Ia tidak pernah belajar di sekolah kesenian. Tetapi Mariusz Dubiel telah merubah tradisi lukisan telur paskah menjadi kesenian yang rumit. Dubiel telah mendekorasi telur selama 15 tahun. Mempelajari seni itu hingga dia dapat meniru maha karya religi renaissance seperti Da Vinci.
Diperlukan waktu 1 jam untuk melukis telur ayam dan 3 jam untuk burung unta. Meski karyanya dikagumi karena perhatiannya kepada hal kecil, Lubian mengatakan tujuan utama untuk spiritual.
Warga di Mouravia, Republik Ceko masih menjaga tradisi seni telur ukir. Moravia berbatasan dengan Slovakia, dimana tradisi-tradisi tua masih sangat dilestarikan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, tradisi ini hampir punah. Seorang seniman berkata, tradisi hilang perlahan-lahan sejak warga dari kota mulai memenuhi desa.
Terezie Pistekova, seniman, “Ada banyak tanaman disini, ada banyak pabrik batu bata juga. Jadi banyak orang datang dari daerah lain dan tinggal di sini. Lalu semuanya mulai menurun.”
Potong-potong kulit telur hingga sebesar ini. Sebelum digunakan untuk craft kulit telur ini harus bersih dari kotoran dan buang kulit arinya. Beri lem putih pvc di atas permukaan penutup kotak. Letakkan dan tempelkan kulit telur yang sudah bersih itu sedikit demi sedikit di atas lem tadi. Lalu dengan ujung pulpen atau pinsil tekankulit telur yang semula agak cembung hingga menjadi rata dan membentuk pecahan kecil-kecil.
Kamu tahu kulit kerang kan ?? Kulit kerang tahu Ini kan kalau biasanya kulit kerang itu biasanya terbuang sebagai limbah gitu yah. Ternyata kalau kita pintar mengolahnya, kulit kerang ini bisa cantik benderang, bahkan bisa mengekspansi hingga manca negara. Dengan usaha ini bahkan bisa mempekerjakan warga disekitarnya sehingga lebih jadi sejahtera. Ini sangat menginspirasi sekali yah. Namun sayang, ini made in Indonesia yang sekaligus menutup kebersamaan kita ini. Sakti AL Fattah – Isabella Fawzi
Perjamuan terakhir adalah sejarah bagi umat kristiani. Peristiwa ini diimajinasikan oleh pelukis asal seniman Italia, Leonardo Da Vinci di abad 15. Lukisan menggambarkan jamuan antara Yesus dengan 12 rasul atau murid-muridnya.
Bagi Handi Suwardi memiliki lukisan bersejarah ini sangat berarti. Meski hanya tiruan, lukisan miliknya teramat istimewa. Lukisan ini adalah seni kertas potong. Bahan dan cara pembuatannya sangat detil. Dalam 1 bulan, lukisan perjamuan kudus ini di ukur tanpa putus di kertas ukuran 1 meter persegi. Tak heran demi mendapatkannya, Handi rela merogoh dana hingga 15 juta rupiah.
Nah untuk anda yang tidak suka sayuran, ini jangan khawatir. Anda bahkan bisa menikmati sayuran dalam bentuk es krim. Di bandung, inovasi kuliner ini sekaligus jadi pilihan jajanan sehari-hari.
Sebagai bagian dari tanaman yang bisa dimakan, sayuran biasanya digunakan untuk bahan keperluan memasak. Sayuran mengandung gizi yang tinggi sehingga sangat dianjurkan untuk dikonsumsi. Namun sayangnya, tak semua orang menyukai sayuran.
Di rumah yang ada di kawasan Kebon Sari, Tumpang Sari, Jember inilah komunitas ibu rumah tangga penggiat tanaman hidroponik terinovasi untuk membuat es krim berbahan baku aneka jenis sayur dan dibudidayakan dengan sistem hidroponik.
Proses pembuatan sayur, diawali dengan dipilih aneka jenis tanaman sayuran hidroponik yang ditanam di lahan minimalis di halaman rumah seperti sayur sawi, selada, letus, dan beberapa jenis sayur lainnya. Kemudian bahan baku sayur untuk es krim dicampurkan dengan air secukupnya untuk dihaluskan.
Putri, bagaimana jadinya kalau 2 kebudayaan atau 2 seni budaya dipadukan menjadi satu. Wah itu kayaknya bagus dan juga unik. Pastinya unik. Ini ada 2 kebudayaan, satunya dari Tiongkok, ukir kertas dari Tiongkok. Yang satunya batik asli Indonesia. Ya, betul sekali dan ini dimanfaatkan oleh Dewi Kucu.
Seorang pengrajin di Ngamprah, kabupaten Bandung Barat mampu mengkreasikan momen bahagia anda dalam bentuk siluet terbuat dari limbah kayu. Selain unik dan hasilnya yang indah, harganya pun terjangkau semua kalangan.
Unik, cantik, bernilai ekonomi dengan modal minimalis. Inilah Siluet Art atau ilustrasi wajah yang dibuat Hermawan, warga asal kampung Caringin, Ngamprah, kabupaten Bandung Barat. Siluet art yang dibuat nya ini terbuat dari kayu limbah industri.
Limbah tidak selamanya jadi sampah yang tak berguna. Di tangan kreatif dan terampil, produk yang dianggap sampah ini bisa dikreasikan menjadi sesuatu yan memiliki nilai jual tinggi.
Seperti yang terlihat di rumah Arif Widianto, 28 tahun, warga desa Layut, kecamatan Jiwang, kabupaten Madiun. Berbagai macam palet kayu menumpuk di depan rumahnya. Lewat ide kreatif yang dia miliki, bersama 3 karyawannya, kayu-kayu ini mampu dirobah menjadi aneka mebel yang memiliki nilai jual tinggi.
Nah yang berikut ini, ini adalah salah satu contoh sukses wirausaha. Keunggulan rotan Kalimantan, kemudian disulap menjadi produk kerajinan yang bernilai tinggi. Dari bisnis ini seorang ibu rumah tangga dapat meraup omset puluhan juta rupiah per bulannya.
Aneka kerajinan rotan ini merupakan produk wirausaha yang digeluti Novita Simon. Seorang ibu rumah tangga, sekaligus guru piano. Setelah lulus kuliah dari Universitas Tarumanegara, ia menikah dan merintis UMKM ini sejak 2007.
Yah saudara, memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah, seorang pemuda di Jakarta sukses kembangkan produk kripik buah. Selengkapnya singkap dalam berani beda seusai jeda.
Anda kembali bersama dengan kami di liputan 6 pagi saudara dan Nazin. Kita ketahui bahwa di Indonesia ini kaya akan berbagai sumber daya alam. Termasuk buah-buahan, ada berbagai buah, sayuran, itu semua pasti ada di Indonesia.