Pages

Friday, March 10, 2017

Kerajinan Gitar batik Solo, Menembus Pasar Dunia



Sentuhan batik telah mengangkat nilai seni suatu gitar, sehingga bernilai jual tinggi. Dengan tambahan aksen batik pula, seorang pengrajin asal Kampung Nganden, Ngabean, Solo, Jawa Tengah, berhasil menggenjot mencapai rata-rata 20 unit gitar per bulan dengan nama Batik Guitar.

Secara fisik gitar batik ini tidak berbeda dengan gitar pada umumnya. Namun lukisan batik khas solo di hampir semua bagiannya menjadikan gitar ini terlihat jadi lebih menarik dan bernuansa Indonesia. Pembuatan gitar motif batik ini sama dengan gitar pada umumnya. Namun gitar tidak dicat, melainkan di lukis dibatik, seperta membatik tulis pada umumnya. Meski hanya melukis motif batik, namun diperlukan keahlian khusus, karena proses membatik pada kayu ini tidak bisa diulang.

Adalah Guruh Sabdo Nugroho, ide membatik gitar dengan motif batik ini berawal dari keinginan untuk lebih mengenalkan seni batik kepada masyarakat, terutama kalangan generasi muda. Selain itu, daerah tempat tinggalnya di Solo, dikelilingi oleh pengrajin batik. Dengan kreatifitas inilah, jika dulunya dia hanya mampu menjual 5 gitar biasa, saat ini mampu menjual 20 gitar batik tiap bulan. Bahkan Guntur tidak sanggup memenuhi permintaan, karena  sumber daya manusia pembuat gitar yang mumpuni tidak banyak.

Sebenarnya saya sendiri, paling enggak yah batik lebih dikenal sebagai semacam heritage Indonesia yang patut diperkenalkan di dunia gitu loh. Yang termasuk saya membuat gitar batik ini juga jadi setiap pemusik sendiri tahu bahwa batik dibuat dari Indonesia. Ya, sebenarnya itu. Istilah memasarkan budaya batik itu bisa juga lewat music, jadi enggak hanya melalui kain.”

Setelah menggunakan motif batik, perbedaan secara penjualan, bagaimana ?
“Ada selingan. Saya kan tidak jual gitar aja, jual seninya juga. Ada orang yang pesan, seperti kolektor. Dia pesan gitar mahal-mahal, kadang sampai rumahnya tidak dimainkan. Hanya dipajang pada suatu almari khusus.”

Tak diduga respon masyarakat terhadap kreasinya ternyata sangat luar biasa, terbukti gitar unik ini banyak dipesan. Pemesan tidak hanya dari dalam negeri saja, tapi juga luar negeri, seperti Eropa dan Asia. Seperti Jerman, Belanda, Singapura, dan Malaysia. Bahkan beberapa artis, seperti Apoy, gitaris Wali Band, Capres Jokowi, dan anak Ebiet G. Ade juga memesan gitar ini. Untuk 1 unit gitar batik dijual dengan harga dari 3,5 juta hingga 20 juta rupiah. Warta TV.







No comments:

Post a Comment

Komentar adalah segalanya bagi penulis. Deretan susunan kalimat, entah itu pro atau pun kontra. Interaksi tersebut, bagaimanapun juga bertujuan menciptakan diskusi yang membangun. Dan saya, Clenoro Suharto, merasakan manfaat itu. Terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan komentar pada blog https://rakyatjelataindonesiarajin.blogspot.com/