Pemuda yang tergabung dalam organisasi pemuda perduli lingkungan Sukabumi, PPLS di Puri Ciberem Sukabumi, Jawa Barat, berhasil mengolah limbah aluminium bekas. Mereka mengubah kaleng menjadi sebuah karya lukis bernilai seni hanya dengan menggunakan alat sederhana, seperti paku, pulpen, penggaris, cutter, dan palu.
Lukisan kaleng bahkan bisa dijadikan hiasan rumah, hadiah, bahkan plakat untuk sebuah perusahaan. 1 lukisan ini dihargai 250 ribu hingga 500 ribu rupiah. Untuk lukisan dengan tingkat kesulitan rumit, harganya bahkan mencapai jutaan rupiah.
Sahabat, raga masih di kota Solo nih. Dengan denyut nadi kehidupan masyarakatnya, ini terkesan harmonis. Enggak kebayang yah, kehidupan tradisional di masa lalu merupakan semangat anak jaman sekarang.
Eits, tapi jangan gundah. Soalnya kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa kini terabadikan dalam bentuk diorama berukuran mini. Enggak usah penasaran, datang aja ke bengkel seniman yang disebut rempah rumah karya.
Karung goni biasanya dimanfaatkan sebagai tempat beras. Namun ditngan warga Sumber Solo, karung goni menjadi kerajinan cantik dan memikat hati. Winarto, pengrajin karung goni di jambalang sumber, Banjarsari, Solo ini membuat goni bernilai seni tinggi. 10 tahun lalu, Win sudah merintis usaha ini. Kerajinan karung goni nya telah menembus pasar Eropa.
Ke informasi selanjutnya dari Kota Solo. Memuliakan barang bekas menjadi karya bernilai ekonomi dilakoni seorang pengrajin miniatur asal kecamatan Banjar Sari, kota Solo dengan bahan utama karung goni dan ranting kayu. Winarto memproduksi miniatur hingga menembu pasar Asia.
Miniatur potret aktivitas pedesaan kian diminati pasar. Penyebabnya unik dan memiliki detil proporsional yang tradisional. Produk ini hasil tangan terampil seorang warga Solo, Jawa Timur. Tak begitu sulit membuatnya, bahkan kita bisa berkreasi di rumah. Hanya menggunakan alat seperti tang, kawat besi, penggaris, lem dan tentunya bahan terpenting, benang karung goni.
Melukis di atas kanvas tentunya sudah lazim dilakukan para pelukis atau mereka yang hobi melukis. Namun melukis di media kaleng belum banyak yang melakukannya. Salah seorang yang memiliki keahlian ini adalah Lani Cahyaningsari. Seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Depok, Jawa Barat.
Lani memanfaatkan kaleng sebagai media untuk menyalurkan hobi lukisnya yang sudah digelutinya selama 11 tahun. Menurut Lani, hobi melukisnya sudah mulai hobi melukisnya sudah mulai ia tekuni sejak masih kanak-kanak.
R&D Handicraft
Karung goni yang biasa digunakan untuk menampung ketela pohon, tentang dan berbagai produk pertanian lainnya, ternyata bisa menjadi bahan utama sepatu. Bahkan sepatu berbahan karung goni bisa menembus pasar manca negara.
Ya, kalau di Belgia tadi miniatur tentang dunia pertama. Di Solo, Jawa Tengah, ada kerajinan miniatur dengan tema aktivitas sehari-hari warga. Kerajinan liping ini dibuat untuk melepaskan kerinduan akan suasana pedesaan yang sekarang mulai terkikis.
Video kiriman Gigih Surya Pratama ini sekaligus menutup Net 24.
Beragam miniatur ini berasal dari kota Solo, Jawa Tengah. Kerajinan seni liping namanya. Ide kreatif ini milik pria berusia 41 tahun, Bejo Wage Su yang mendirikan seni liping JopaJapu.
Dari tangan Winarto inilah kita bisa menangkan gambaran keseharian warga di pedesaan. Mulai petani yang mengangkut hasil panen, pedati atau gerobak yang ditarik sapi. Pria yang membawa gelondongan kayu hingga pria yang sedang menimba sumur. Yang menarik, semua miniatur ini dibuat dengan menggunakan karung goni bekas.
Lewat tangan terampil warga SumBar, kecamatan Banjar Sari, Solo, Jawa Tengah. Dengan detail yang proporsional walaupun hanya mengandalkan bahan-bahan sederhana dimana selain karung goni, juga kawat dan kain perca. Semua dimulai Winarto sejak 10 tahun yang lalu saat menemukan karung bekas yang tak terpakai.
Terima kasih anda masih bersama kami di Net 12.
Dalam seni paduan titik-titik bisa menjelma menjadi sebuah kreasi cantik.
Ya, karya seperti ini berjuluk dot art atau pointilisme. Di tanah air, seni titik berkembang pesat salah satunya di Salatiga, Jawa Tengah.
Aneka pernik cantik berhias ragam corak dengan pola bertitik-titik. Inilah kreasi yang tengah naik daun di SalaTiga, Jawa Tengah.
Dot Art furniture, alias perkakas rumah tangga beraplikasi seni titik. Penggagasnya Setio Budi. Tak hanya sendiri, ia mengajak serta seniman lukis lain untuk mengembangkan karya ini.
Mbak ini namanya lukisan aliran apa mbak ??
Sebetulnya aku enggak bisa ngomong secara pasti sih. Tapi ada yang bilang sejenis polintilis, ada yang karena obyek nya realis, ada yang mengatakan bentuk realis juga. Terserah orang yang menilai.
Tiongkok sangat dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem transportasi umum yang baik. Masyarakat selain menggunakan layanan MRT dan bus umum untuk melakukan perjalanan sehari-hari. Tiongkok juga memiliki sistem transportasi ramah lingkungan yaitu sistem rental sepeda online yang dapat mempersingkat waktu perjalanan dari halte angkutan umum ke tempat tujuan.
Ketika tim Metro TV berkelana di kota Shanghai, Tiongkok, kami menemukan banyak sekali sepeda-sepeda berwarna mencolok dengan beberapa QR Code tercetak di bodi sepeda. Ternyata, sepeda-sepeda ini adalah suatu sistem sepeda rental dalam kota. Dalam sistem kunci pintar sepeda ini, sudah terpasang GPS dan modul komunikasi yang memungkinkan pengguna untuk melacak keberadaan sepeda.
Anak-anak pasti suka es krim. Tapi kalau sayuran belum tentu semua suka. Nah bagi anda ini pemirsa, kini ada cara untuk menyiasati anak yang tidak suka makan sayuran. Ide ini berasal dari 2 bocah cantik. Erosiska Cantika dan Florenzia Zea. Keduanya ini masih duduk di kelas 5 sekolah dasar loh, tapi dasar kecil-kecil cabe rawit, keduanya bisa membuat es krim dari sayuran jenis sawi bercita rasa alpukat. Wah, gimana yah caranya ??