Pages

Friday, November 30, 2018

Kejuaraan Mengukir Buah pada Festival Agri Bisnis 2015

Heri Hartawan, pelajar SMK PGRI 4 Den pasar mengatakan, kesulitan dalam mengukir berbentuk wajah tokoh perwayangan ini adalah harus teliti dan hati-hati saat mengiris dan mengupas buah semangka. Jika tidak berhati-hati maka hasilnya tidak akan maksimal.
Kejuaraan Mengukir Buah pada Festival Agri Bisnis 2015

Sebanyak 28 pelajar nampak antusias mengukir buah di lapangan Basra Sandri Renon Pasar. Dengan membawa aneka macam buah, para pelajar ini terlihat berhati-hati dalam mengiris serta mengupas buah-buahan untuk menjadi hasil karya yang mereka inginkan.

Bermodalkan ketelitian dan kecermatan, dalam waktu 2 jam mereka mampu menghasilkan berbagai bentuk kreasi kerajinan ukiran seperti topeng, hewan, dan tumbuhan dari bahan yang menggunakan buah-buahan.

Imam Syafi'i Mengkreasikan Pesawat Berbahan Gabus Eletronik

Meski tradisional, pesawat ini sudah melanglang buana ke berbagai penjuru nusantara.
Imam Syafi'i Mengkreasikan Pesawat Berbahan Gabus Eletronik

Putar baling-balingnya dan terbang yeee e e e. Inilah pesawat bertenaga karet kreasi Imam Syafi'i, warga Kelurahan Ngaglik, Kota Batu, Jawa Timur. Kalau biasanya pesawat miniatur bertenaga bahan bakar minyak atau baterai, pesawat yang ini terbang hanya dengan tenaga kinetik dari putaran karet gelang.

“Awalnya main pesawat tenaga karet itu saya sendiri dari hobi. Jadi dulu mainnya bangsal, kayu bangsal khusus memang itu air modeling. Lama-lama baru setahun ini saya main di Vom atau gabus, gabus bekas elektronik. Jadi kadang ke tempat pembuangan sampah itu ngecek ngecek gabus elektronik, bekas-bekas pembungkus elektronik yang ada itu saya pakai, saya ambil. Kemudian kalau untuk baling-baling saya buat dari coffe cup.”

Monday, November 26, 2018

Kenapa Adul Memiliki Cita-Cita Menjadi Petugas Pemadam Kebakaran ??

Tak hanya gigih bersekolah, besar dengan kasih sayang dan dorongan semangat orang tua asuh Dadan dan Pipin membuat Adul tidak merasa rendah diri dengan kondisinya. Adul dengan percaya diri bergaul seperti biasa dengan anak-anak seumurannya. Hal inilah yang mungkin membuat teman-temannya tidak merasa Adul berbeda dengan mereka.
Kenapa Adul Memiliki Cita-Cita Menjadi Petugas Pemadam
Kebakaran ??

Aksi bocah berjalan meniti jembatan bambu dengan tangan ini bukan sedang berakrobat. Ia berjalan menggunakan tangan sambil merangkak karena keterbatasan fisik pada kedua kakinya.

Namanya Muklis Abdul Kholik atau biasa dipanggil Adul, siswa kelas 3 SDN 10 Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat. Meski dengan keterbatasan fisik, Adul memiliki semangat tinggi berangkat ke sekolah dengan cara merangkak. Bukan suatu upaya mudah karena adul harus melewati jalanan terjal dan berbukit sejauh 3 kilometer.

Kedua Tangan Muklis Abdul Kholik (Adul) Ingin Meraih Masa Depan

"Meskipun hujan, dia berangkat. Kecuali sakit, dia tidak sekolah."
Kedua Tangan Muklis Abdul Kholik (Adul) Ingin Meraih
Masa Depan

Pemirsa seorang anak berkebutuhan khusus tetap bersemangat menuju sekolah untuk menimba ilmu. Karena keterbatasannya siswa SDN di Sukabumi ini menuju sekolah dengan merangkak sejauh 3 km.

Muklis Abdul Kholik, alias Adul tengah bersiap-siap menuju sekolah. Jarak dari rumahnya di kaki perbukitan Gunung Walat, Desa Sekarwangi, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat menuju ke sekolahnya di SDN 10 berjarak 3 km. Dengan ditemani sang Ibu Pipin, Adul semakin semangat berangkat menuju sekolah tanpa bantuan apapun. Adul hanya bertumpu pada dua tangannya melewati jalan berbukit, jembatan bambu, dan Jalan menantang lainnya. Adul pun sampai di sekolah.