Pages

Wednesday, September 5, 2018

Kusnodin memanfaatkan limbah kaleng jadi Burung Merak

Mantan Sopir angkut di seputaran daerah Magelang, Jawa Tengah. Ia pensiun dari pekerjaan itu sejak tahun 1987. Ketika itu pula ia tertarik untuk menggeluti pekerjaan barunya sebagai pembuat replika binatang berbahan kaleng bekas. (5 Agustus 2015).
Kusnodin memanfaatkan limbah kaleng jadi Burung Merak

Limbah kaleng bagi banyak orang, ini mungkin tak bermanfaat. Namun di tangan Kusnudin, warga Magelang, Jawa Tengah, kaleng bekas sisa kemasan berbagai produk ini dimanfaatkan menjadi baik dan berbagai macam kerajinan seperti berbagai hewan yang unik dan cantik, sehingga memiliki ekonomis yang tinggi. Dan informasi ini sekaligus mengakhiri perjumpaan kita dalam wajah Indonesia edisi pagi ini. Sesaat lagi akan kami hadirkan tekno update, program yang menyajikan liputan dari dunia teknologi akan dibawakan rekan saja Fandi Hazard. Akhir kata, saya rizka amalia undur diri. Terima kasih, selamat beraktifitas. Kita jumpa lagi . . . . Adios, sampai jumpa.

Siapa sangka ?? Jika merak-merak yang cantik ini terbuat dari limbah kaleng. Bukan hanya burung merak, tapi masih banyak lagi hewan yang menjadi objek tangan terampil Kusnudin, Warga desa Ngadirejo, Salaman, Magelang, Jawa Tengah.

Ada juga ayam, burung Phoenix, naga, dan masih banyak lainnya. Terutama hewan-hewan yang berbulu.

Kerajinan ini membutuhkan ketekunan dan keahlian yang tinggi. Dengan terampil Kusnudin menggunting tiap kaleng-kaleng bekas sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan. Kaleng-kaleng yang sudah dipotong kecil, kemudian di untai yang selanjutnya menjadi bahan baku sebagai bulu. Sedangkan bahan baku untuk tubuh hewan dibuat dari kayu.

Cara membuatnya pun sangat sederhana. Hanya perlu beberapa alat tambahan, seperti palu, pisau dan paku, serta beberapa cat berwarna. Ide membuat kerajinan ini bermula ketika Kusnudin melihat kaleng-kaleng bekas berserakan tak bermanfaat. Dengan alur seninya, Kusnudin berencana untuk merubah sampah menjadi berkah. Maka, dicobanya membuat kerajinan dengan motif hewan.

Awalnya hanya coba-coba, namun karena karyanya memiliki nilai estetika yang tinggi maka pesanan pun mengalir. Dari sekedar hobi, kini Kusnudin bahkan telah menjadikannya sebagai profesi yang mampu menghidupi keluarganya.

Kusnudin, perajin limbah kaleng, “Hanya coba-coba. Kalau saya sebetulnya dulu kan pelukis jalanan itu yah. Dan saya mencoba melakukan ini karena ditempat kami itu kan banyak kaleng. Akhirnya saya mencoba memanfaatkan kaleng ini, saya bikin. Dulunya juga tidak sebagus ini, tapi lama-lama sedikit demi sedikit.”

Kerajinan Kusnodin ini kebanyak dipasarkan melalui galeri yang ada di Yogya, Borobudur, Jakarta, hingga Bali. Dengan harga bervariasi, antara 250 ribu rupiah hingga 10 juta rupiah. Tergantung besarnya ukuran, serta tingkat kesulitan dalam pembuatan.

Contohnya bulu, karena menurutnya hewan-hewan ini akan jadi lebih indah jika dibuat dari kaleng dibandingkan dengan hewan yang tidak berbulu. Untuk memenuhi pesanannya, Kusnudin melibatkan orang-orang kampung untuk membantu produksi. Selain memberikan lapangan pekerjaan, Kusnudin berharap warga bisa mengikuti jejaknya. Berkarya dengan memanfaatkan barang bekas.

Facebook:  Karya Baru.
Alamat: Pongangan, RT.25 / RW.13, Ngadirejo, Salaman, Pangayan, Ngadirejo, Salaman, Magelang, Jawa Tengah 56162
Telepon: 0813-2888-2106


Video:




Foto:


Mantan Sopir angkut di seputaran daerah Magelang, Jawa Tengah. Ia pensiun dari pekerjaan itu sejak tahun 1987. Ketika itu pula ia tertarik untuk menggeluti pekerjaan barunya sebagai pembuat replika binatang berbahan kaleng bekas. (5 Agustus 2015).
Kusnodin memanfaatkan limbah kaleng jadi Burung Merak

Mantan Sopir angkut di seputaran daerah Magelang, Jawa Tengah. Ia pensiun dari pekerjaan itu sejak tahun 1987. Ketika itu pula ia tertarik untuk menggeluti pekerjaan barunya sebagai pembuat replika binatang berbahan kaleng bekas. (5 Agustus 2015).
Kusnodin memanfaatkan limbah kaleng jadi Burung Merak

Mantan Sopir angkut di seputaran daerah Magelang, Jawa Tengah. Ia pensiun dari pekerjaan itu sejak tahun 1987. Ketika itu pula ia tertarik untuk menggeluti pekerjaan barunya sebagai pembuat replika binatang berbahan kaleng bekas. (5 Agustus 2015).
Kusnodin memanfaatkan limbah kaleng jadi Burung Merak

Mantan Sopir angkut di seputaran daerah Magelang, Jawa Tengah. Ia pensiun dari pekerjaan itu sejak tahun 1987. Ketika itu pula ia tertarik untuk menggeluti pekerjaan barunya sebagai pembuat replika binatang berbahan kaleng bekas. (5 Agustus 2015).
Kusnodin memanfaatkan limbah kaleng jadi Burung Merak

Mantan Sopir angkut di seputaran daerah Magelang, Jawa Tengah. Ia pensiun dari pekerjaan itu sejak tahun 1987. Ketika itu pula ia tertarik untuk menggeluti pekerjaan barunya sebagai pembuat replika binatang berbahan kaleng bekas. (5 Agustus 2015).
Kusnodin memanfaatkan limbah kaleng jadi Burung Merak

Mantan Sopir angkut di seputaran daerah Magelang, Jawa Tengah. Ia pensiun dari pekerjaan itu sejak tahun 1987. Ketika itu pula ia tertarik untuk menggeluti pekerjaan barunya sebagai pembuat replika binatang berbahan kaleng bekas. (5 Agustus 2015).
Kusnodin memanfaatkan limbah kaleng jadi Burung Merak

Mantan Sopir angkut di seputaran daerah Magelang, Jawa Tengah. Ia pensiun dari pekerjaan itu sejak tahun 1987. Ketika itu pula ia tertarik untuk menggeluti pekerjaan barunya sebagai pembuat replika binatang berbahan kaleng bekas. (5 Agustus 2015).
Kusnodin memanfaatkan limbah kaleng jadi Burung Merak



No comments:

Post a Comment

Komentar adalah segalanya bagi penulis. Deretan susunan kalimat, entah itu pro atau pun kontra. Interaksi tersebut, bagaimanapun juga bertujuan menciptakan diskusi yang membangun. Dan saya, Clenoro Suharto, merasakan manfaat itu. Terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan komentar pada blog https://rakyatjelataindonesiarajin.blogspot.com/