Pages

Monday, April 3, 2017

Wahyu Resa Restanto, Pembuat Miniatur Bus dari Gunung Kidul, Yogyakarta

Ini adalah jajaran karya Wahyu Resa Restanto, seorang pemuda asal Gunung Kidul, Yogyakarta. Berawal dari kegemarannya pada model transportasi bus, Resa mulai berkreasi membuat miniatur bus. Hebatnya lagi miniatur ini dibuat dengan memanfaatkan barang bekas. Cara membuatnya cukup rumit. Pertama-tama, pola bus digambar pada lembaran akrilik, lalu dipotong, dan dirakit. Setelah terbentuk badan miniatur dilakukan pengecatan sesuai dengan warna bus asli lainnya.


Kita akan mulai dengan informasi terkait informasi dari limbah. Berbekal kreatifitas, seorang pemuda di gunung kidul membuat miniatur bus dari barang bekas. Saking miripnya dengan bus asli, pemilik perusahaan autobus berminat dengan hasil karyanya. Melihat jajaran miniatur bus ini seakan pemandangan yang ada di terminal. Tapi bukan, ini bukan terminal.

Ini adalah jajaran karya Wahyu Resa Restanto, seorang pemuda asal Gunung Kidul, Yogyakarta. Berawal dari kegemarannya pada model transportasi bus, Resa mulai berkreasi membuat miniatur bus. Hebatnya lagi miniatur ini dibuat dengan memanfaatkan barang bekas. Cara membuatnya cukup rumit. Pertama-tama, pola bus digambar pada lembaran akrilik, lalu dipotong, dan dirakit. Setelah terbentuk badan miniatur dilakukan pengecatan sesuai dengan warna bus asli lainnya.

Sekarang menggunakan cara beli baru sama bahan-bahan bekas yang dicari. Untuk bahan utamanya, menggunakan akrilik, terus melamin, sama bahan-bahan, kayu-kayu sisa-sisa itu, ” jelas Pak Wahyu kepada Metro TV.

Seluruh proses ini dilakukan dengan teliti, terutama bagian interior. Lantai, jok, hingga kemudi bus dibuat semirip mungking dari bahan karet dan kayu triplek. Setelah rangka bus jadi dan selesai di cat, tidak lupa Resa menambah asesoris bus, berupa lampu di bagian eksterior, dan juga interior. Bukan hanya lampu sebagai aksentuasi, namun lampu ini bisa menyala, untuk dayanya ia menggunakan baterai telpon genggam bekas.

Untuk membuat 1 miniatur bis seperti ini diperlukan waktu 10 hari. Karena kemiripannya miniatur bus, karya pria berusia 22 tahun ini diburu kolektor penggemar miniatur bus. Urainya, “Kalau untuk peminatnya, kebanyakan, dari penghobi mini bus itu sendiri. Karena awalnya, hobi bis, pengen punya koleksi replika atau miniatur.”

1 unit miniatur dijual mulai dari Rp. 1,5 juta hingga Rp. 2,3 juta, sesuai bentuk dan detail bus. Pembeli pun harus rela menunggu, karena orderan miniatur semakin banyak. Febri, Penggemar Miniatur Bus sempat menguraikan pandangannya tentang karya Pak Resa, “Dilihat dari detailnya, ini sangat seperti bus itu sendiri dan dilihat dari kerajinan miniatur ini, menunjukkan bahwa hasil produksi ini lebih detail dan seperti bis aslinya itu sendiri.”

Lewat ketelitian dan ketekunannya, Resa membuktikan bahwa kreatifitas bisa menghasilkan karya yang diakui. Dari Gunung Kidul, Yogyakarta. Erwin Hidayat, Metro TV.


Ini adalah jajaran karya Wahyu Resa Restanto, seorang pemuda asal Gunung Kidul, Yogyakarta. Berawal dari kegemarannya pada model transportasi bus, Resa mulai berkreasi membuat miniatur bus. Hebatnya lagi miniatur ini dibuat dengan memanfaatkan barang bekas. Cara membuatnya cukup rumit. Pertama-tama, pola bus digambar pada lembaran akrilik, lalu dipotong, dan dirakit. Setelah terbentuk badan miniatur dilakukan pengecatan sesuai dengan warna bus asli lainnya.Ini adalah jajaran karya Wahyu Resa Restanto, seorang pemuda asal Gunung Kidul, Yogyakarta. Berawal dari kegemarannya pada model transportasi bus, Resa mulai berkreasi membuat miniatur bus. Hebatnya lagi miniatur ini dibuat dengan memanfaatkan barang bekas. Cara membuatnya cukup rumit. Pertama-tama, pola bus digambar pada lembaran akrilik, lalu dipotong, dan dirakit. Setelah terbentuk badan miniatur dilakukan pengecatan sesuai dengan warna bus asli lainnya.Ini adalah jajaran karya Wahyu Resa Restanto, seorang pemuda asal Gunung Kidul, Yogyakarta. Berawal dari kegemarannya pada model transportasi bus, Resa mulai berkreasi membuat miniatur bus. Hebatnya lagi miniatur ini dibuat dengan memanfaatkan barang bekas. Cara membuatnya cukup rumit. Pertama-tama, pola bus digambar pada lembaran akrilik, lalu dipotong, dan dirakit. Setelah terbentuk badan miniatur dilakukan pengecatan sesuai dengan warna bus asli lainnya.




No comments:

Post a Comment

Komentar adalah segalanya bagi penulis. Deretan susunan kalimat, entah itu pro atau pun kontra. Interaksi tersebut, bagaimanapun juga bertujuan menciptakan diskusi yang membangun. Dan saya, Clenoro Suharto, merasakan manfaat itu. Terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan komentar pada blog https://rakyatjelataindonesiarajin.blogspot.com/