Tuesday, July 31, 2018

Yasir Den Has, Pak Yan Partawijya dan Ibunda Anita Rachman di Everlasting Young (1)

Sosok Anita Rachman merupakan penyiar berita senior nasional pertama di Indonesia. Anita Rachman menjalani karir di dunia penyiaran selama 40 tahun. Bu Anita menjadi salah satu penyiar wanita paling terfavorit di era 70 hingga 90-an. Berkat kemampuannya yang mumpuni, Bu Anita dipercaya membawakan program talk show berjudul: 30 Menit Bersama Anita Rachman dan membuatnya semakin dikenal.
Yasir Den Haas, Pak Yan Partawijya dan Ibunda Anita Rachman
di Everlasting Young (1)

Raditya Dika, host
Ibob Tarigan, co-host

Selamat malam pemirsa. Nama saya Raditya Dika sedang melaporkan dari Pasar Induk, saya akan melaporkan harga cabe di pasar. Banyak cabe atas permintaan konsumen level kepedasan tertentu dalam menu ayam geprek. Jadi cabe yang kita . . . .

“Adut Dit, elo enggak benar sih baca jadi reporter. Jadi reporter enggak bener loh.”
Ya gimana dong ?? Gue enggak tau gimana jadi reporter.
“Halo, halo, halo. . .Ah, udah habis beritanya Dit. Berita kita enggak naik jadinya Dit.”
Jadi gimana dong ??
“Udah kita ngeplok aja ngeplok.”
“Udah Dit. Berita kita udah enggak diterima.”
Ya, berarti kita gagal dong.
“Kita harus belajar lagi Dit. Gimana caranya bawain berita.”
Ya, ya, ya, ya. Ya udah, Maaf deh kalau begitu. Mungkin gue enggak bisa jadi pembawa berita.
“Ya udah kalau begitu, elo jadi pembawa acara aja.”
Pembawa acara apa ??
“Everlasting. Ya.”

Arro’n Friends Band
“Puncak Asmara.” Dipopulerkan: Utha Likumahuwa

Oke. Kamu tau enggak kenapa kita jadi repoter, kayak tadi. Padahal kita enggak ada bakat sama sekali.
“Iya, betul. Karena kita lagi mengenang masa lalu.”
Masa lalu jaman-jaman nonton berita TV itu ada jamnya. Semua orang nungguin 1 program berita yang sama.
Nonton berita yang sama. Pembawa acaranya itu membawakan acara berita dengan apik dan menjiwai banget.
“Betul.”
Kita terngiang-ngiang ya ??
“Iya.”
“Ingat dong. Gue sampai inget banget kalau ada suara kayak gini nih.”
“Sari Berita Penting.”
Dulu ada kayak gitu tuh
“Sari berita penting. Tapi kalau udah denger kayak gitu tuh, saya inget langsung disuruh tidur waktu kecil.”
Acaranya biasa jam 9 malam yah ??
“Jam 9 malam. Bawa obat nyamuk bakar.”
Kalau gue masih ngalamin, tapi enggak tau generasi jaman sekarang nih. Kalian sempat ngalamin enggak ??
Nonton dunia dalam berita.
Nah kalau gua pribadi, gua penasaran banget. Gimana keadaan penyiar-penyiar yang mengisi acara dunia dalam berita saat itu.
“Penyiar yang hits di era tahun 70-an hingga 90-an itu yah ??”
Iya betul.
Pasti semua orang penasaran karena itulah malam hari ini di everlasting young, kita akan mengundang para penyiar berita yang nge-hits pada jamannya.
“Nah bagaimana keadaan mereka sekarang ini ??”
Ya
“Kita lihat tayangan yang berikut.”

YouTube/ Havid Han
Kementerian Negara mengusulkan agar kementrian, daya dan dana yang ada harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Sosok Anita Rachman merupakan penyiar berita senior nasional pertama di Indonesia. Anita Rachman menjalani karir di dunia penyiaran selama 40 tahun. Bu Anita menjadi salah satu penyiar wanita paling terfavorit di era 70 hingga 90-an. Berkat kemampuannya yang mumpuni, Bu Anita dipercaya membawakan program talk show berjudul: 30 Menit Bersama Anita Rachman dan membuatnya semakin dikenal.
Dibalik profesinya sebagai penyiar, Bu Anita memiliki hobi bernyanyi dan menulis puisi. Lalu apa ya kegiatan Bu Anita saat ini ??
Mari kita ngobrol dengan Ibu Anita.

Legend banget beliau
“Pasti.”
Kita langsung aja panggilkan jurnalis senior dan mantan pembawa acara berita terkenal. Beliau telah berkecimpung di dunia media selama kurang lebih 40 tahun. Langsung kita panggilkan, Ibu Anita Rachman.

Memori Dalam Berita
@eyoungmetrotv

Halo Ibu Anita apa kabar ??
Anita Rachman, pembawa acara, “Halo juga.”
Saya. Kita kayak gimana ya kalau pas masa kecil ngelihat beliau di layar kaca. Sekarang ketemu langsung.
Iya, merupakan suatu kehormatan
“Mudah-mudahan tidak kecewa.”
Ya enggak lah Bu
“Kami sudah longsor.”

Jadi waktu itu, pas kapan yah. Elo pas umur berapa yah pas ngeliatin Dunia Dalam Berita, sering nonton ??
Ibob Tarigan, “Dari lahir lah.”
Pas kecil
“Dari tahun 80’an. Sebenarnya Ibu dari tahun berapa bu, waktu dulu ??”

Anita Rachman, pembawa acara, “70. Tapi tidak baca berita. Program presentation musik orchestra.”
Jadi penyiar itu semenjak ??
“81.”
Saya bahkan belum lahir Bu
Nah, jaman dulu TV kan hanya satu, yakni TVRI. Pasti banyak banget dong yang berlomba-lomba pingin masuk ke TVRI menjadi pembawa berita.
Susah enggak sih Bu untuk menjadi pembawa berita pada saat itu ??
Anita Rachman, mantan penyiar berita (73 tahun), “Semua pekerjaan tentu susah. Jangan dianggap remeh. Tapi kalau kita melakukannya dengan sabar, menguasai tekniknya, dan dengan cinta, insyaallah.”
Luar biasa.
Nah, perubahan teknologi yang semakin maju saat ini apakah membantu pembawa berita pada saat ini juga kah atau relatif sama-sama aja gitu Bu ??
“Kalau saya, menilai kok lebih enak sekarang yah. Dulu banyak rambu-rambu. Duduk pun harus seperti pas foto. Tidak boleh bergerak dan sebagainya. Jadi ada rambu-rambu yang membatasi kita untuk berlaku normal. Seperti halnya orang berbicara.”
Jadi pada jaman dulu itu mungkin bisa dibilang lebih formal lah ya. Aturan itu baku banget, kalau sekarang mungkin orang bisa lebih luwes yah. Live atau tapping bu, kalau dulu ??
“Live. Selalu live.”
Nah kalau pertama kali deh. Kan bacain berita waktu itu pasti live. Ibu pertama kalinya duduk live membacakan berita itu perasaannya gimana Bu ??
“Kalau ditanya saat pertama kali menghadapi kamera. Seperti menuju tiang gantungan Mas.” Jadi itu kayak deg-degan banget. Serem ya ??
“Sepertinya semua orang, semua mata tertuju pada diri kita. Padahal baru pertama kali kan kita. Dan teman kita disitu hanyalah bulatan hitam itu, sebagai teman. Karena itu seorang TV presenter itu, dia harus mempunyai imajinasi yang bagus. Bahwa dia memperlakukan dan berbicara kepada lensa itu seperti halnya kepada manusia.”
Jadi ternyata banyak yang kita pelajari ya, hari ini ya dari beliau. Betul sekali. Kalau Ibu melihat saya dengan Radit, bagaimana Bu ?? Sehancur apa kita tadi ??
“Hancur luluh.”
Terima kasih atas kejujuran Ibu.
Gokil yah.
Nah, setelah sekian lama Ibu Anita eksis di televise sebagai penyiar, ternyata Ibu Anita juga memiliki bakat di bidang entertainment yang biasanya, selepas di televisi. Kita akan tahu setelah yang satu ini. Jadi jangan kemana-mana, tetap di everlasting young.


Video:




Foto:

Sosok Anita Rachman merupakan penyiar berita senior nasional pertama di Indonesia. Anita Rachman menjalani karir di dunia penyiaran selama 40 tahun. Bu Anita menjadi salah satu penyiar wanita paling terfavorit di era 70 hingga 90-an. Berkat kemampuannya yang mumpuni, Bu Anita dipercaya membawakan program talk show berjudul: 30 Menit Bersama Anita Rachman dan membuatnya semakin dikenal.
Yasir Den Haas, Pak Yan Partawijya dan Ibunda Anita Rachman
di Everlasting Young (1)

Sosok Anita Rachman merupakan penyiar berita senior nasional pertama di Indonesia. Anita Rachman menjalani karir di dunia penyiaran selama 40 tahun. Bu Anita menjadi salah satu penyiar wanita paling terfavorit di era 70 hingga 90-an. Berkat kemampuannya yang mumpuni, Bu Anita dipercaya membawakan program talk show berjudul: 30 Menit Bersama Anita Rachman dan membuatnya semakin dikenal.
Yasir Den Haas, Pak Yan Partawijya dan Ibunda Anita Rachman
di Everlasting Young (1)

Sosok Anita Rachman merupakan penyiar berita senior nasional pertama di Indonesia. Anita Rachman menjalani karir di dunia penyiaran selama 40 tahun. Bu Anita menjadi salah satu penyiar wanita paling terfavorit di era 70 hingga 90-an. Berkat kemampuannya yang mumpuni, Bu Anita dipercaya membawakan program talk show berjudul: 30 Menit Bersama Anita Rachman dan membuatnya semakin dikenal.
Yasir Den Haas, Pak Yan Partawijya dan Ibunda Anita Rachman
di Everlasting Young (1)

No comments:

Post a Comment

Komentar adalah segalanya bagi penulis. Deretan susunan kalimat, entah itu pro atau pun kontra. Interaksi tersebut, bagaimanapun juga bertujuan menciptakan diskusi yang membangun. Dan saya, Clenoro Suharto, merasakan manfaat itu. Terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan komentar pada blog https://rakyatjelataindonesiarajin.blogspot.com/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Labels

Acara Masak Memasak (2) Adang Muhidin (8) Aeromodelling (1) Afrika (1) Agristream TV (1) AGTV News (1) Ahmad Fajri (1) Air Terjun (1) Akar (4) Akar Bambu (5) Aksesoris (4) Alat Musik (15) Anggur (1) Angklung (10) Antara News (11) AnTV (3) Anyer Bakery (1) AR Channel (1) Arab Saudi (1) Asep Sancang (2) Bajaj (1) Bali (12) Balik Papan (3) Bambang Sudarsono (4) Bambootronic (1) Bambu (35) Ban Bekas (2) Bandung (17) Banten (3) Banyuasin (1) Banyuwangi (2) Batik (2) Batu (1) Batu Bara (1) Bawang (2) Beijing (2) Bejo Wage Suu (3) Bekas (2) Belajar (1) Belfast (1) Belgia (1) Berita Satu (5) Berlin (2) Biola (1) Blitar (2) Blogspot (3) Blora (1) Bogor (2) Boneka (3) Boneka Telur (1) Bonggol Bambu (1) Boyolali (1) Brussel (1) Buah dan Sayuran (2) Budaya (2) Burung (6) Bus (1) Busana dan Pakaian (3) Cangkang Telur (8) Ciamis (5) Cina (4) Cirebon (2) Cismi Cikwati (2) Clay (1) CNN Indonesia (4) Daai TV (1) Dandung Santoso (1) Daniel Vogel Essex (1) Dapur (1) Daun (4) Deli Serdang (1) Den Pasar (3) Depok (3) Desa Setulang (1) Detik News (1) Dewi Kocu (3) Didi Diarsa Adiana (4) Dokter (1) Dokter Gigi (1) Dot Art (1) Drum (1) Eceng Gondok (2) Eropa Tengah (1) Erosiska Cantika (2) Es Krim (12) Es Krim Buah (4) Es Krim Sayur (9) Facebook (10) Fajrin Aziz (2) Festival (1) Filipina (1) Flora dan Fauna (3) Florenzia Zea (2) Forklift (1) Froz Banana (1) FruChips (1) Fruit Carving (16) Gabus (1) Gadjah Mada (1) Game (1) Ganda Suganda (1) Ganda Suhanda (2) GeoLive (1) Ghana (1) Gianyar (1) Giasa Lutfiah (1) Gilang Mobyar (2) Gitar (4) Gitar Batik (1) Gorontalo (1) Gratis (1) Gresik (1) Gunung Kidul (1) Guru (1) Handphone (1) Helm (1) Herman (1) Hidroponik (3) HOw to (4) Ice Carving (1) Indonesia Morning Show (2) Indosiar (3) Indramayu (1) iNews TV (1) Instagram (4) IPB (Institut Pertanian Bogor) (1) ITS (1) Jagung (1) Jakarta (8) Jakarta Timur (2) Jakarta Utara (1) Jam Tangan (3) Jambu Kulon (1) Jasa Sewa (1) Jatnika Nangga Mihardja (2) Jatnika Nangga Miharja (5) Jawa Barat (28) Jawa Pos TV (1) Jawa Tengah (16) Jawa Timur (40) Jelekong (8) Jember (6) Jepang (2) Jepara (1) Jerman (2) Jombang (2) Kabar Kampus (1) Kain (2) Kaleng (7) Kaligrafi (3) Kalimantan (6) Kalimantan Barat (1) Kalimantan Timur (3) Kalimantan Utara (2) Kanada (1) Kapal Laut (1) Kardus (1) Karung (5) Karung Goni (11) Kayu (14) Kebumen (1) Kedai (1) Kediri (4) Kelapa (11) Kelapa Gading (1) Kelinci (2) Kenari (1) Kendaraan (5) Kendaraan Listrik (2) Kerajinan (35) Kerajinan Tangan (12) Kerang (5) Kerikil (1) Keripik (1) Kertas (2) Klaten (1) Koki (1) Kompas TV (13) Kompetisi (8) Komputer (1) Kontes (1) Kopi (2) Korek Gas (1) Kue Cubit (1) Kulit Telur (1) Kulit Ular (1) Kulon Progo (1) Kursi (1) Kusnudin (2) Kuta (1) Kutai (1) Lamongan (2) Lampion (1) Lampu Hias (5) Lampung (5) Lego (1) Lembaga sosial (1) Lilin (1) Limbah (5) Liputan 6 (5) Liputan Kota (1) Lius Kasdianto (1) Lomba (1) Lukis Telur (2) Lukisan Kaleng (2) Madiun (1) Madrasah (1) Magelang (3) Mahasiswa (1) Mainan (1) Makanan dan Minuman (4) Makassar (1) Malang (1) Malinau (1) Maluku (1) Mandau (1) Masbash (4) Medan (6) Meksiko (1) Merajut (3) Mesin Cuci (1) Mesir (1) Metro TV (37) Miniatur (15) Minuman Teh (1) MNC TV (2) Mobiloo (1) Modifikasi (1) Molis (1) Motor (3) Motor Gede (1) Motor Listrik (3) Muklis Abdul Kholik (5) Museum (1) NDtv (1) Net TV (55) Nganjuk (2) Ngawen (1) Ngawi (2) Ngemplak (1) Novie Simon (4) Oey Min Lan (1) Pacitan (1) Padang (3) Padang Sarai (1) Pagi Pagi (1) Palembang (2) Panjalu (1) Pantai (1) Paper Cutting (3) Papitakidsnews (1) Paskah (1) Pasuruan (2) Penangkaran Burung (3) Pendidikan (4) Penenun (2) Pengrajin (2) Pensil (1) Penyiar (5) Pepaya (1) Perancis (1) Perpustakaan (1) Pertanian dan Perkebunan (1) Pesawat (1) Peternakan (2) Pikiran Rakyat (1) Pinrang (1) Pipa (1) Pirografi (2) Pisang (1) Pluit (1) Pointilisme (1) Ponorogo (1) Pot Hias (2) Praha (1) Pringsewu (1) Probolinggo (1) Pulang Kampung (1) Pulau (1) Pulau Buton (1) Pulau Morotai (1) Purbalingga (2) Purwakarta (2) Pustaka Gerobak Sapi (1) Radar TV News (1) RCTI (2) Robot (2) Rohimat Hermawan (1) Rotan (8) Rotan Karakter (6) Rumah (5) Rumah Bambu (5) Rumah Kayu (1) Rumah Tangga (5) Sakti TV (1) Salak (2) Salatiga (3) Sampah (1) Sandal (1) Sapa Indonesia (5) Sarung (9) Sarung Goyor (11) Sarwidiyanto (3) Sawah Lunto (1) Sedotan (1) Sejarah (2) Sekolah (3) Selis (2) Semarang (3) Seni Decoupage (9) Seni Lukis (27) Seni Pahat (4) Seni Tari (1) Seni Ukir (12) Sepatu (1) Sepeda (17) Sepeda Bambu (10) Sepeda Kayu (5) Sepeda Listrik (17) Seputar Indonesia (1) Serbuk (1) Shanghai (1) Siluet Art (2) Sindhu Prasastyo (3) Sindo News (4) Singgih S Kartono (2) Singkong (1) Siswa (1) Skuter (1) Sleman (1) SMA (1) Snack (1) Solo (12) Solo Pos TV (6) Somalia (1) Songket (1) Sragen (2) Sri Sulastri (3) Sri Wahyuni Handayani (2) Sriwijaya TV (1) Sukabumi (2) Sukoharjo (7) Suku Dayak (6) Sulawesi (3) Sulawesi Selatan (4) Sulawesi Tengah (1) Sulawesi Tenggara (1) Suling (1) Sumatera (2) Sumatera Barat (3) Sumatera Selatan (3) Sumatera Utara (6) Sumbawa (1) Surabaya (6) Surabaya TV (1) Surf (1) Susilowati (3) Sutrisno (1) Swiss (1) Taiwan (1) Tampaksiring (1) Tangerang (2) Tato (1) Taufik Kurohman (1) Tawang Sari (2) Tebet (1) Teguh Joko Dwiyono (2) Teknologi (3) Telepon (1) Teluk Naga (1) Telur (9) Telur Paskah (1) Temanggung (3) Tempo TV (2) Tenaga Surya (1) Timlo TV (1) Tiongkok (1) Tips & Trik (1) Tonight Show (1) Tradisional (1) Trans 7 (10) Transportasi (2) Tuban (1) Tulung Agung (4) TV Bisnis (2) TV One (1) Twitter (2) Ukir Telur (1) Ukiran (5) Ukraina (1) Unik & Lucu (2) Universitas (3) Unyil (4) Vancouver (1) Video 02 (17) Video 04 (3) Video 05 (16) Viva News (1) Wahyu Kristanto (1) Wajo (1) Wawancara (4) Way Haru (1) Wayang (1) Website (4) Wetz Shinoda (1) Winarto (3) Winawan Mardi (2) Wine (2) Yaman (1) Yogyakarta (11) You Tube (5)