Pages

Thursday, August 9, 2018

Ciri khas Sarung Goyor di Desa Wonosari terbilang lembut dan dingin saat dipakai

Kain ini tergolong mahal lantaran pengrajinnya masih menggunakan alat tenun bukan mesin atau ATBM dan prosesnya rumit.
Ciri khas Sarung Goyor di Desa Wonosari terbilang lembut dan
dingin saat dipakai
Desa Wonosari di Sambirombo merupakan satu-satunya sentra produksi sarung goyor di Sragen. Disitu berupa usaha rumahan, sarung goyor buatan ibu-ibu ini mampu menembus pasar internasional. Sebut saja: Mesir, Somalia, dan Arab Saudi.

Di pasaran lokal harga sarung goyor di kisaran 300 hingga 500 ribu. Sementara di luar negeri harganya mencapai 2 juta rupiah tergantung tingkat kerapatan benang. Kain ini tergolong mahal lantaran pengrajinnya masih menggunakan alat tenun bukan mesin atau ATBM dan prosesnya rumit.

“Sudah sampai luar negeri, salah satunya Arab Saudi. Kalau di daerah sini, peminatnya tidak seperti luar negeri. Karena harganya rata-rata 400 ribu. Kalau orang sini sayang uang begitu.”

Ciri khas sarung goyor disini, lembut dan dingin saat dipakai. Maka tak heran peminatnya berasal dari negara beriklim panas. Sarung goyor juga kokoh dan tidak melar, ini karena benang-benangnya di jemur terlebih dulu sebelum dipintal menjadi sarung. Setidaknya ada 150 penenun yang memproduksi sarung goyor di desa Wonosari. Usaha mereka sepatutnya terus didukung agar penguatan ekonomi lokal terus berjalan hingga membuahkan masyarakat yang kuat dan mandiri.



Video:





Foto:

Kain ini tergolong mahal lantaran pengrajinnya masih menggunakan alat tenun bukan mesin atau ATBM dan prosesnya rumit.
Ciri khas Sarung Goyor di Desa Wonosari terbilang lembut dan
dingin saat dipakai

Kain ini tergolong mahal lantaran pengrajinnya masih menggunakan alat tenun bukan mesin atau ATBM dan prosesnya rumit.
Ciri khas Sarung Goyor di Desa Wonosari terbilang lembut dan
dingin saat dipakai

Kain ini tergolong mahal lantaran pengrajinnya masih menggunakan alat tenun bukan mesin atau ATBM dan prosesnya rumit.
Ciri khas Sarung Goyor di Desa Wonosari terbilang lembut dan
dingin saat dipakai



No comments:

Post a Comment

Komentar adalah segalanya bagi penulis. Deretan susunan kalimat, entah itu pro atau pun kontra. Interaksi tersebut, bagaimanapun juga bertujuan menciptakan diskusi yang membangun. Dan saya, Clenoro Suharto, merasakan manfaat itu. Terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan komentar pada blog https://rakyatjelataindonesiarajin.blogspot.com/