Pages

Friday, March 10, 2017

Guna membantu ekonomi keluarga, Pak Iswandi beternak kelinci kampung

Beginilah aktivitas Iswandi, warga desa primben, kecamatan belulur, Lamongan. Untuk membantu mencukupi ekonomi keluarganya, Iswandi memanfaatkan lahan kosong di samping rumahnya untuk mengembangkan membudidayakan kelinci kampung atau kelinci pedaging yang telah digelutinya selama 3 tahun.


Demi membantu meringankan beban ekonomi keluarga, seorang pemuda di Lamongan, Jawa Timur menekuni budidaya kelinci kampung atau kelinci pedaging. Dari budidaya kelinci kampung tersebut hasilnya sangat menjanjikan. Bahkan, dalam satu minggu, peternak kelinci ini bisa menjual ratusan kelinci dengan omzet mencapai jutaan rupiah (20/10/2105).

Beginilah aktivitas Iswandi, warga desa primben, kecamatan belulur, Lamongan. Untuk membantu mencukupi ekonomi keluarganya, Iswandi memanfaatkan lahan kosong di samping rumahnya untuk mengembangkan membudidayakan kelinci kampung atau kelinci pedaging yang telah digelutinya selama 3 tahun. Dari kelinci hasil ini, dia bisa membiayai kuliahnya, serta dapat membantu ekonomi keluarganya. Menurut Iswandi, budidaya kelinci sangat menjanjikan dibandingkan dengan ternak lainnya. Selain karena lebih mudah, juga karena masa panennya lebih cepat dibanding peternak kambing ataupun sapi.

Namun, beternak kelinci diakui Iswandi harus tekun. Perawatan kelinci ini juga membutuhkan ketelatenan, yaitu harus membersihkan kandang setiap 2 hari sekali. Jika tidak dibersihkan, kelinci-kelinci ini mudah terserang penyakit kulit. Untuk mengembangbiakkannya, Iswandi hanya mengawinkan kelinci jantan dengan betina yang diletakkan dalam 1 kandang. Setelah kawin, kelinci dipisahan hingga menunggu melahirkan. Dalam 1 bulan, setiap kelinci melahirkan 4 hingga 6 ekor anak kelinci dengan total menghasilkan sekitar 100 ekor kelinci siap potong.

Ternak yang lain ??
“Jika ternak kelinci dibandingkan ternak kambing atau domba, pertama, untuk kambing maupun domba perawatannya lebih lama, sedangkan kelinci itu lebih cepat. Dalam 1 bulan, kelinci sudah mampu menghasilkan anak.”
Pemasarannya ??
“Untuk pemasaran, untuk anakan berumur 1,5 bulan, itu di Petshop: toko binantang, dan di kampus-kampus kesehatan, untuk yang siap potong, di restoran Kediri dan Malang.”
Dalam 1 bulan bisa menjual berapa ekor?
“Dalam 1 bulan: 100 ekor indukan, siap potong plus anakan.”

Dari hasil budidaya tersebut, Iswandi bisa menjual ratusan kelinci setiap minggunya dengan omzet yang didapat bisa mencapai 1 juta rupiah lebih untuk sekali transaksi. Kelinci piaraan Iswandi dijual ke toko-toko binatang, untuk kelinci siap potong dipasok ke sejumlah restoran di kota Kediri dan Malang. Dari keberhasilannya membudidayakan kelinci, Iswandi berharap bisa menginspirasi warga dan rekan-rekannya untuk berwirausaha.






No comments:

Post a Comment

Komentar adalah segalanya bagi penulis. Deretan susunan kalimat, entah itu pro atau pun kontra. Interaksi tersebut, bagaimanapun juga bertujuan menciptakan diskusi yang membangun. Dan saya, Clenoro Suharto, merasakan manfaat itu. Terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan komentar pada blog https://rakyatjelataindonesiarajin.blogspot.com/