Tirai bambu atau tri, begitulah nama produk kerajinan memanfaatkan bahan bambu yang berfungsi untuk meredam cahaya dan angin. Di Solo, kerajinan ini terpusat di jalan Muhammad Yamin, keratoranan, serangan. Centra kerai ini sudah eksis sejak tahun 50’an. Bayek adalah salah satu pemilik usaha yang tergolong senior disini. Dia tergolong sebagai generasi kedua yang meneruskan usaha pembuatan kerai bambu.
Pria berumur 53 tahun ini meneruskan usaha kerai bambu sejak tahun 80’an. Pasang surut usaha kerai bambu sudah pernah ia rasakan di tempat ini. Namun mendapatkan pesanan hingga Jerman menjadi bukti kerajinan buatan Bayek dan teman-temannya di terima di pasar.











