Dari tangan Winarto inilah kita bisa menangkan gambaran keseharian warga di pedesaan. Mulai petani yang mengangkut hasil panen, pedati atau gerobak yang ditarik sapi. Pria yang membawa gelondongan kayu hingga pria yang sedang menimba sumur. Yang menarik, semua miniatur ini dibuat dengan menggunakan karung goni bekas.
Lewat tangan terampil warga SumBar, kecamatan Banjar Sari, Solo, Jawa Tengah. Dengan detail yang proporsional walaupun hanya mengandalkan bahan-bahan sederhana dimana selain karung goni, juga kawat dan kain perca. Semua dimulai Winarto sejak 10 tahun yang lalu saat menemukan karung bekas yang tak terpakai.
Terima kasih anda masih bersama kami di Net 12.
Dalam seni paduan titik-titik bisa menjelma menjadi sebuah kreasi cantik.
Ya, karya seperti ini berjuluk dot art atau pointilisme. Di tanah air, seni titik berkembang pesat salah satunya di Salatiga, Jawa Tengah.
Aneka pernik cantik berhias ragam corak dengan pola bertitik-titik. Inilah kreasi yang tengah naik daun di SalaTiga, Jawa Tengah.
Dot Art furniture, alias perkakas rumah tangga beraplikasi seni titik. Penggagasnya Setio Budi. Tak hanya sendiri, ia mengajak serta seniman lukis lain untuk mengembangkan karya ini.
Mbak ini namanya lukisan aliran apa mbak ??
Sebetulnya aku enggak bisa ngomong secara pasti sih. Tapi ada yang bilang sejenis polintilis, ada yang karena obyek nya realis, ada yang mengatakan bentuk realis juga. Terserah orang yang menilai.
Tiongkok sangat dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem transportasi umum yang baik. Masyarakat selain menggunakan layanan MRT dan bus umum untuk melakukan perjalanan sehari-hari. Tiongkok juga memiliki sistem transportasi ramah lingkungan yaitu sistem rental sepeda online yang dapat mempersingkat waktu perjalanan dari halte angkutan umum ke tempat tujuan.
Ketika tim Metro TV berkelana di kota Shanghai, Tiongkok, kami menemukan banyak sekali sepeda-sepeda berwarna mencolok dengan beberapa QR Code tercetak di bodi sepeda. Ternyata, sepeda-sepeda ini adalah suatu sistem sepeda rental dalam kota. Dalam sistem kunci pintar sepeda ini, sudah terpasang GPS dan modul komunikasi yang memungkinkan pengguna untuk melacak keberadaan sepeda.
Anak-anak pasti suka es krim. Tapi kalau sayuran belum tentu semua suka. Nah bagi anda ini pemirsa, kini ada cara untuk menyiasati anak yang tidak suka makan sayuran. Ide ini berasal dari 2 bocah cantik. Erosiska Cantika dan Florenzia Zea. Keduanya ini masih duduk di kelas 5 sekolah dasar loh, tapi dasar kecil-kecil cabe rawit, keduanya bisa membuat es krim dari sayuran jenis sawi bercita rasa alpukat. Wah, gimana yah caranya ??
Bangun pagi pagi siapkan perlengkapan jamuan makan untuk para tamu. Selesai makan tidak lupa suguhan Salak Sibetan - Salak yang sudah terbukti memiliki rasa tak terlupakan.
Masih bersama kami di I Love Bali, Inspirasi Bali, Inspirasi Indonesia.
Nah, Wisma sekarang ada sesuatu nih di depan Wisma. Ini ada Wine Indra dan kita sudah bermasa dengan seorang pengusaha Wine. Ada nara sumber kita yang bernama, Ida Bagus Ketut Pujayasa.
Sibetan, merupakan sentral penghasil buah salak terbesar di Bali. Salak Sibetan sudah sangat terkenal pada khususnya. Hampir di setiap pegalan penduduk sibetan di Tanami pohon salak. Untuk mengantisipasi hasil panen yang melimpah di bulan Desember, masyarakat sibetan mulai mengkreasikan buah salak menjadi berbagai macam olahan, seperti makanan maupun minuman.
Karena di musim tersebut hasil panen buah salak sangat melimpah, sehingga hasil pemasaran pun sangat agak sulit dan harganya tidak stabil. Bertolak dari itu, konsulat Australia Dewan yayasan kalima jari membuat suatu terobosan dengan memberikan bantuan alat vakum praying dan tempat bangunan untuk memproduksi kepada kelompok kurdiguna sehingga pemanfaatan buah salak bisa lebih dikreasikan menjadi berbagai macam makanan dan juga minuman.
Terima kasih anda masih bersama kami di Net. 12. Iklim di Singaraja, Buleleng, Bali sangat cocok untuk budidaya anggur. Namun sayangnya, masa kejayaan anggur Bali ini tidak seindah dulu. Betul sekali, karena untuk meningkatkan nilai jual dan mengembalikan masa jayanya, maka anggur tidak hanya disajikan menjadi buah segar. Melainkan diolah menjadi wine. Bahkan produk wine asal Bali ini sudah diakui kenikmatannya di dunia internasional.
Anggur dapat tumbuh baik di daerah tropis, salah satunya di Singaraja, Buleleng, Bali Utara. Beruntung saya datang kesini saat masa panen raya anggur di Bali. Musim panen raya anggur di Bali berkisar antara September hingga Oktober. Pak Bowo yang akan menemani saya berkeliling panjang di kebun anggur singaraja ini. Anggur ini merupakan varietas anggur putih local atau biasa disebut Belgia. Sayangnya disini tidak dibuka wisata kebun anggur untuk umum. Halo Pak Bowo, lagi ngapain?? “Lagi ngukur kadar gula untuk anggur yang mau dipanen pada bulan depan.” “Sudah 20”
Kembali bersama kami di Net 12. Zey, pembungkus atau cashing telepon genggam kamu terbuat dari apa sih ??
Dari karet, tapi bukan karet gelang yah. Karena gini yah, untuk mengantisipasi supaya kalau jatuh tidak gampang pecah handphone nya.
Nah, kalau kamu ingin pilihan yang lain. Salah satu pengrajin di kabupaten Bandung Barat, ini membuat cashing telepon genggam dari bambu.
Jatnika NanggaMiharja, pemilik Rumah Bambu, “Selamat datang di rumah bambu Jatnika. Rumah bambu ini dibuat berdasarkan arsitektur Jawa Barat. Dan dilingkungan rumah bambu ini juga di tata melalui taman berbagai macam tumbuh-tumbuhan bambu. Disinilah tempat kami kehidupan dalam keseharian.”
“Pertama rumah bambu ini sebetulnya merupakan rumah tradisional khas nusantara. Kedua, rumah bambu ini memiliki sirkulasi udara yang lebih baik dibanding dengan rumah tembok. Setiap kali ada dinding di rumah bambu itu, tetap udara masuk ke dalam. Terus yang ketiga, rumah bambu ini hampir dipastikan lebih tahan terhadap gempa. Alhamdulillah, saya sudah membuat 4.700 rumah dan 4.700 rumah bambu ini tidak saja di Indonesia, ada juga yang saya buat di luar negeri. Jadi alhamdulillah, dari itu saya juga mendapatkan penghargaan dari ikatan arsitek Indonesia sebagai pembuat rumah bambu tradisional.”
Merangkai makna dengan kuas dan cat air, teliti menyusun satu demi satu kulit bawang putih di atas kanvas. Perpaduan ini membentuk dimensi yang unik dan berbeda Inilah karya lukis yang dimiliki Ketut Samuderawan. Seniman asal Nagasepaha, Buleleng ini sengaja memakai kulit bawang putih sebagai ciri khas karyanya.
Serat kulit bawang putih yang unik jadi kan karyanya lebih berkarakter. Kian menarik, karena ia mengkombinasikan teknik kolase di atas lukisannya. Beragam karya dihasilkan lewat teknik ini, seperti lukisan kisah poligami, wejangan tetua adat, cerita-cerita arjuna wiwaha, hingga tema kehidupan masyarakat masa kini.
Perkenalkan nama saya Ferdi Ardian. Saya memiliki motor unik, motor bertenaga matahari. Meski mengandalkan matahari sebagai sumber energi, motor saya tak kalah bersaing dengan motor berbahan bakar fosil. Motor saya mampu menempuh jarak maksimal, 50 km dengan kecepatan mencapai 40 km per jam.
Kenaikan BBM tahun lalu menjadi alasan saya berpikir untuk mencari kendaraan yang menggunakan energi alternati. Saya lalu membeli motor listrik bekas seharga 1 juta rupiah. Merasa kurang sreg dengan sistem motor listrik biasa, saya pun mengubah pengecasan dari 28 volt menjadi 12 volt. Pengurangan ini saya lakukan tanpa mengurangi kecepatan motor. Saya juga mengubah aliran listrik seri menjadi pararel. Beberapa lampu saya ganti menggunakan lampu LED. Untuk mempermak motor listrik menjadi yang saya inginkan, saya harus merogoh kocek sekitar 2 juta rupiah. Semua saya lakukan sendiri, gini-gini kan saya lulusan STM.