Tuesday, January 15, 2019

Indonesia Morning Show: Kreasi Seni Decoupage

Menolong sesama itu sangat baik. Apalagi bila kegiatan tersebut telah menghasilkan. Contohnya ibunda Indah Wahyuningsih. Beliau telah banyak menolong masyarakat. Modalnya yakni seni Decoupage.
Indonesia Morning Show: Kreasi Seni Decoupage

Published on Aug 19, 2016
Itu dia decoupage. Memang diambil dari bahasa Perancis yang decoupe artinya adalah memotong. Kerajinan ini bisa menghasilkan uang. Betul ya mbak ??
"Betul sekali. Mangkanya saya mau mempelajari kerajinan ini lebih jauh lagi, siapa tahu bisa menambah pundi-pundi rupiah."

Omset Stephanie Susi Hingga Belasan Juta Rupiah Tiap Bulan, Berkat Decoupage

Tekniknya disebut decoupage atau seni menghias suatu objek dengan menempelkan kertas. Kesenian decoupage ini cukup populer di Eropa. Tidak hanya sekedar seni menghias dengan menempel, tetapi juga dengan teknik melukis.
Omset Stephanie Susi Hingga Belasan Juta Rupiah Tiap Bulan,
Berkat Decoupage

Iya, dengan mengkreasikan barang-barang bekas dengan teknik menempel dan melukis atau decoupage, seorang ibu rumah tangga asal Surabaya mampu menghasilkan omset jutaan rupiah tiap harinya. Seperti apa seni decoupage ini ?? Berikut liputannya.

Barang bekas yang tidak terpakai di dalam rumah bisa diolah menjadi barang yang memiliki nilai jual tinggi. Seperti yang dilakukan seorang ibu rumah tangga atau Surabaya, Stephanie Susi yang membuat barang tidak terpakai menjadi dekorasi interior yang apik.

Siti Musyafatun, perajin decoupage asal Palembang, Sumatera Selatan

Tisu yang digunakan sedikit berbeda dengan tisu yang kita kenal sehari hari
Siti Musyafatun, perajin decoupage asal Palembang, Sumatera
Selatan

Inilah sejumlah kreasi yang dihasilkan dari dekorasi tisu atau decoupage. Lahir di Cina, berkembang pesat di Prancis dan kini merambah ke Asia Tenggara. Kreasi ini mulai digandrungi sejumlah ibu rumah tangga di kota Palembang, Sumatera Selatan.

Salah satunya Siti Musyafatun. Dengan modal 1 juta rupiah, ia mulai menghias sejumlah benda dengan bahan tisu. Karyanya dijual mulai harga Rp 100 ribu, selain itu ia juga membuka kursus pelatihan decoupage. Hasilnya pun cukup lumayan. . . . .

Seni Decoupage Berasal Dari Perancis

Kreasi seni decoupage kini makin diminati, karena hasil yang dibuat memiliki tampilan yang unik.
Seni Decoupage Berasal Dari Perancis

Daripada khayalnya kebanyakan, mendingan berkhayal untuk bikin satu kreativitas karena  berbagai cara dapat digunakan untuk mengembangkan kreativitas anak-anak. Iya, salah satunya mempelajari dengan kreasi seni namanya decoupage.

Benar yah ??
"Betul."
Decoupage ini kayak semacam seni menempel, mewarnai, dan juga memotong kertas.

Monday, December 17, 2018

Evi Aryaningrum menyulap Pelepah Kelapa menjadi Hiasan Rumah Tangga nan Unik

Memiliki tekstur yang bercirikan etnik, serat pelepah kelapa juga mudah dibentuk. Selain itu tidak gatal ditangan sehingga lebih mudah di pola. Karya Evi mendapat sorotan dari dosen Universitas Surabaya.
Evi Aryaningrum menyulap Pelepah Kelapa menjadi Hiasan Rumah
Tangga nan Unik

Seorang mahasiswi di Surabaya memanfaatkan sampah pelepah kelapa untuk membuat beragam hiasan rumah tangga. Tektur serat yang menarik, serta tahan air menjadi keunggulan kreasinya.

Di tangan Evi Aryaningrum limbah kelapa bisa berubah menjadi berbagai aksesoris etnik. Hanya dengan modal 20 ribu rupiah untuk membeli lem perekat, Evi membuat lampu meja, alat tulis, serta wadah tisu dari pelepah kelapa.

Menyulap Eceng Gondok di bantaran sungai Makassar. Jadi Kerajinan nan Indah

Sebenarnya isu awalnya itu, kita kembali ke sungai. Soalnya rata-rata sungai di perkotaan memiliki eceng gondok yang lumayan banyak berkumpul di sekitar sungai. Maka dari itu, kita bekerjasama sama Dekranasda
Menyulap Eceng Gondok di bantaran sungai Makassar. Jadi
Kerajinan nan Indah

Seperti inilah aktivitas masyarakat yang ada di bantaran sungai Indri Jala, di jalan Abdullah Daeng, Sirua, Makasar, Sulawesi Selatan. Eceng gondok atau tumbuhan air yang selama ini dikenal sebagai penyebab sedimentasi dan penghambat aliran sungai, disulap menjadi aneka kerajinan tangan yang dapat menghasilkan uang.

Melalui sentuhan kreativitas, eceng gondok ini dapat diubah menjadi tempat tisu, tempat sampah, tempat pensil hingga tas. Kerajinan tangan ini dipasaran harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Sebelumnya warga diberikan pemahaman dan pelatihan tentang pemanfaatan eceng gondok oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Makassar.

Sunday, December 16, 2018

Putut Agus, pelukis berbahan batu krikil asal Kebumen

Dipilih batu berwarna putih agar goresan tinta warna-warni terlihat semakin indah. Berbagai ornamen, aneka karakter hewan, potret wajah, hingga berbagai lukisan sesuai dengan permintaan pelanggan, bisa dilukis diatas permukaan batu. Keindahan dan keunikan karya seni yang satu ini berhasil memikat pelanggan dari berbagai daerah.
Putut Agus, pelukis berbahan batu krikil asal Kebumen

Berbeda medianya, berbeda pula aktivitasnya. Jika di Wonogiri menggunakan bambu, kali ini di tangan seorang seniman kebumen, batu kerikil berhasil dimanfaatkan sebagai asesoris fashion, hiasan bros, hiasan ruang tamu, hingga asesoris liontin kalung. Diciptakan dari batu kerikil, hingga diburu konsumen dari berbagai daerah.

Batu kerikil umumnya digunakan sebagai campuran bahan bangunan. Namun ditangan seorang seniman dari kelurahan Pencer, Kebumen, Jawa Tengah, batu-batu ini disulap menjadi kanvas lukisan yang mengagumkan.

Sofyan, perajin tempurung kelapa asal Sulawesi Tengah

Awalnya Sofyan mengumpulkan tempurung kelapa dari pasar atau rumah-rumah warga. Sofyan kemudian mensortir dan menghaluskan tempurung kelapa, serta mulai mengolah sesuai pesanan.
Sofyan, perajin tempurung kelapa asal Sulawesi Tengah

Di tangan Sofyan, warga jalan Moili, Sulawesi Tengah, tempurung kelapa tidak hanya digunakan sebagai bahan bakar atau sekedar sampah rumah tangga. Bila dipadukan dengan bahan kulit, bahan dasar tempurung kelapa dapat diubah menjadi tas wanita dan bahkan lampu hias yang unik, serta memiliki harga jual yang tinggi.

Selain itu, tempurung kelapa juga dapat dibuat menjadi ornamen dinding atau interior wallpaper. Awalnya Sofyan mengumpulkan tempurung kelapa dari pasar atau rumah-rumah warga. Sofyan kemudian mensortir dan menghaluskan tempurung kelapa, serta mulai mengolah sesuai pesanan.

Friday, November 30, 2018

Kejuaraan Mengukir Buah pada Festival Agri Bisnis 2015

Heri Hartawan, pelajar SMK PGRI 4 Den pasar mengatakan, kesulitan dalam mengukir berbentuk wajah tokoh perwayangan ini adalah harus teliti dan hati-hati saat mengiris dan mengupas buah semangka. Jika tidak berhati-hati maka hasilnya tidak akan maksimal.
Kejuaraan Mengukir Buah pada Festival Agri Bisnis 2015

Sebanyak 28 pelajar nampak antusias mengukir buah di lapangan Basra Sandri Renon Pasar. Dengan membawa aneka macam buah, para pelajar ini terlihat berhati-hati dalam mengiris serta mengupas buah-buahan untuk menjadi hasil karya yang mereka inginkan.

Bermodalkan ketelitian dan kecermatan, dalam waktu 2 jam mereka mampu menghasilkan berbagai bentuk kreasi kerajinan ukiran seperti topeng, hewan, dan tumbuhan dari bahan yang menggunakan buah-buahan.

Imam Syafi'i Mengkreasikan Pesawat Berbahan Gabus Eletronik

Meski tradisional, pesawat ini sudah melanglang buana ke berbagai penjuru nusantara.
Imam Syafi'i Mengkreasikan Pesawat Berbahan Gabus Eletronik

Putar baling-balingnya dan terbang yeee e e e. Inilah pesawat bertenaga karet kreasi Imam Syafi'i, warga Kelurahan Ngaglik, Kota Batu, Jawa Timur. Kalau biasanya pesawat miniatur bertenaga bahan bakar minyak atau baterai, pesawat yang ini terbang hanya dengan tenaga kinetik dari putaran karet gelang.

“Awalnya main pesawat tenaga karet itu saya sendiri dari hobi. Jadi dulu mainnya bangsal, kayu bangsal khusus memang itu air modeling. Lama-lama baru setahun ini saya main di Vom atau gabus, gabus bekas elektronik. Jadi kadang ke tempat pembuangan sampah itu ngecek ngecek gabus elektronik, bekas-bekas pembungkus elektronik yang ada itu saya pakai, saya ambil. Kemudian kalau untuk baling-baling saya buat dari coffe cup.”

Monday, November 26, 2018

Kenapa Adul Memiliki Cita-Cita Menjadi Petugas Pemadam Kebakaran ??

Tak hanya gigih bersekolah, besar dengan kasih sayang dan dorongan semangat orang tua asuh Dadan dan Pipin membuat Adul tidak merasa rendah diri dengan kondisinya. Adul dengan percaya diri bergaul seperti biasa dengan anak-anak seumurannya. Hal inilah yang mungkin membuat teman-temannya tidak merasa Adul berbeda dengan mereka.
Kenapa Adul Memiliki Cita-Cita Menjadi Petugas Pemadam
Kebakaran ??

Aksi bocah berjalan meniti jembatan bambu dengan tangan ini bukan sedang berakrobat. Ia berjalan menggunakan tangan sambil merangkak karena keterbatasan fisik pada kedua kakinya.

Namanya Muklis Abdul Kholik atau biasa dipanggil Adul, siswa kelas 3 SDN 10 Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat. Meski dengan keterbatasan fisik, Adul memiliki semangat tinggi berangkat ke sekolah dengan cara merangkak. Bukan suatu upaya mudah karena adul harus melewati jalanan terjal dan berbukit sejauh 3 kilometer.

Kedua Tangan Muklis Abdul Kholik (Adul) Ingin Meraih Masa Depan

"Meskipun hujan, dia berangkat. Kecuali sakit, dia tidak sekolah."
Kedua Tangan Muklis Abdul Kholik (Adul) Ingin Meraih
Masa Depan

Pemirsa seorang anak berkebutuhan khusus tetap bersemangat menuju sekolah untuk menimba ilmu. Karena keterbatasannya siswa SDN di Sukabumi ini menuju sekolah dengan merangkak sejauh 3 km.

Muklis Abdul Kholik, alias Adul tengah bersiap-siap menuju sekolah. Jarak dari rumahnya di kaki perbukitan Gunung Walat, Desa Sekarwangi, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat menuju ke sekolahnya di SDN 10 berjarak 3 km. Dengan ditemani sang Ibu Pipin, Adul semakin semangat berangkat menuju sekolah tanpa bantuan apapun. Adul hanya bertumpu pada dua tangannya melewati jalan berbukit, jembatan bambu, dan Jalan menantang lainnya. Adul pun sampai di sekolah.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Labels

Acara Masak Memasak (2) Adang Muhidin (8) Aeromodelling (1) Afrika (1) Agristream TV (1) AGTV News (1) Ahmad Fajri (1) Air Terjun (1) Akar (4) Akar Bambu (5) Aksesoris (4) Alat Musik (15) Anggur (1) Angklung (10) Antara News (11) AnTV (3) Anyer Bakery (1) AR Channel (1) Arab Saudi (1) Asep Sancang (2) Bajaj (1) Bali (12) Balik Papan (3) Bambang Sudarsono (4) Bambootronic (1) Bambu (35) Ban Bekas (2) Bandung (17) Banten (3) Banyuasin (1) Banyuwangi (2) Batik (2) Batu (1) Batu Bara (1) Bawang (2) Beijing (2) Bejo Wage Suu (3) Bekas (2) Belajar (1) Belfast (1) Belgia (1) Berita Satu (5) Berlin (2) Biola (1) Blitar (2) Blogspot (3) Blora (1) Bogor (2) Boneka (3) Boneka Telur (1) Bonggol Bambu (1) Boyolali (1) Brussel (1) Buah dan Sayuran (2) Budaya (2) Burung (6) Bus (1) Busana dan Pakaian (3) Cangkang Telur (8) Ciamis (5) Cina (4) Cirebon (2) Cismi Cikwati (2) Clay (1) CNN Indonesia (4) Daai TV (1) Dandung Santoso (1) Daniel Vogel Essex (1) Dapur (1) Daun (4) Deli Serdang (1) Den Pasar (3) Depok (3) Desa Setulang (1) Detik News (1) Dewi Kocu (3) Didi Diarsa Adiana (4) Dokter (1) Dokter Gigi (1) Dot Art (1) Drum (1) Eceng Gondok (2) Eropa Tengah (1) Erosiska Cantika (2) Es Krim (12) Es Krim Buah (4) Es Krim Sayur (9) Facebook (10) Fajrin Aziz (2) Festival (1) Filipina (1) Flora dan Fauna (3) Florenzia Zea (2) Forklift (1) Froz Banana (1) FruChips (1) Fruit Carving (16) Gabus (1) Gadjah Mada (1) Game (1) Ganda Suganda (1) Ganda Suhanda (2) GeoLive (1) Ghana (1) Gianyar (1) Giasa Lutfiah (1) Gilang Mobyar (2) Gitar (4) Gitar Batik (1) Gorontalo (1) Gratis (1) Gresik (1) Gunung Kidul (1) Guru (1) Handphone (1) Helm (1) Herman (1) Hidroponik (3) HOw to (4) Ice Carving (1) Indonesia Morning Show (2) Indosiar (3) Indramayu (1) iNews TV (1) Instagram (4) IPB (Institut Pertanian Bogor) (1) ITS (1) Jagung (1) Jakarta (8) Jakarta Timur (2) Jakarta Utara (1) Jam Tangan (3) Jambu Kulon (1) Jasa Sewa (1) Jatnika Nangga Mihardja (2) Jatnika Nangga Miharja (5) Jawa Barat (28) Jawa Pos TV (1) Jawa Tengah (16) Jawa Timur (40) Jelekong (8) Jember (6) Jepang (2) Jepara (1) Jerman (2) Jombang (2) Kabar Kampus (1) Kain (2) Kaleng (7) Kaligrafi (3) Kalimantan (6) Kalimantan Barat (1) Kalimantan Timur (3) Kalimantan Utara (2) Kanada (1) Kapal Laut (1) Kardus (1) Karung (5) Karung Goni (11) Kayu (14) Kebumen (1) Kedai (1) Kediri (4) Kelapa (11) Kelapa Gading (1) Kelinci (2) Kenari (1) Kendaraan (5) Kendaraan Listrik (2) Kerajinan (35) Kerajinan Tangan (12) Kerang (5) Kerikil (1) Keripik (1) Kertas (2) Klaten (1) Koki (1) Kompas TV (13) Kompetisi (8) Komputer (1) Kontes (1) Kopi (2) Korek Gas (1) Kue Cubit (1) Kulit Telur (1) Kulit Ular (1) Kulon Progo (1) Kursi (1) Kusnudin (2) Kuta (1) Kutai (1) Lamongan (2) Lampion (1) Lampu Hias (5) Lampung (5) Lego (1) Lembaga sosial (1) Lilin (1) Limbah (5) Liputan 6 (5) Liputan Kota (1) Lius Kasdianto (1) Lomba (1) Lukis Telur (2) Lukisan Kaleng (2) Madiun (1) Madrasah (1) Magelang (3) Mahasiswa (1) Mainan (1) Makanan dan Minuman (4) Makassar (1) Malang (1) Malinau (1) Maluku (1) Mandau (1) Masbash (4) Medan (6) Meksiko (1) Merajut (3) Mesin Cuci (1) Mesir (1) Metro TV (37) Miniatur (15) Minuman Teh (1) MNC TV (2) Mobiloo (1) Modifikasi (1) Molis (1) Motor (3) Motor Gede (1) Motor Listrik (3) Muklis Abdul Kholik (5) Museum (1) NDtv (1) Net TV (55) Nganjuk (2) Ngawen (1) Ngawi (2) Ngemplak (1) Novie Simon (4) Oey Min Lan (1) Pacitan (1) Padang (3) Padang Sarai (1) Pagi Pagi (1) Palembang (2) Panjalu (1) Pantai (1) Paper Cutting (3) Papitakidsnews (1) Paskah (1) Pasuruan (2) Penangkaran Burung (3) Pendidikan (4) Penenun (2) Pengrajin (2) Pensil (1) Penyiar (5) Pepaya (1) Perancis (1) Perpustakaan (1) Pertanian dan Perkebunan (1) Pesawat (1) Peternakan (2) Pikiran Rakyat (1) Pinrang (1) Pipa (1) Pirografi (2) Pisang (1) Pluit (1) Pointilisme (1) Ponorogo (1) Pot Hias (2) Praha (1) Pringsewu (1) Probolinggo (1) Pulang Kampung (1) Pulau (1) Pulau Buton (1) Pulau Morotai (1) Purbalingga (2) Purwakarta (2) Pustaka Gerobak Sapi (1) Radar TV News (1) RCTI (2) Robot (2) Rohimat Hermawan (1) Rotan (8) Rotan Karakter (6) Rumah (5) Rumah Bambu (5) Rumah Kayu (1) Rumah Tangga (5) Sakti TV (1) Salak (2) Salatiga (3) Sampah (1) Sandal (1) Sapa Indonesia (5) Sarung (9) Sarung Goyor (11) Sarwidiyanto (3) Sawah Lunto (1) Sedotan (1) Sejarah (2) Sekolah (3) Selis (2) Semarang (3) Seni Decoupage (9) Seni Lukis (27) Seni Pahat (4) Seni Tari (1) Seni Ukir (12) Sepatu (1) Sepeda (17) Sepeda Bambu (10) Sepeda Kayu (5) Sepeda Listrik (17) Seputar Indonesia (1) Serbuk (1) Shanghai (1) Siluet Art (2) Sindhu Prasastyo (3) Sindo News (4) Singgih S Kartono (2) Singkong (1) Siswa (1) Skuter (1) Sleman (1) SMA (1) Snack (1) Solo (12) Solo Pos TV (6) Somalia (1) Songket (1) Sragen (2) Sri Sulastri (3) Sri Wahyuni Handayani (2) Sriwijaya TV (1) Sukabumi (2) Sukoharjo (7) Suku Dayak (6) Sulawesi (3) Sulawesi Selatan (4) Sulawesi Tengah (1) Sulawesi Tenggara (1) Suling (1) Sumatera (2) Sumatera Barat (3) Sumatera Selatan (3) Sumatera Utara (6) Sumbawa (1) Surabaya (6) Surabaya TV (1) Surf (1) Susilowati (3) Sutrisno (1) Swiss (1) Taiwan (1) Tampaksiring (1) Tangerang (2) Tato (1) Taufik Kurohman (1) Tawang Sari (2) Tebet (1) Teguh Joko Dwiyono (2) Teknologi (3) Telepon (1) Teluk Naga (1) Telur (9) Telur Paskah (1) Temanggung (3) Tempo TV (2) Tenaga Surya (1) Timlo TV (1) Tiongkok (1) Tips & Trik (1) Tonight Show (1) Tradisional (1) Trans 7 (10) Transportasi (2) Tuban (1) Tulung Agung (4) TV Bisnis (2) TV One (1) Twitter (2) Ukir Telur (1) Ukiran (5) Ukraina (1) Unik & Lucu (2) Universitas (3) Unyil (4) Vancouver (1) Video 02 (17) Video 04 (3) Video 05 (16) Viva News (1) Wahyu Kristanto (1) Wajo (1) Wawancara (4) Way Haru (1) Wayang (1) Website (4) Wetz Shinoda (1) Winarto (3) Winawan Mardi (2) Wine (2) Yaman (1) Yogyakarta (11) You Tube (5)