Pages

Friday, June 15, 2018

Edi Zaky, perajin akar bambu asal Purbalingga

Berbekal ketelatenan dan keuletan merupa wajah karakter pada akar bambu, Edi Sahrotin (29) warga Kelurahan Purbalingga Kidul, Kota Purbalingga, Jawa Tengah berhasil membuka peluang usaha baru yang menjanjikan. "Dengan berjualan langsung dan sistim online, kini pembeli sudah sampai ke Malaysia dan Singapura dan untuk pasar lokal seperti Semarang, Jakarta, Surabaya, Denpasar/Bali, Sumatra dan Kalimantan. Mereka membeli untuk di pajang dirumah, café, restoran, galery atau  untuk dijual kembali,” tuturnya.
Edi Zaky, perajin akar bambu asal Purbalingga

Ukiran-ukiran wajah ini karya Edi Zaky, warga Purbalingga, Jawa Tengah. Karya seni yang satu ini bukan terbuat dari kayu. Edi memanfaatkan akar bambu untuk membuat patung wajah. Ide awalnya datang saat dia melihat limbah bambu yang banyak di sekitar lingkungan rumah.

Kemudian Edi mulai mengumpulkan dan memanfaatkannya jadi bentuk wajah. Bentuk wajah ia sesuaikan dengan bentuk bambu yang dia dapat. Bagian akar biasanya ia biarkan terurai menjadi aksen jenggot.

Edi Zaky, perajin akar bambu, “Tadinya melihat di kebon. Istilahnya benda-benda itu tidak berguna gituh. Terus saya ada berminat untuk membuat kerajinan akar bambu, patung-patung.”
Terus peminatnya gimana ??
“Ya alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar.”

Proses pembuatannya, akar bambu dicuci terlebih dahulu. Kemudian diukir sesuai bentuk yang diinginkan. Setelah proses pahat, bambu kemudian dihaluskan, lalu diwarnai dengan cat. Selain kreasi sendiri, edi juga membuat bentuk sesuai permintaan pembeli. Satu ukiran bambu dijual mulai dari 100 hingga 300 ribu rupiah.

Edi memasarkan kreasinya ini melalui media sosial. Peminatnya datang dari berbagai kota di tanah air hingga manca negara. Tim liputan melaporkan untuk net.


Video:



Foto:

Berbekal ketelatenan dan keuletan merupa wajah karakter pada akar bambu, Edi Sahrotin (29) warga Kelurahan Purbalingga Kidul, Kota Purbalingga, Jawa Tengah berhasil membuka peluang usaha baru yang menjanjikan. "Dengan berjualan langsung dan sistim online, kini pembeli sudah sampai ke Malaysia dan Singapura dan untuk pasar lokal seperti Semarang, Jakarta, Surabaya, Denpasar/Bali, Sumatra dan Kalimantan. Mereka membeli untuk di pajang dirumah, café, restoran, galery atau  untuk dijual kembali,” tuturnya.

Berbekal ketelatenan dan keuletan merupa wajah karakter pada akar bambu, Edi Sahrotin (29) warga Kelurahan Purbalingga Kidul, Kota Purbalingga, Jawa Tengah berhasil membuka peluang usaha baru yang menjanjikan. "Dengan berjualan langsung dan sistim online, kini pembeli sudah sampai ke Malaysia dan Singapura dan untuk pasar lokal seperti Semarang, Jakarta, Surabaya, Denpasar/Bali, Sumatra dan Kalimantan. Mereka membeli untuk di pajang dirumah, café, restoran, galery atau  untuk dijual kembali,” tuturnya.

Berbekal ketelatenan dan keuletan merupa wajah karakter pada akar bambu, Edi Sahrotin (29) warga Kelurahan Purbalingga Kidul, Kota Purbalingga, Jawa Tengah berhasil membuka peluang usaha baru yang menjanjikan. "Dengan berjualan langsung dan sistim online, kini pembeli sudah sampai ke Malaysia dan Singapura dan untuk pasar lokal seperti Semarang, Jakarta, Surabaya, Denpasar/Bali, Sumatra dan Kalimantan. Mereka membeli untuk di pajang dirumah, café, restoran, galery atau  untuk dijual kembali,” tuturnya.

Berbekal ketelatenan dan keuletan merupa wajah karakter pada akar bambu, Edi Sahrotin (29) warga Kelurahan Purbalingga Kidul, Kota Purbalingga, Jawa Tengah berhasil membuka peluang usaha baru yang menjanjikan. "Dengan berjualan langsung dan sistim online, kini pembeli sudah sampai ke Malaysia dan Singapura dan untuk pasar lokal seperti Semarang, Jakarta, Surabaya, Denpasar/Bali, Sumatra dan Kalimantan. Mereka membeli untuk di pajang dirumah, café, restoran, galery atau  untuk dijual kembali,” tuturnya.

Berbekal ketelatenan dan keuletan merupa wajah karakter pada akar bambu, Edi Sahrotin (29) warga Kelurahan Purbalingga Kidul, Kota Purbalingga, Jawa Tengah berhasil membuka peluang usaha baru yang menjanjikan. "Dengan berjualan langsung dan sistim online, kini pembeli sudah sampai ke Malaysia dan Singapura dan untuk pasar lokal seperti Semarang, Jakarta, Surabaya, Denpasar/Bali, Sumatra dan Kalimantan. Mereka membeli untuk di pajang dirumah, café, restoran, galery atau  untuk dijual kembali,” tuturnya.

Berbekal ketelatenan dan keuletan merupa wajah karakter pada akar bambu, Edi Sahrotin (29) warga Kelurahan Purbalingga Kidul, Kota Purbalingga, Jawa Tengah berhasil membuka peluang usaha baru yang menjanjikan. "Dengan berjualan langsung dan sistim online, kini pembeli sudah sampai ke Malaysia dan Singapura dan untuk pasar lokal seperti Semarang, Jakarta, Surabaya, Denpasar/Bali, Sumatra dan Kalimantan. Mereka membeli untuk di pajang dirumah, café, restoran, galery atau  untuk dijual kembali,” tuturnya.

Berbekal ketelatenan dan keuletan merupa wajah karakter pada akar bambu, Edi Sahrotin (29) warga Kelurahan Purbalingga Kidul, Kota Purbalingga, Jawa Tengah berhasil membuka peluang usaha baru yang menjanjikan. "Dengan berjualan langsung dan sistim online, kini pembeli sudah sampai ke Malaysia dan Singapura dan untuk pasar lokal seperti Semarang, Jakarta, Surabaya, Denpasar/Bali, Sumatra dan Kalimantan. Mereka membeli untuk di pajang dirumah, café, restoran, galery atau  untuk dijual kembali,” tuturnya.


No comments:

Post a Comment

Komentar adalah segalanya bagi penulis. Deretan susunan kalimat, entah itu pro atau pun kontra. Interaksi tersebut, bagaimanapun juga bertujuan menciptakan diskusi yang membangun. Dan saya, Clenoro Suharto, merasakan manfaat itu. Terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan komentar pada blog https://rakyatjelataindonesiarajin.blogspot.com/