongkok (1) Tips & Trik (1) Tonight Show (1) Tradisional (1) Trans 7 (10) Transportasi (2) Tuban (1) Tulung Agung (4) TV Bisnis (2) TV One (1) Twitter (2) Ukir Telur (1) Ukiran (5) Ukraina (1) Unik & Lucu (2) Universitas (3) Unyil (4) Vancouver (1) Video 02 (17) Video 04 (3) Video 05 (16) Viva News (1) Wahyu Kristanto (1) Wajo (1) Wawancara (4) Way Haru (1) Wayang (1) Website (4) Wetz Shinoda (1) Winarto (3) Winawan Mardi (2) Wine (2) Yaman (1) Yogyakarta (11) You Tube (5)