Pages

Monday, March 12, 2018

Indra Setia Darma, pengelola Sahabat Bambu di Yogyakarta


Nama saya, Indra Setia Darma. Saya selaku pengelola “Sahabat Bambu” yang beralamatkan di desa Purwomartani, bawang bayam, kecamatan kawasan, kabupaten sleman, Yogyakarta.

Sahabat bambu adalah sebuah bisnis yang bergerak khusus di peralatan bambu dan konstruksi. Kita, ‘Sahabat Bambu’ sendiri, berdiri sejak tahun 2007 dan selama ini kita masih fokus untuk bergerak di jenis usaha untuk perawatan dan konstruksi bambu.

Syafei, pengrajin alat musik dari bahan bambu asal Pacitan


Inilah kicklung, salah satu grup tradisional asal desa punung kecamatan punung Pacitan. Kiklung diambil dari kata akik dan angklung, yang artinya para pengrajin akik yang sedang bermain angklung. Sekilas grup musik ini tampak biasa saja, tak ada yang istimewa. Namun uniknya, semua alat musik yang mereka mainkan terbuat dari batang bambu dan alat musik ini hasil karya mereka sendiri.

Adalah Syafei, pengrajin alat musik dari bahan bambu. Batang bambu yang mudah dijumpai di sekitar rumahnya, dimanfaatkan untuk membuat kerajinan alat musik. Mulai dari gendang, gitar rebab, ketipung, angklung, dan tentunya masih banyak lagi.

Muhamad Yusuf (Ujang Uyak), pelukis di Jelekong


Jika teman-teman meminta lukisan beragam maka akan melihat berbagai lukisan terpajang di beberapa lokasi. Siapakah pelukis lukisan yang sering membuat orang untuk mampir dan mengkoleksinya. Inilah lupitanku Papita dari Jelekong.

Sanggar seni lukis
Dwi Matra
Pusat penjualan bahan lukisan, bingkai dan alat lukis
Jl. Giriharja No. 80.

Kampung Jelekong juga dikenal akan Karya Wayang Golek


Jika Bali memiliki kampung seni di Ubud, maka Bandung memiliki kampung Jelekong. Dari kampung ini, lukisan-lukisan bernilai seni tinggi dihasilkan. Selain lukisan, kampung Jelekong juga dikenal dengan karya wayang goleknya.

Kalau di Bali ada daerah Ubud. Nah ! di Bandung Selatan Jawa Barat ada kampung Jelekong. Masyarakat disini rata-rata berprofesi sebagai pelukis sejak kecil. Bagi mereka melukis sudah menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari. Biar begitu, lukisan yang ada tetap memiliki ciri khas.

Pelukis di Jelekong


Nama saya, Didin Rahmatna Juli. Umur 40 tahun. Profesi saya setiap hari melukis. Hobi saya waktu keluar dari MT, mulai belajar melukis.

Kalau dulu mengikuti jejak ayah. Dia kan seorang pelukis, kalau pulang sekolah lihat-lihat ayah melukis. Jadi hati ini pengen bisa melukis mengikuti jejak ayah gitu lah.