Pages

Monday, December 17, 2018

Evi Aryaningrum menyulap Pelepah Kelapa menjadi Hiasan Rumah Tangga nan Unik

Memiliki tekstur yang bercirikan etnik, serat pelepah kelapa juga mudah dibentuk. Selain itu tidak gatal ditangan sehingga lebih mudah di pola. Karya Evi mendapat sorotan dari dosen Universitas Surabaya.
Evi Aryaningrum menyulap Pelepah Kelapa menjadi Hiasan Rumah
Tangga nan Unik

Seorang mahasiswi di Surabaya memanfaatkan sampah pelepah kelapa untuk membuat beragam hiasan rumah tangga. Tektur serat yang menarik, serta tahan air menjadi keunggulan kreasinya.

Di tangan Evi Aryaningrum limbah kelapa bisa berubah menjadi berbagai aksesoris etnik. Hanya dengan modal 20 ribu rupiah untuk membeli lem perekat, Evi membuat lampu meja, alat tulis, serta wadah tisu dari pelepah kelapa.

Menyulap Eceng Gondok di bantaran sungai Makassar. Jadi Kerajinan nan Indah

Sebenarnya isu awalnya itu, kita kembali ke sungai. Soalnya rata-rata sungai di perkotaan memiliki eceng gondok yang lumayan banyak berkumpul di sekitar sungai. Maka dari itu, kita bekerjasama sama Dekranasda
Menyulap Eceng Gondok di bantaran sungai Makassar. Jadi
Kerajinan nan Indah

Seperti inilah aktivitas masyarakat yang ada di bantaran sungai Indri Jala, di jalan Abdullah Daeng, Sirua, Makasar, Sulawesi Selatan. Eceng gondok atau tumbuhan air yang selama ini dikenal sebagai penyebab sedimentasi dan penghambat aliran sungai, disulap menjadi aneka kerajinan tangan yang dapat menghasilkan uang.

Melalui sentuhan kreativitas, eceng gondok ini dapat diubah menjadi tempat tisu, tempat sampah, tempat pensil hingga tas. Kerajinan tangan ini dipasaran harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Sebelumnya warga diberikan pemahaman dan pelatihan tentang pemanfaatan eceng gondok oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Makassar.

Sunday, December 16, 2018

Putut Agus, pelukis berbahan batu krikil asal Kebumen

Dipilih batu berwarna putih agar goresan tinta warna-warni terlihat semakin indah. Berbagai ornamen, aneka karakter hewan, potret wajah, hingga berbagai lukisan sesuai dengan permintaan pelanggan, bisa dilukis diatas permukaan batu. Keindahan dan keunikan karya seni yang satu ini berhasil memikat pelanggan dari berbagai daerah.
Putut Agus, pelukis berbahan batu krikil asal Kebumen

Berbeda medianya, berbeda pula aktivitasnya. Jika di Wonogiri menggunakan bambu, kali ini di tangan seorang seniman kebumen, batu kerikil berhasil dimanfaatkan sebagai asesoris fashion, hiasan bros, hiasan ruang tamu, hingga asesoris liontin kalung. Diciptakan dari batu kerikil, hingga diburu konsumen dari berbagai daerah.

Batu kerikil umumnya digunakan sebagai campuran bahan bangunan. Namun ditangan seorang seniman dari kelurahan Pencer, Kebumen, Jawa Tengah, batu-batu ini disulap menjadi kanvas lukisan yang mengagumkan.

Sofyan, perajin tempurung kelapa asal Sulawesi Tengah

Awalnya Sofyan mengumpulkan tempurung kelapa dari pasar atau rumah-rumah warga. Sofyan kemudian mensortir dan menghaluskan tempurung kelapa, serta mulai mengolah sesuai pesanan.
Sofyan, perajin tempurung kelapa asal Sulawesi Tengah

Di tangan Sofyan, warga jalan Moili, Sulawesi Tengah, tempurung kelapa tidak hanya digunakan sebagai bahan bakar atau sekedar sampah rumah tangga. Bila dipadukan dengan bahan kulit, bahan dasar tempurung kelapa dapat diubah menjadi tas wanita dan bahkan lampu hias yang unik, serta memiliki harga jual yang tinggi.

Selain itu, tempurung kelapa juga dapat dibuat menjadi ornamen dinding atau interior wallpaper. Awalnya Sofyan mengumpulkan tempurung kelapa dari pasar atau rumah-rumah warga. Sofyan kemudian mensortir dan menghaluskan tempurung kelapa, serta mulai mengolah sesuai pesanan.